Harga Solana Terancam Turun Meski Diborong Institusional

Harga Solana berisiko turun ke USD 100 meski mencatat arus masuk dana institusional sebesar USD 17 juta.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 Januari 2026, 14:00 WIB
Sentimen pasar kripto yang bearish masih menekan harga Solana di kisaran USD 122. Aset digital kripto Solana (SOL). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga Solana (SOL) masih dibayangi risiko pelemahan meski mencatat arus masuk dana institusional yang cukup besar. Nilai aset kripto tersebut berpotensi turun hingga level USD 100, di tengah sentimen pasar yang masih cenderung negatif.

Berdasarkan laporan terbaru, Solana menerima arus masuk dana institusional sebesar USD 17 juta. Namun, kondisi pasar kripto secara keseluruhan belum mendukung penguatan harga. Hingga 26 Januari 2026, harga Solana tercatat bergerak di sekitar USD 122, dengan tekanan jual masih mendominasi.

Potensi penurunan harga ini dipicu oleh arus keluar dana di pasar kripto secara luas serta sentimen investor yang belum pulih. Meski minat institusi terhadap produk Solana terbilang solid, kepercayaan investor ritel masih tertahan oleh ketidakpastian kondisi makroekonomi global.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Solana maupun tokoh berpengaruh di ekosistemnya yang mengonfirmasi potensi penurunan harga tersebut. Namun, James Butterfill, Head of Research di CoinShares, menyoroti tekanan yang masih membayangi aset digital secara umum.

“Ekspektasi penurunan suku bunga yang semakin memudar, momentum harga yang negatif, serta kekecewaan karena aset digital belum ikut menikmati perdagangan berbasis pelemahan nilai mata uang kemungkinan besar telah memicu arus keluar ini,” ujar Butterfill.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Tekanan Bearish

Aset digital kripto Solana (SOL). (Foto by AI)

Dari sisi teknikal, indikator pasar menunjukkan sinyal yang kurang menggembirakan bagi Solana. Indikator seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan Relative Strength Index (RSI) masih mencerminkan tekanan bearish, yang membuka peluang penurunan harga lebih lanjut.

Meski produk investasi berbasis Solana mencatat arus masuk dana, kondisi pasar kripto secara keseluruhan justru mengalami arus keluar. Situasi ini terjadi di tengah menurunnya harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga global serta kekecewaan investor terhadap kinerja aset digital.

Sentimen pasar kripto masih diliputi volatilitas tinggi. Investor cenderung bersikap hati-hati, terlebih dengan belum adanya penjelasan langsung dari tim inti Solana terkait prospek harga ke depan. Faktor ini menambah kekhawatiran akan tekanan lanjutan pada harga SOL.

Secara historis, Solana pernah mengalami rebound ke atas USD 200 ketika harga berada di kisaran USD 120. Namun, hingga saat ini belum ada korelasi kuat yang memastikan pola tersebut akan terulang. Ke depan, pergerakan harga Solana sangat bergantung pada kondisi pasar global serta potensi perubahan regulasi yang dapat memengaruhi valuasi aset digital.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya