Awal Tahun IHSG Trading Halt 2 kali, Purbaya Tetap Pede IHSG Tembus 10.000

Meski pasar saham harus melewati trading halt dua kali di Januari, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimis IHSG mampu menembus level 10.000 di akhir tahun.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 29 Januari 2026, 12:30 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah gejolak pasar dan trading halt yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang besar menembus level 10.000 pada akhir tahun.

"Optimis 10.000, enggak usah takut," kata Purbaya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Purbaya menegaskan bahwa volatilitas yang terjadi saat ini tidak mengubah keyakinannya terhadap arah pasar. Menurutnya, tekanan yang dialami IHSG lebih bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian nasional.

"Kan akhir tahun kan? To the moon jangan takut. Fondasi kita bagus. Kan saya Menteri keuangannya," ujarnya.

Purbaya menyebut kekuatan fundamental ekonomi Indonesia menjadi alasan utama di balik keyakinannya terhadap IHSG. Ia menilai fondasi fiskal, pendapatan negara, dan arah kebijakan ekonomi pemerintah berada dalam kondisi yang solid.

Menurutnya, pemerintah tengah melakukan pembenahan serius di berbagai sektor strategis. Setelah melakukan perbaikan di sektor kepabeanan dan cukai, pemerintah juga bersiap membenahi sistem perpajakan guna meningkatkan penerimaan negara.

"Jadi, kalau fondasinya ekonomi akan membaik terus ke depan. Kemarin kan saya sudah tuh obrak-abrik bea cukai, minggu depan saya akan perbaiki obrak-abrik pajak. Jadi, income kita akan makin bagus harusnya, sehingga fondasi fiskal kita nggak masalah lagi," jelasnya.

 

Saham Blue Chip Dinilai Masih Menarik

IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.196,75. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam pesannya kepada investor, Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak bersikap panik menyikapi fluktuasi jangka pendek. Ia menilai tekanan pasar justru dapat menjadi momentum selektif bagi investor untuk menata ulang portofolio.

Purbaya menyoroti bahwa tekanan tajam lebih banyak terjadi pada saham-saham spekulatif. Sementara itu, saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat atau saham blue chip dinilai masih memiliki ruang penguatan karena kenaikannya belum terlalu tinggi.

"Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya udah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan. Tapi yang besar-besar kan masih ada, yang saham-saham yang blue chip itu kan naiknya belum terlalu tinggi. Kalau ada yang takut, lari aja ke situ," ujarnya.

 

BEI Hentikan Perdagangan Saham Lagi

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan atau trading halt pada sistem perdagangan Kamis, (29/1/2026). Trading halt dilakukan pada pukul 09.26.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

“Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi, Kamis pekan ini.

Ia menuturkan, BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya