Dana Asing Berpotensi Keluar Rp 38,41 Triliun dari Pasar Saham Imbas Kebijakan MSCI

Analis menilai, tinjauan free float saham MSCI membuat tambahan kehati-hatian.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 28 Januari 2026, 20:50 WIB
Saham Indonesia mencatat arus keluar pertama pada pekan lalu sejak Oktober 2025. Hal ini didorong selera risiko yang mereda seiring perubahan metodologi indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) Inc. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Saham Indonesia mencatat arus keluar pertama pada pekan lalu sejak Oktober 2025. Hal ini didorong selera risiko yang mereda seiring perubahan metodologi indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) Inc.Saham Indonesia mencatat arus dana asing keluar pertama sejak Oktober.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg dikutip dari Yahoo Finance pada 20 Januari 2026, ditulis Rabu, (28/1/2026), investor asing melepas saham senilai USD 192 juta atau Rp 3,20 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.700). Penarikan dana itu terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke rekor tertinggi pada 20 Januari 2026.

"Penjualan oleh investor asing pekan lalu merupakan kombinasi dari beberapa pengurangan menjelang pengumuman terkait free float MSCI dan realisasikan keuntungan,” ujar Analis Aletheia Capita, Nirgunan Tiruchelvam,

Analis Goldman Sachs Group Inc termasuk Alvin So menyebutkan dalam catatan pada Jumat, 23 Januari 2026 kalau perhitungan ulang MSCI terhadap free float Indonesia dapat menyebabkan dana pasif  ditarik sekitar USD 2,3 miliar atau Rp 38,41 triliun dari pasar saham dalam beberapa bulan mendatang.

MSCI memutuskan pada akhir Januari apakah akan memperketat definisi free float, saham yang tersedia untuk diperdagangkan dan penentu utama bobot suatu saham.

Jika MSCI menemukan perusahaan-perusahaan Indonesia yang sudah memiliki free float rata-rata terkecil di Asia, memilih saham yang tersedia untuk diperdagangkan lebih sedikit daripada yang dilaporkan, investor akan terpaksa mengurangi kepemilikannya. Perubahan apapun akan berlaku dalam tinjauan Mei.

Keputusan ini akan menjadi salah satu paling terdampak bagi pasar saham senilai USD 971 miliar dalam beberapa tahun terakhir dengan implikasi arus dana dan persepsi investor.

"Tinjauan free float MSCI yang akan datang telah menambahkan lapisan kehati-hatian,” ujar Head of Asean Equities BNP Paribas Asset Management.

"Arus keluar baru-baru ini merupakan penyesuaian taktis untuk mengurangi risiko dan posisi daripada pergeseran fundamental.”

 

Potensi Dana Keluar

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Portfolio Manager Allspring Global Investments menuturkan, latihan ini berfungsi sebagai ujian kunci agenda reformasi pasar modal suatu negara.

"Menekankan perbaikan tata kelola perusahaan yang diperlukan untuk membuka partisipasi internasional yang lebih besar dan arus investasi jangka panjang,” kata Gary Tan.

Mengutip Yahoo Finance, dalam bisnis besar penyusunan indeks, free float adalah metrik yang relatif tidak dikenal tetapi sangat penting. Penyedia indeks acuan seperti MSCI dan FTSE Russell mengandalkannya untuk mengukur seberapa mudah investor dapat membeli saham. Semakin banyak saham yang tersedia untuk diperdagangkan, semakin tinggi potensi bobotnya dalam suatu indeks.

Analis Nirgunan Tiruchelvam menuturkan, ketika free float saham rendah, saham apa yang disebutnya sebagai barang museum. “Anda dapat meliha tetapi tidak cukup membeli,” kata dia.

Free float yang rendah telah menjadi titik masalah di Indonesia, di mana banyak saham terbesar dari IHSG diperdagangkan tipis dan dikendalikan segelintir individu kaya. Investor menilai saham-saham yang volatile ini menganggu indeks yang menutupi kinerja pasar yang sebenarnya dan meningkatkan risiko manupulasi.

Lebih dari 200 saham dalam indeks acuan memiliki free float di bawah 15%. Di seluruh indeks acuan Asia Pasifik, IHSG memiliki rata-rata free float rendah, menurut data Bloomber. PT Samuel Sekuritas Indonesia termasuk di antara beberapa perusahaan sekuritas yang prediksi arus dana pasif keluar sekitar USD 2 miliar atau Rp 33,40 triliun jika aturan free float diadopsi.

 

Free Float Saham

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dislokasi terlihat jelas tahun lalu, saat IHSG mengungguli indeks MSCI Indonesia dengan selisih terbesar yang pernah ada. Begitu banyak konstituen IHSG yang diperdagangkan tipis, fund managers mengatakan, tolok ukur itu pada dasarnya tidak dapat dilacak, sehingga mendorong mereka untuk beralih ke indeks MSCI Indonesia yang lebih ketat. Kesenjangan itu merugikan. IHSG naik lebih dari 22% ke rekor tertinggi, sedangkan MSCI Indonesia turun 3%.

Investor mengatakan, pengurangan jumlah saham yang beredar bebas dan bobot lebih kecil untuk perusahaan-perusahaan Indonesia kemungkinan hanya akan mempercepat perbedaan itu. Namun, MSCI menyatakan, potensi perubahan itu menawarkan transparansi tambahan yang dapat membantu mengatasi kesenjangan informasi.

Secara teori, perhitungan saham yang beredar bebas itu sederhana yakni jumlah total saham dikurangi saham yang dipegang oleh investor strategis seperti pemerintah dan pendiri. Namun, dalam praktiknya, hubungan bisnis di Indonesia dan jaringan membuat sulit untuk mengidentifikasi pemegang saham strategis. Ini menjadi kekhawatiran yang diangkat MSCI dalam makalah pada September.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mewajibkan perusahaan untuk mengungkapkan pemegang saham yang memiliki lebih dari 5% saham perusahaan.  Selain itu, regulator telah berupaya meredakan kekhawatiran dengan rencana menaikkan free float minimum menjadi 10-15% dari saat ini 7,5%.  Tujuan jangka panjangnya 25% meski ada belum tenggat waktu yang ditetapkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya