Harga Kripto Hari Ini 29 Januari 2026: BTC Menguat Tipis, Solana dan Dogecoin Melemah

Di antara jajaran kripto teratas, harga bitcoin (BTC) dan ethereum stabil pada perdagangan Kamis, (29/1/2026).

oleh Tira SantiaDiterbitkan 29 Januari 2026, 07:24 WIB
Harga kripto beragam dalam perdagangan 24 jam terakhir pada Kamis, (29/1/2026). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar aset kripto bergerak bervariasi dalam 24 jam terakhir. Sejumlah aset utama masih mencatatkan penguatan tipis, sementara sebagian altcoin tertekan seiring aksi ambil untung investor.  Harga Bitcoin (BTC)  dan Ethereum cenderung stabil, sedangkan beberapa kripto papan tengah mengalami koreksi yang lebih dalam.

Mengutip laman Coinmarketcap.com, Kamis (29/1/2026) dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) tercatat menguat 0,24 persen ke level USD 89.275,66. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini masih menunjukkan ketahanan meski pergerakannya relatif terbatas.

Ethereum (ETH) juga mencatatkan penguatan tipis 0,22 persen dalam sehari terakhir dan diperdagangkan di kisaran USD 3.014,87.

Sementara itu, Tether (USDT) sebagai stablecoin utama tercatat melemah sangat tipis 0,01 persen ke level USD 0,9985. Pergerakan ini masih tergolong normal mengingat karakter USDT yang menjaga nilai mendekati satu dolar AS.

Berbeda dengan stablecoin, Binance Coin (BNB) justru tampil lebih kuat. Dalam 24 jam terakhir, BNB naik 0,64 persenke harga USD 903,30.

Di posisi kelima, XRP terpantau bergerak stagnan dengan perubahan 0,00 persen dan berada di level USD 1,91. Minimnya katalis baru membuat XRP cenderung bergerak mendatar meski volume perdagangan masih terjaga.

Solana hingga Dogecoin Bergerak Fluktuatif

Untuk kelompok berikutnya, USD Coin (USDC) tercatat menguat tipis 0,01 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD 0,9997.

Solana (SOL) justru mengalami tekanan dengan pelemahan 1,43 persen ke harga USD 125,46. Koreksi ini terjadi setelah reli sebelumnya yang cukup agresif, memicu aksi ambil untung dari investor jangka pendek.

Selanjutnya, TRON (TRX) mencatatkan kenaikan 0,13 persen ke level USD 0,2944 dalam 24 jam terakhir. Berbeda dengan TRX, Dogecoin (DOGE) melemah 0,68 persen ke posisi USD 0,1253.

Sementara itu, Cardano (ADA) juga berada di zona merah dengan penurunan 0,19 persen ke level USD 0,3598.

 

 

Bitcoin Cash hingga Chainlink Masih Tertekan

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Bitcoin Cash (BCH) mencatatkan pelemahan terdalam dengan penurunan 1,74 persen ke harga USD 590,59 dalam 24 jam terakhir. Tekanan jual muncul seiring melemahnya minat terhadap aset turunan Bitcoin.

Berbeda dengan BCH, HYPE justru mencuri perhatian pasar dengan lonjakan signifikan 10,08 persen ke level USD 33,30.

Monero (XMR) tercatat melemah 0,45 persen ke posisi USD 469,65. Selanjutnya, LEO juga mengalami koreksi dengan penurunan 0,37 persen ke harga USD 9,20.

Terakhir, Chainlink (LINK) turun 1,22 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level USD 11,88.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Jepang Setujui ETF Kripto Pertama pada 2028

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Sebelumnya, Jepang siap memberikan lampu hijau untuk exchange traded fund (ETF) kripto pertamanya paling cepat pada 2028. Langkah persetujuan ETF kripto itu juga dilakukan seiring peningkatan perlindungan investor.

Demikian berdasarkan laporan Nikkei Asia, dikutip dari the block, Senin (26/1/2026).

The Financial Services Agency (FSA) atau Badan Jasa Keuangan akan memasukkan kripto ke dalam aset dasar ETF bersama dengan peningkatan langkah-langkah perlindungan investor.

Nomura Holdings dan SBI Holdings, dua lembaga keuangan terbesar di Jepang akan meluncurkan ETF kripto pertama di negara itu untuk dicatatkan di Bursa Efek Tokyo.

Perkembangan ini mengikuti kesuksesan ETF kripto di Amerika Serikat di mana ETF bitcoin spot telah meraup aset bersih USD 115,8 miliar atau Rp 1.993 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.820, sekitar 6,5% dari total kapitalisasi pasar bitcoin.

Peluncuran ETF kripto AS telah memperluas akses institusional ke bitcoin dan aset digital lainnya, menarik partisipasi dari dana pensiun, kantor keluarga dan dana abadi universitas, termasuk Harvard.

Regulator AS baru-baru ini menyederhanakan proses pencatatan produk aset digital, mendorong penerbit untuk mengajukan berbagai ETF yang lebih luas berdasarkan altcoin yang lebih kecil. ETF spot untuk XRP, Solana, Dogecoin, Chainlink, Litecoin, dan Hedera diluncurkan pada akhir tahun 2025 sebagai hasilnya, dengan lebih banyak produk yang diharapkan akan diluncurkan tahun ini.

 

Ikuti Negara Lain

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Pasar-pasar tetangga Jepang telah bergerak untuk meniru kesuksesan ETF kripto AS.

Hong Kong meluncurkan serangkaian ETF kripto pada 2024, dengan dana yang menyediakan eksposur ke bitcoin, ether, dan Solana. Tidak seperti rekan-rekan mereka di AS, ETF di kota ini mengizinkan langganan dan penebusan dalam bentuk barang, memungkinkan investor untuk memperdagangkan aset dasar secara langsung untuk saham ETF.

Otoritas dan pembuat undang-undang Korea Selatan saat ini mengerjakan kerangka kerja regulasi aset digital yang dikenal sebagai Undang-Undang Dasar Aset Digital, yang diharapkan akan meletakkan dasar bagi ETF kripto spot pertama di negara tersebut. Versi final undang-undang tersebut diperkirakan akan keluar pada kuartal pertama tahun ini.

Ketiga pusat keuangan utama Asia ini memiliki tujuan penting lainnya: mengintegrasikan stablecoin yang diatur ke dalam sistem keuangan arus utama.

Tahun lalu, Jepang menyetujui stablecoin pertama yang dipatok ke yen, sementara Hong Kong diharapkan akan memberikan lisensi pertamanya di bawah rezim penerbit stablecoin pada kuartal ini. Korea Selatan bertujuan untuk membangun pasar stablecoin won Korea dengan undang-undang yang akan datang.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya