Dukung Pendidikan Anak Disabilitas, Ketahui Faktor-Faktor yang Dukung Kepintaran si Kecil

Ini faktor-faktor yang mendukung kepintaran anak termasuk anak disabilitas. Mulai dari nutrisi hingga pendidikan yang didukung oleh akses belajar.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 30 Januari 2026, 10:15 WIB
Dukung Pendidikan Anak Disabilitas, Dosen UMJ Jelaskan Faktor yang Dukung Kepintaran Si Kecil. (Foto dibuat oleh AI).

Liputan6.com, Jakarta - Setiap anak termasuk anak disabilitas perlu mendapat pendidikan yang baik dan sesuai untuk bekal di masa depan. Guna mendukung anak dalam mengenyam pendidikan, orang tua perlu tahu faktor-faktor yang dapat membuat anak menjadi lebih pintar.

Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ), Mas Roro Diah Wahyulestari mengatakan ada beberapa faktor yang membuat anak pintar. Anak pintar dapat disebabkan karena faktor genetik, nutrisi yang cukup, stimuli intelektual, pola asuh, lingkungan, aktivitas fisik, pola istirahat, serta pendidikan yang didukung oleh akses belajar.

Perkembangan otak anak 80 persen ditentukan pada 1000 hari pertama kehidupannya. Kondisi otak dengan tingkat gizi yang cukup cenderung membuat anak pintar, produktif, dan memiliki kemampuan yang tinggi.

“Kita harus kejar stimulus dengan memberikan anak gizi sempurna. Bagi para orang tua, jangan memberikan bayi dan balita makanan instan, karena kandungan yang terdapat di dalam makanan instan memiliki banyak pengawet yang bebahaya bagi tubuh,“ kata Roro dalam webinar diskusi publikbertema “Dukung Konseling Bagi Orang Tua Disabilitas: Meningkatkan Kesejahteraan Anak dan Keluarga” pada Rabu (28/01/2026).

 

Tips Terapi Anak Disabilitas

Sementara, sambung Roro, otak yang kurang gizi memiliki risiko tidak berkembang dengan tingkat mutu rendah yang berakibat menjadi permasalahan kesehatan yang berkelanjutan.

Beberapa masalah kesehatan yang terjadi seperti retardasi mental pada anak disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, faktor nutrisi dan komplikasi saat kelahiran. Bagi orang tua dengan anak penyandang disabilitas, Roro menyarankan orangtua untuk menyingkirkan alat elektronik ketika belajar.

“Tips terapi anak berkebutuhan khusus yang pasti orang tua harus sabar, mereka yang melatih tidak menggunakan pakaian bermotif, singkirkan barang elektronik. Serta, ketika anak tantrum harus diberikan penenangan dengan memberikan pelukan dan ciuman,” jelasnya.

 

Dukung Anak Disabilitas Lanjutkan Pendidikan

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor IV UMJ, Dr. Septa Candra, SH., MH., memberikan dukungan dari terlaksananya kegiatan ini. Ia menilai bahwa para disabilitas belum mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah dan masyarakat.

“Para orang tua seharusnya lebih bersyukur ketika dianugerahi anak, sehingga mereka harus memberikan dukungan walaupun dengan kondisi disabilitas. Ketika anak disabilitas mendapatkan dukungan, ia akan terbiasa dengan pendidikan yang diberikan dan terbiasa mandiri seperti anak lainnya,” ujarnya dalam acara yang digelar Unit Pelaksana Teknis Lembaga Konseling dan Psikolog Mahasiswa (UPT LKPM) UMJ.

Septa menegaskan, UMJ mendukung mahasiswa penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan. Sehingga mereka memperoleh hak dan akses pendidikan yang setara dengan mahasiswa lainnya.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya