Tiongkok Tetapkan Standar Wajib Nasional untuk Sistem Kemudi Steer-by-Wire

Mulai 1 Juli 2026, Tiongkok memberlakukan standar nasional baru untuk sistem kemudi elektronik (steer-by-wire) guna meningkatkan keselamatan, dan keandalan

oleh Azkal Azkia NurrohmatDiterbitkan 29 Januari 2026, 19:08 WIB
Pembuat mobil listrik asal Tiongkok, XPeng Motors, resmi memasuki lima pasar baru di Eropa, yaitu Swiss, Austria, Hungaria, Slovenia, dan Kroasia (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - Administrasi Negara untuk Pasar Tiongkok merilis standar wajib nasional yang bertajuk “Persyaratan Dasar untuk Sistem Kemudi Otomotif” yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Standar tersebut menguraikan persyaratan teknis, metode pengujian untuk sistem kemudi elektronik (steer-by-wire/SbW) otomotif, dan persyaratan keselamatan. 

Adapun SbW tersebut berbeda dengan sistem kemudi tradisional yang tidak menggunakan teknologi mekanik dan hidrolik, tetapi mengandalkan elektronik untuk mengontrol operasi kendaraan.

Disitat dari laman Carnewschina yang mengutip TechSci Research, pasar SbW otomotif akan berkembang dari 4,61 miliar USD pada 2025 menjadi 7,21 miliar USD pada 2031. Hal tersebut dikarenakan teknologi cerdas telah menjadi tren utama dalam pengembangan otomotif. 

Mobil pintar tidak hanya mewakili pengemudi dan elektrifikasi, tetapi juga konektivitas cerdas yang terdapat di dalamnya. SbW merupakan komponen penting dari kendaraan pintar karena presisinya, kemampuan manuvernya, dan fleksibilitas desainnya yang lebih tinggi. 

Standar nasional Tiongkok terbagi menjadi empat bagian utama yang memiliki fokusnya masing-masing. 

Standar yang pertama adalah “Penguatan Jaminan Keselamatan” yang berfokus pada peningkatan penanganan kegagalan untuk sistem kemudi elektronik, serta memperjelas strategi respons keselamatan dalam berbagai skenario kegagalan. 

Kedua adalah “Mekanisme Alarm” yang ditingkatkan guna mengklarifikasi metode alarm untuk kinerja yang tidak memadai dari sistem SbW, serta mengurangi risiko dan memastikan pengoperasian SbW aman dalam jangka panjang. 

Ketiga adalah “Pengoperasian yang Andal” sebagai pengingat meningkatnya ketergantungan sistem mengemudi pada kontrol elektronik karena dikendalikan sepenuhnya oleh perangkat lunak. 

Pada bagian ini, sistem kontrol menguraikan persyaratan keselamatan fungsional untuk sistem kontrol elektronik kemudi serta mencegah risiko yang tidak wajar karena kelainan fungsional sistem listrik. 

Keempat atau yang terakhir adalah “Penguatan Implementasi Standar” yang berfokus pada penegakan standar dengan persyaratan yang dimodifikasi guna uji verifikasi keselamatan fungsional. 

Tak hanya itu, klarifikasi juga dilakukan untuk memberikan dasar teknis bagi lembaga pengujian dan inspeksi untuk melakukan peninjauan dokumen, evaluasi, dan verifikasi pengujian yang relevan. 

Standar Baru Perkuat Keselamatan dan Keandalan Sistem Kemudi Elektronik

Penerbitan standar wajib nasional ini menandai langkah serius Tiongkok dalam memperkuat fondasi keselamatan kendaraan pintar, khususnya pada sistem kemudi steer-by-wire (SbW) yang sepenuhnya bergantung pada kontrol elektronik.

Dengan menetapkan persyaratan teknis, metode pengujian, serta mekanisme respons terhadap kegagalan sistem, regulasi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko operasional sekaligus meningkatkan keandalan SbW dalam jangka panjang.

Standar tersebut juga menjadi acuan penting bagi produsen otomotif dan lembaga pengujian untuk memastikan kesiapan teknologi kemudi elektronik sebelum diterapkan secara luas di pasar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya