29 Orang Tewas Akibat Badai Musim Dingin Hebat di Amerika Serikat

Cuaca dingin ekstrem yang melanda sekitar dua per tiga wilayah AS diperkirakan belum akan berakhir.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 27 Januari 2026, 08:22 WIB
Seorang pria membersihkan salju yang menimbun sebuah mobil di kawasan Beacon Hill, Boston, Amerika Serikat, setelah badai musim dingin menumpahkan lebih dari 30 sentimeter salju di wilayah tersebut, Senin (26/1/2026). (Dok. AP/Charles Krupa)

Liputan6.com, Washington, DC - Banyak warga Amerika Serikat (AS) kembali menghadapi malam dengan suhu di bawah titik beku tanpa aliran listrik setelah badai musim dingin hebat kembali menumpuk salju di wilayah Timur Laut dan membuat sebagian wilayah Selatan tertutup lapisan es. Sedikitnya 29 orang dilaporkan tewas di sejumlah negara bagian yang terdampak cuaca dingin ekstrem tersebut.

Tumpukan salju tebal—lebih dari satu kaki atau sekitar 30 sentimeter—membentang sekitar 2.100 kilometer dari Arkansas hingga New England. Kondisi ini melumpuhkan lalu lintas, menyebabkan pembatalan penerbangan, serta memicu penutupan sekolah secara luas pada hari Senin (26/1/2026).

Layanan Cuaca Nasional AS menyatakan bahwa wilayah di utara Pittsburgh mengalami curah salju hingga sekitar 50 sentimeter dan menghadapi suhu angin dingin mencapai minus 31 derajat Celsius dari Senin malam hingga Selasa (27/1). 

Layanan cuaca menyampaikan pada hari Senin bahwa gelombang baru udara Arktik diperkirakan akan mempertahankan suhu beku di wilayah yang sudah tertutup salju dan es. Para peramal cuaca juga menyebutkan adanya kemungkinan badai musim dingin lain akan melanda sebagian Pantai Timur pada akhir pekan ini.

Hingga Senin malam, menurut data dari poweroutage.com, lebih dari 670.000 pelanggan di seluruh negeri masih mengalami pemadaman listrik. Sebagian besar pemadaman terjadi di wilayah Selatan, di mana hujan es pada akhir pekan menyebabkan dahan pohon dan jaringan listrik patah, sehingga menimbulkan pemadaman parah di Mississippi bagian utara dan beberapa wilayah Tennessee.

Sebagian wilayah Mississippi masih bergulat dengan dampak badai es terburuk sejak tahun 1994. Pada hari Senin, para pejabat setempat berupaya menyediakan tempat tidur lipat, selimut, air minum kemasan, dan generator ke pusat-pusat penghangat di daerah yang paling terdampak.

Universitas Mississippi membatalkan seluruh kegiatan perkuliahan selama satu minggu penuh karena sebagian besar mahasiswa harus bertahan tanpa listrik di kampus Oxford yang tertutup lapisan es berbahaya. Wali Kota Oxford, Robyn Tannehill, menuliskan di media sosial bahwa begitu banyak pohon, dahan, dan kabel listrik yang tumbang hingga "terlihat seperti ada tornado yang melintas di setiap jalan"

 

Secara nasional, menurut pelacak penerbangan FlightAware, AS mengalami lebih dari 11.000 keterlambatan dan pembatalan penerbangan pada hari Senin. Sehari sebelumnya, menurut perusahaan analitik penerbangan Cirium, sebanyak 45 persen penerbangan di AS dibatalkan, menjadikannya hari dengan pembatalan penerbangan tertinggi sejak pandemi COVID-19.

Salju ringan hingga sedang masih diperkirakan akan turun di wilayah New England hingga Senin malam.

Kota New York mengalami hari bersalju terlebat dalam beberapa tahun terakhir, dengan sejumlah lingkungan mencatat ketebalan salju antara sekitar 20 hingga 38 sentimeter. Meski sekolah umum ditutup, sekitar 500.000 siswa diminta mengikuti pembelajaran daring pada hari Senin. Hari libur karena salju di sistem sekolah negeri terbesar di AS tersebut berangsur hilang sejak pembelajaran jarak jauh menjadi umum selama pandemi COVID-19.

Cuaca Dingin Ekstrem Mencengkeram Sebagian Besar Wilayah AS

Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan, pemadaman listrik, serta penutupan jalan dan bandara. Tampak dalam foto, pemandangan Union Station saat salju turun di Washington, DC, pada Minggu 25 Januari 2026. (Amid FARAHI/AFP)

Setelah badai berlalu, udara dingin ekstrem menyusul. Komunitas di wilayah Midwest, Selatan, dan Timur Laut terbangun pada hari Senin dengan suhu di bawah nol. Seluruh wilayah 48 negara bagian di daratan utama AS diperkirakan mencatat rata-rata suhu terendah minus 12,3 derajat Celsius, yang merupakan suhu terdingin sejak Januari 2014.

Di wilayah Nashville, Tennessee, aliran listrik kembali pulih bagi ribuan rumah dan tempat usaha pada hari Senin. Namun, lebih dari 170.000 rumah lainnya terbangun tanpa listrik di tengah suhu beku semalaman. Banyak hotel dilaporkan penuh oleh warga yang mengungsi dari rumah mereka yang gelap dan dingin.

Alex Murray memesan kamar hotel di Nashville untuk keluarganya agar mereka memiliki freezer yang berfungsi untuk menyimpan ASI perah guna memberi makan bayi perempuan mereka yang berusia enam bulan. Mengantisipasi pemulihan listrik yang memakan waktu lama di rumahnya, Murray berencana memperpanjang masa menginap hingga hari Rabu (28/1).

"Saya tahu ada banyak orang yang mungkin tidak bisa menemukan tempat menginap, tidak mampu membayar, atau bahkan tidak bisa bepergian," ujar Murray pada hari Senin. "Kami merasa sangat beruntung."

Korban Jiwa di Berbagai Negara Bagian

Layanan Cuaca Nasional memperingatkan bahwa ketebalan salju akhir bisa mencapai 14 inci di New York City pada Senin 26 Agustus 2026, jumlah salju tertinggi sejak 2021. Tampak dalam foto, pemandangan Gedung Capitol AS saat salju turun di Washington, DC, pada Minggu 25 Januari 2026. (Amid FARAHI/AFP)

Di Kota New York, kantor Wali Kota Zohran Mamdani menyatakan bahwa sedikitnya delapan orang ditemukan meninggal di luar ruangan saat suhu turun drastis antara Sabtu hingga Senin pagi, meskipun penyebab kematian mereka masih dalam penyelidikan.

Di Emporia, Kansas, polisi menemukan seorang guru berusia 28 tahun meninggal dunia dan tertutup salju setelah melakukan pencarian dengan bantuan anjing pelacak. Polisi mengatakan perempuan tersebut terakhir terlihat meninggalkan sebuah bar tanpa membawa mantel dan telepon genggamnya.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa kendaraan pembersih salju mundur dan menabrak dua orang hingga tewas di Norwood, Massachusetts, dan Dayton, Ohio. Negara bagian Arkansas dan Texas masing-masing melaporkan dua korban jiwa, termasuk kecelakaan seluncur salju yang menewaskan seorang remaja di masing-masing negara bagian.

Pejabat setempat melaporkan empat kematian di Tennessee; masing-masing tiga kematian di Louisiana dan Pennsylvania; dua kematian di Mississippi; serta satu kematian masing-masing di New Jersey dan Carolina Selatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya