Banyak Jalan Berlubang di Jakarta Akibat Cuaca Ekstrem Belum Diperbaiki, Ini Penjelasan Pramono

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan alasan belum memperbaiki jalan yang rusak atau berlubang karena cuaca ekstrem saat ini.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 27 Januari 2026, 15:21 WIB
Pengendara motor menghindari jalan rusak dan berlubang saat melintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/10/2022). Minimnya pengawasan dan perawatan dari pihak terkait menyebabkan jalan rusak dan berlubang imbas proyek pembangunan stasiun LRT Jabodebek tersebut sudah terjadi sejak dua bulan lalu yang dapat menimbulkan kecelakaan serta mengancam keselamatan pengendara. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan belum memperbaiki jalan yang rusak atau berlubang karena cuaca ekstrem saat ini. Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga ingin segera melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang.

"Tetapi karena sampai dengan tanggal 1 (Februari) curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas kembali,” kata Pramono di Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).

Pramono sempat meminta agar jalan di Jalan Gatot Subroto diperbaiki. Namun ternyata, menambal jalan saja tak cukup untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Kenapa kemudian harus dilakukan yang lebih. Bukan hanya menambal, tetapi membuat aspal yang baru. Dan itu perlu waktu,” ujar Pramono.

Apabila cuaca sudah membaik, Pramono berjanji segera meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk memperbaiki jalan-jalan di Jakarta yang rusak akibat hujan.

Pramono mengatakan, biaya perbaikan bukan menjadi masalah bagi Jakarta sehingga perbaikan dapat segera dilakukan jika cuaca ekstrem sudah berlalu.

Upaya Mitigasi Banjir

Hingga saat ini Pemerintah Jakarta masih melakukan upaya-upaya mitigasi banjir. Bahkan, Pramono juga telah memerintahkan agar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diperpanjang hingga 1 Februari mendatang.

Hal itu karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih akan melanda Jakarta.

Selain melakukan OMC, Pemerintah Jakarta juga melakukan normalisasi sungai sebagai upaya penanganan banjir jangka panjang. Salah satunya adalah normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, yang ditargetkan selesai pada 2027.

Pekerjaan normalisasi dilakukan secara bertahap sejak Oktober 2024 dan ditargetkan rampung pada November 2027, dengan total target volume sedimentasi yang dikeruk sekitar 45.000 meter kubik. Hingga saat ini, pengerukan telah mencapai sekitar 13.000 meter kubik (m3).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya