Thomas Djiwandono Resmi Terpilih Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia

Komisi XI DPR RI melalui Rapat Internal telah memutuskan untuk menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 26 Januari 2026, 18:44 WIB
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI melakukan uji uji kelayakan dan kepatutan para calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Sabtu (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026). Tampak dalam foto, Wakil Menteri Keuangan yang juga Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di ruang Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Rapat internal Komisi XI menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Penetapan itu dilakukan setelah melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) kepada tiga calon kandidat.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan, keputusan itu disepakati dalam rapat internal Komisi XI hanya sekitar 30 menit usai proses fit and proper test rampung.

"Telah dilakukan kemudian kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat, dan kemudian dimasukkan dalam rapat internal di Komisi XI, bahwa yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono," ujarnya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Usai penetapan itu, keputusan final bersama akan dibawa oleh Komisi XI untuk disahkan dalam rapat paripurna pada Selasa (27/1/2026) besok.

Misbakhun menyampaikan, ada beberapa alasan anggota parlemen memilih keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai pejabat baru Bank Indonesia. Selain alasan politik, Thomas Djiwandono dipercaya mampu membangun sinergi erat antara sektor fiskal dan moneter.

"Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik. Figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Sehingga memberikan penguatan terhadap pertumbuhan ekonomi itu seperti apa," tuturnya.

"Dan bagaimana membangun agile, katanya kelincahan dalam proses pengambilan keputusan. Menurut saya memang itu isu yang sedang kuat saat ini, bagaimana membangun sinergi yang saling menguatkan antara monetary policy dan fiscal policy," imbuh Misbakhun.

Profil Thomas Djiwandono

Dua kandidat yang tersingkir, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro yang merupakan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia. Tampak dalam foto, Wakil Menteri Keuangan yang juga Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di ruang Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Merdeka.com/Arie Basuki)

Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, lahir pada 7 Mei 1972 di Jakarta. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia, dan Biantiningsih Miderawati, yang juga merupakan kakak kandung Prabowo Subianto. Dengan latar belakang keluarga yang kuat, Thomas memiliki jejak yang cemerlang dalam karir dan politik.

Thomas Djiwandono dikenal sebagai seorang Katolik yang menikah dan memiliki tiga orang anak. Ia merupakan cicit dari R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 46. Keluarganya yang terlibat dalam dunia ekonomi dan politik menjadikannya salah satu tokoh I yang diperhitungkan di Indonesia.

Pendidikan Thomas dimulai dari SMP Kanisius di Menteng, Jakarta, sebelum melanjutkan ke Haverford College di Pennsylvania, Amerika Serikat, untuk meraih gelar sarjana di bidang Sejarah. Ia kemudian melanjutkan studi di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS) di Washington, D.C., dengan fokus pada Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional.

 

 

Karier Thomas Djiwandono

Hal ini diumumkan Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun usai uji kelayakan dan kepatutan para calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Tampak dalam foto, Wakil Menteri Keuangan yang juga Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di ruang Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Merdeka.com/Arie Basuki)

Karier Thomas dimulai di dunia jurnalisme sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada tahun 1993. Setahun kemudian, ia bergabung dengan Indonesia Business Weekly sebagai jurnalis. Namun, kariernya beralih ke sektor keuangan ketika ia bekerja sebagai analis keuangan di NatWest Market, Jakarta, dari tahun 1996 hingga 1999, dan kemudian di Wheelock NatWest Securities di Hong Kong.

Setelah itu, Thomas beralih menjadi konsultan di Castle Asia pada tahun 1999 hingga 2000, sebelum bergabung dengan Comexindo Internasional. Di Comexindo, ia menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dari tahun 2004 hingga 2008, lalu sebagai Deputi CEO dari 2008 hingga 2009, dan akhirnya menjabat sebagai CEO dari tahun 2010 hingga 2024.

Selain itu, Thomas juga menjabat sebagai Deputi CEO di Arsari Group dari tahun 2011 hingga 2024. Dalam dunia politik, ia telah menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra sejak tahun 2008 dan memainkan peran penting dalam Koalisi Merah Putih (KMP) selama Pilpres 2014, khususnya dalam hal logistik.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya