Viral Video ASN Maki-Maki Bapak Tua di Lampung Timur, Ternyata Begini Fakta Sebenarnya

Video sosok berseragam dinas aparatur sipil negara (ASN) memaki bapak tua pengendara sepeda di Lampung Timur menjadi viral di media sosial.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 27 Januari 2026, 17:01 WIB
Potongan gambar video ASN memaki-maki bapak tua pengendara sepeda yang viral di media sosial. (Liputan6.com/ Ardi Munthe)

 

Liputan6.com, Lampung Timur - Video sosok berseragam dinas aparatur sipil negara (ASN) memaki orang tua pengendara sepeda di Lampung Timur menjadi viral di media sosial. Video itu sempat membuat gaduh jagat maya di Lampung Timur karena menyentil sisi emosional banyak orang. Namun usut punya usut video tersebut hanyalah konten parodi yang diproduksi akun YouTube Tawakal TV.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video yang sempat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat itu.

"Kami Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menanggapi video yang viral dan beredar, yang sempat dianggap memperlihatkan seorang ASN memaki orang tua pengendara sepeda. Setelah dilakukan klarifikasi, ternyata diketahui bahwa video tersebut merupakan konten parodi, bukan kejadian nyata," kata Ela kepada Liputan6.com, Selasa (27/1/2026).

Ela menjelaskan, potongan video yang tersebar tanpa konteks membuat masyarakat salah memahami isi konten tersebut.

"Karena terpotong dan tersebar tanpa konteks, video itu menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," jelasnya.

Ela mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Timur untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, serta selalu memastikan kebenaran sumber sebelum mempercayainya," katanya.

Pemkab Lampung Timur, lanjut Ela, berkomitmen menjaga kepercayaan publik dan meluruskan informasi yang tidak benar.

 

Berujung Minta Maaf

Sementara itu, perwakilan kru Tawakal TV juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat video tersebut. Mereka menegaskan bahwa pemeran dalam video bukan aparatur sipil negara maupun pegawai instansi pemerintah.

"Kami dari kru Tawakal TV memohon maaf kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat atas kegaduhan yang terjadi di media sosial mengenai video yang menggunakan seragam dinas. Video tersebut hanya merupakan konten YouTube kami, dan pemeran di dalam video tersebut bukan pegawai Pemda ataupun instansi manapun," ujar perwakilan kru.

Mereka menjelaskan, video asli diambil pihak lain tanpa izin, kemudian dipotong dan diunggah ulang dengan narasi berbeda sehingga menimbulkan kesan seolah peristiwa itu benar terjadi.

“Video kami diambil tanpa izin, dipotong, dan diunggah ulang dengan narasi yang berbeda sehingga maknanya berubah. Kejadian tersebut tidak benar terjadi dan video tersebut disalahgunakan oleh akun yang tidak bertanggung jawab untuk keuntungan pribadi,” jelasnya.

Kru Tawakal TV menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk menjelek-jelekanA instansi manapun melalui konten tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya