Rombak Massal Pejabat Bea Cukai, Purbaya Bakal Kasih Kejutan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah untuk melakukan perombakan massal di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 27 Januari 2026, 14:15 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa inspeksi mendadak (sidak) ke Posko Bea Cukai di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (13/10/2025). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah untuk melakukan perombakan massal di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Aksi tersebut bakal menyasar sejumlah pejabat Bea Cukai di luar Direktur Jenderal (Dirjen), terutama yang bergerak pada bidang kepabeanan di pelabuhan.

"Bea Cukai akan saya kasih kejutan agak drastis, mungkin beberapa hari lagi atau besok. Saya ganti semua pejabatnya selain dirjen, di sekeliling dirjen saya tukar semuanya," seru Purbaya di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

"Terus seluruh kepala pelabuhan, kakanwil yang ngawasin pelabuhan, saya ganti semua. Sebagian saya rumahin," dia menegaskan.

Pernyataan ini diberikan sebagai pesan kepada para jajarannya. Sebab, ia percaya bahwa pegawai cukai punya kemampuan mumpuni dalam mengawal sektor penerimaan negara.

Purbaya lantas mencontohkan kesuksesan timnya dalam membangun program berbasis Artificial Intelligence (AI), untuk mendeteksi penagihan kurang dari nilai sebenarnya (underinvoicing) dalam waktu singkat.

Sehingga, ia bakal memberikan terapi kejut sebagai pemantik agar pegawai Ditjen Bea Cukai lebih disiplin. "Jadi kita punya harapan tapi perlu shock therapy supaya mereka kerja lebih keras," kata Purbaya.

 

Ganti Bea Cukai dengan Perusahaan Swiss

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa inspeksi mendadak (sidak) ke Posko Bea Cukai di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (13/10/2025). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Purbaya mengklaim dirinya tidak main-main atas ancaman tersebut. Langkah serius bakal dilakukannya pada tahun ini jika kinerja Bea Cukai masih belum sesuai harapan.

Oleh karenanya, ia meminta arahan tersebut didengar betul oleh para jajaran di bawahnya. Lantaran, Presiden Prabowo Subianto bakal mengalihkan tugas DJBC kepada perusahaan inspeksi global asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS) jika gagal melakukan reformasi di tubuh bea cukai.

"Ini untuk saya merupakan ancaman yang serius. Karena Pak Presiden bilang, kalau Bea Cukainya enggak betul, tahun ini, mungkin akhir tahun diganti dengan SGS," kata Purbaya pada kesempatan sama.

 

Ancaman Serupa untuk DJP

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (15/10/2025). (Liputan6.com/Tira)  

Purbaya turut memberikan ancaman serupa kepada DJP. Kini ia mengaku lebih punya power untuk membenahi jajarannya jika target penerimaan negara tidak tercapai di tahun ini.

"Tahun ini saya enggak bisa bilang saya menteri baru. Kalau enggak beres pasti saya yang disikat duluan. Tapi sebelum saya disikat, saya sikat ajak Dirjen Pajaknya sama Dirjen Bea Cukainya duluan," dia menekankan.

Namun, ia berkata dengan nada optimistis bahwa bawahannya mau bekerja keras mengikuti arahannya. "Kami sudah berkomitmen untuk memperbaiki pekerjaan kami, Pak Bimo (Dirjen Pajak) dan Pak Bea Cukai untuk lebih baik di tahun 2026," ucapnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya