4 Tips Ternak Ikan Mas Pakai Kolam Terpal Kecil untuk Pemula

Pelajari panduan lengkap dan tips sukses ternak ikan mas di kolam terpal kecil untuk pemula agar cepat panen dan menguntungkan.

oleh Femri ResdifiantiDiterbitkan 29 Januari 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi Ikan Mas/Gambar oleh Zhu Bing dari Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Ternak ikan mas kini semakin populer dilakukan di lahan terbatas berkat penggunaan kolam terpal yang praktis. Metode ini menawarkan fleksibilitas tinggi serta biaya operasional yang lebih terjangkau bagi para pemula di bidang perikanan. Pengelolaan yang tepat pada media sempit tetap mampu menghasilkan panen ikan mas yang melimpah dan berkualitas. 

Langkah awal dalam budidaya ini dimulai dari persiapan wadah yang ideal hingga pengaturan kualitas air yang stabil. Pemilihan benih unggul dan pola pemberian pakan yang teratur menjadi kunci utama keberhasilan pertumbuhan ikan secara maksimal.

Artikel Liputan.com berikut telah merangkum panduan praktis yang mudah diikuti untuk memaksimalkan potensi keuntungan ternak ikan mas dari kolam terpal ukuran kecil.

Tips Ternak Ikan Mas di Kolam Terpal Kecil

Ilustrasi Kolam Terpal Mini. (Foto: AI)

 1. Persiapan Wadah dan Media Air

Pilihlah material terpal berkualitas tinggi yang tebal agar tidak mudah bocor atau sobek saat terkena tekanan air. Pastikan kerangka penyangga kolam terbuat dari bahan yang kokoh seperti bambu atau pipa besi agar bentuk kolam tetap stabil. 

Setelah kolam berdiri, air tidak boleh langsung diisi ikan melainkan harus didiamkan selama minimal satu minggu. Proses ini bertujuan untuk menumbuhkan mikroorganisme alami dan menetralkan kandungan kimia pada material terpal. Penambahan sedikit pupuk organik dapat membantu mempercepat tumbuhnya plankton sebagai pakan alami awal.

2. Pemilihan dan Penebaran Bibit

Gunakan bibit ikan mas yang memiliki ukuran seragam agar tidak terjadi persaingan pakan yang ekstrem di dalam kolam. Bibit yang sehat biasanya menunjukkan gerakan yang lincah dan tidak memiliki cacat fisik pada bagian tubuhnya. 

Proses penebaran bibit ikan mas dilakukan melalui tahap aklimatisasi dengan mengapungkan wadah benih di permukaan air kolam selama beberapa menit. Hal ini dilakukan agar suhu tubuh ikan menyesuaikan dengan kondisi air kolam yang baru secara perlahan. Lakukan penebaran pada waktu pagi atau sore hari saat suhu udara sedang sejuk.

3. Manajemen Pakan yang Teratur

Pemberian pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi ikan mas untuk mempercepat masa panen. Gunakan pelet dengan kandungan protein yang sesuai dengan fase pertumbuhan ikan agar berat badan bertambah secara konsisten. 

Frekuensi pemberian pakan sebaiknya dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali sehari dengan porsi yang pas. Hindari memberikan pakan secara berlebihan karena sisa makanan yang tidak habis akan mengendap dan memicu munculnya racun amonia.

4. Menjaga Kualitas Air dan Kebersihan

Kualitas air di kolam terpal kecil cenderung lebih cepat berubah sehingga pemantauan rutin sangat diperlukan. Jika air mulai tercium bau menyengat atau terlihat sangat keruh, segera lakukan penggantian air sebanyak tiga puluh persen dari total volume. 

Pemasangan sistem aerasi atau pompa air sederhana sangat membantu menjaga ketersediaan oksigen terlarut bagi ikan. Selain itu, pastikan sirkulasi air berjalan lancar agar kotoran tidak menumpuk di dasar kolam. Penggunaan filter sederhana dapat menjadi solusi praktis untuk menjaga kejernihan air lebih lama.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Ternak Ikan Mas di Kolam Terpal Kecil

Jumlah Ikan Mas yang Berlebihan di Kolam Terpal (Foto: AI)

1. Jumlah Ikan Melebihi Kapasitas Kolam

Banyak peternak pemula sering memasukkan terlalu banyak bibit ikan mas ke dalam kolam terpal yang ukurannya terbatas. Hal ini dilakukan dengan harapan mendapatkan hasil panen yang banyak tanpa mempertimbangkan ruang gerak ikan. Padahal, kolam yang terlalu sesak akan membuat kadar oksigen cepat habis dan ikan menjadi mudah stres. 

Kondisi kolam yang terlalu padat juga memicu persaingan ketat dalam mendapatkan makanan dan ruang hidup. Akibatnya, pertumbuhan ikan mas menjadi tidak merata dan risiko penyebaran penyakit meningkat drastis. Sebaiknya jumlah ikan disesuaikan dengan volume air agar setiap ekor mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh optimal.

2. Pemberian Pakan yang Tidak Terkontrol

Kesalahan umum lainnya adalah memberikan pakan dalam jumlah berlebihan karena menganggap ikan akan lebih cepat besar. Pakan yang tidak habis dimakan akan tenggelam dan membusuk di dasar kolam terpal. Sisa pakan tersebut kemudian berubah menjadi racun amonia yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup ikan mas. 

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit namun rutin sesuai dengan nafsu makan ikan. Jika ikan sudah terlihat tidak lagi menyambar pelet, segera hentikan pemberian pakan untuk menjaga kebersihan air. Manajemen pakan yang buruk hanya akan membuang biaya dan merusak kualitas ekosistem di dalam kolam.

3. Mengabaikan Proses Netralisasi Kolam Baru

Sering kali kolam terpal yang baru dibeli langsung diisi air dan benih tanpa melalui proses pembersihan terlebih dahulu. Material terpal baru biasanya masih mengandung residu kimia dari pabrik yang bersifat racun bagi ikan. Jika langsung digunakan, benih ikan sering kali mengalami kematian massal hanya dalam waktu beberapa hari. 

Langkah yang benar adalah mencuci terpal hingga bersih dan merendamnya dengan air selama beberapa hari sebelum digunakan. Air rendaman pertama ini harus dibuang untuk memastikan sisa-sisa bahan kimia berbahaya telah hilang sepenuhnya. Persiapan awal yang terburu-buru sering menjadi penyebab utama kegagalan di awal masa budidaya.

4. Jarang Memantau Kualitas Air

Peternak terkadang malas mengecek kondisi air secara rutin karena menganggap air yang terlihat tenang berarti baik-baik saja. Padahal pada kolam terpal kecil, kualitas air dapat berubah dengan sangat cepat akibat suhu udara atau penumpukan kotoran. Air yang jarang diganti akan menjadi sarang bakteri dan parasit yang dapat menyerang kesehatan ikan mas. 

Perubahan warna air yang sangat pekat atau bau yang menyengat adalah tanda bahwa kondisi air sudah buruk. Melakukan pergantian air secara berkala sebanyak 20-30 persen sangat penting untuk menyegarkan kembali lingkungan kolam. Kelalaian dalam menjaga kebersihan air sering kali menyebabkan ikan kehilangan nafsu makan dan mati secara mendadak.

Pertanyaan Umum tentang Budidaya Ikan Mas

1. Berapa kali sehari ikan mas harus diberi makan?

Ikan mas sebaiknya diberi makan sebanyak 2 - 3 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari secara rutin. Berikan pakan secukupnya agar tidak ada sisa pelet yang mengendap di dasar kolam dan merusak kualitas air.

2. Berapa banyak ikan mas yang boleh dimasukkan ke kolam terpal kecil?

Idealnya, isilah kolam dengan 20-30 ekor ikan untuk setiap satu meter kubik air agar ikan memiliki ruang gerak yang cukup. Jangan memasukkan terlalu banyak ikan karena bisa membuat mereka stres, kekurangan oksigen, dan menghambat pertumbuhan.

3. Kapan sebaiknya air kolam terpal diganti?

Air kolam perlu diganti sebagian, sekitar 30 persen saja, setiap 1 atau 2 minggu sekali atau saat air sudah mulai berbau dan keruh. Penggantian air secara berkala sangat penting untuk membuang racun amonia dari sisa pakan dan menjaga ikan tetap sehat.

4. Apakah harus menggunakan mesin oksigen atau aerator?

Penggunaan mesin oksigen sangat disarankan pada kolam terpal kecil agar ikan bisa bernapas dengan lebih lega dan tetap lincah. Namun, jika jumlah ikan sangat sedikit, cukup pastikan air tetap bersih dan terdapat sedikit sirkulasi agar oksigen alami tetap terjaga.

5. Berapa lama waktu tunggu sampai ikan mas bisa dipanen?

Ikan mas biasanya sudah siap dipanen dalam waktu 3 - 4 bulan jika diberikan pakan berkualitas dan dirawat dengan baik. Masa panen bisa lebih cepat jika benih yang ditebar sejak awal sudah berukuran agak besar dan kondisi air selalu bersih.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya