Klarifikasi Thomas Djiwandono soal Mundur dari Partai

Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih, Thomas Djiwandono, menegaskan bahwa keputusannya mundur dari keanggotaan Partai Gerindra.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 28 Januari 2026, 16:06 WIB
Melalui seleksi fit and proper test yang digelar secara terbuka, Thomas Djiwandono berhasil menyingkirkan dua kandidat lainnya. Tampak dalam foto, Wakil Menteri Keuangan yang juga Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di ruang Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih, Thomas Djiwandono, menegaskan bahwa keputusannya mundur dari keanggotaan Partai Gerindra pada Desember 2025 tidak pernah dibicarakan dengan Presiden.

Keponakan Presiden Prabowo ini mengatakan bahwa tidak pernah ada pembahasan apa pun antara dirinya dan Presiden terkait pengunduran diri dari Partai Gerindra.

Menurutnya, anggapan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan momentum pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia adalah interpretasi yang berlebihan.

"Saya jelaskan tidak ada pembahasan saya dan Presiden mengenai ini tidak ada. Kalau mau dilihat itu pas-pasan saya bisa logikanya sama aja dong kenapa gak dilihat dari apa pas saya mundur dari bendara umum (Partai Gerindra) logikanya kalau gitu udah lama dong kan kira-kira kan seperti itu atau kenapa gak sehari apa ya gitu," kata Thomas dalam Media Brieding di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, jika memang pengunduran diri itu dikaitkan dengan posisi tertentu, maka logika tersebut seharusnya sudah muncul sejak dirinya mundur dari jabatan bendahara umum partai. Namun kenyataannya, hal itu tidak terjadi, sehingga menurutnya tidak ada dasar kuat untuk mengaitkan berbagai peristiwa tersebut.

Thomas menyebut keputusan mundur pada 31 Desember 2025 juga bersifat personal. Ia menggambarkan momen tersebut sebagai akhir tahun yang menjadi titik refleksi pribadi, tanpa perhitungan atau agenda politik tertentu di baliknya.

"Saya mengundurkan diri tanggal 31 Desember 2025 karena ya terserah saya gak kepikiran saya cuma saat itu ya udahlah tahun ada tahun baru ya apa ini udahlah saya mau mundur. Nah, silahkan Anda terima itu tidak gitu loh interpretasinya seperti apa," ujarnya.

 

Ungkap Alasan Tinggalkan Dunia Politik

Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono. Seorang politikus yang menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak tahun 2014. Pada 18 Juli 2024, ia diangkat menjadi Wakil Menteri Keuangan II mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lebih lanjut, Thomas mengungkapkan bahwa keinginannya untuk tidak aktif lagi di politik sebenarnya sudah muncul sejak lama, terutama sejak dirinya masuk dan aktif di Kementerian Keuangan. Sejak saat itu, ia merasa fokus dan tanggung jawab pekerjaannya semakin menyita waktu.

Keterbatasan waktu menjadi salah satu alasan utama ia memilih mundur dari kepengurusan dan keanggotaan partai. Menurutnya, mengurus partai membutuhkan komitmen penuh, sementara pada saat yang sama ia harus menjalankan tugas profesional di pemerintahan.

"Pemikiran saya untuk tidak aktif di politik itu sudah lama sebenarnya sejak saya masuk di Kemenkeu ya kan. Karena sebenarnya juga masalah waktu juga sih waktu itu saya gak ada waktu ya ngurusin partai dan sebagainya dan untuk apa untuk regenerasi partai dan dan sebagainya dan seterusnya jadi itu sekali lagi," jelasnya.

 

Penunjukan Sebagai Deputi Gubernur BI

Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih Thomas Djiwandono saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (28/1/2026). (Foto: Liputan6.com/ Tira Santia)

 

Lebih lanjut, Thomas Djiwandono menegaskan bahwa proses penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini membantah isu yang menyebut dirinya sejak awal ditunjuk atau dipersiapkan untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia.

"Soal (penunjukan) Gubernur BI, tidak," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya