Liputan6.com, Jakarta - Berkebun hidroponik di rumah kini bisa dilakukan dengan cara yang lebih praktis dan ekonomis menggunakan spons dapur sebagai pengganti rockwool. Spons memiliki keunggulan pada daya serap air yang tinggi serta sirkulasi udara yang baik untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman.
Proses pengolahannya sangat sederhana karena spons hanya perlu dipotong sesuai ukuran dan dibasahi sebelum digunakan sebagai tempat semai. Teknik ini menjadi solusi cerdas untuk memulai hobi menanam sayuran hijau dengan modal minimal namun tetap efektif. Simak panduan lengkap mengenai cara mengolah spons dapur menjadi media tanam yang efektif agar tanaman sayur dapat tumbuh subur dan sehat di artikel Liputan6.com Selasa (27/1/2026) berikut ini.
Advertisement
Cara Membuat Media Tanam Sederhana Spons Dapur
Alat dan Bahan:
- Spons cuci piring
- Guntung atau cutter
- Penggaris
- Nampan atau wadah
- Air bersih
- Benih tanaman sayur
Langkah-Langkah Pembuatan:
1. Potong spons menjadi bentuk dadu dengan ukuran sekitar 2,5 cm x 2,5 cm. Pastikan ukuran ini pas dan tidak terlalu longgar saat nantinya dimasukkan ke dalam lubang tanam atau net pot.
2. Gunakan ujung gunting atau pisau untuk membuat sayatan sedalam 0,5 cm di bagian tengah atas setiap potongan spons. Lubang ini berfungsi sebagai tempat melekatnya benih agar tidak mudah bergeser.
3. Rendam seluruh potongan spons ke dalam wadah berisi air bersih, lalu remas perlahan agar air terserap sempurna ke dalam pori-pori. Setelah itu, angkat dan biarkan spons tetap basah tanpa perlu diperas terlalu kuat.
4. Letakkan satu hingga dua butir benih ke dalam lubang sayatan yang sudah dibuat menggunakan bantuan pinset atau lidi basah. Pastikan benih masuk ke dalam celah spons agar kelembapannya terjaga dengan baik.
5. Susun spons yang sudah berisi benih di dalam nampan, lalu letakkan di area yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung hingga benih mulai berkecambah.
Keuntungan Utama Spons Dapur untuk Media Tanam
Harga Sangat Terjangkau
Dibandingkan dengan media tanam khusus seperti rockwool atau cocopeat, spons dapur jauh lebih murah dan mudah ditemukan di toko kelontong maupun minimarket terdekat.
Daya Serap Air yang Baik
Struktur pori pada spons dirancang untuk mengikat cairan dalam jumlah banyak, sehingga kelembapan benih tetap terjaga dengan konsisten tanpa perlu sering disiram.
Sirkulasi Udara Maksimal
Rongga-rongga udara di dalam spons memberikan ruang bagi akar untuk bernapas dengan baik, yang sangat penting untuk mencegah pembusukan akar di tahap awal pertumbuhan.
Mudah Dibentuk
Tekstur spons yang lentur membuatnya sangat mudah dipotong atau disesuaikan dengan berbagai ukuran wadah, mulai dari gelas plastik bekas hingga net pot hidroponik standar.
Kebersihan Terjaga
Berbeda dengan tanah yang bisa mengotori area rumah, spons dapur cenderung lebih bersih, higienis, dan tidak meninggalkan residu lumpur saat digunakan di dalam ruangan.
Memudahkan Pemindahan Tanam
Saat benih sudah cukup besar, seluruh bagian spons bisa langsung dipindahkan ke sistem hidroponik atau pot yang lebih besar tanpa harus mencabut akar, sehingga tanaman tidak mudah stres.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1. Apakah bagian kasar pada spons cuci piring harus dibuang?
Ya, sangat disarankan untuk melepas lapisan kasar yang biasanya berwarna hijau dan menempel pada spons. Lapisan tersebut memiliki tekstur yang terlalu padat sehingga dapat menghambat pertumbuhan akar tanaman dan menyulitkan proses pemotongan spons menjadi bagian-bagian kecil.
2. Apakah semua jenis spons dapur aman digunakan untuk tanaman?
Gunakan spons dapur biasa yang masih baru dan belum terpapar sabun atau bahan kimia pembersih. Hindari menggunakan spons yang mengandung zat anti-bakteri tambahan atau pewangi sintetis karena zat-zat tersebut berisiko menghambat perkecambahan benih atau merusak nutrisi tanaman.
3. Berapa lama spons dapur bisa bertahan sebagai media tanam?
Spons dapur umumnya bertahan selama satu siklus tanam, mulai dari semai hingga panen (sekitar 1-3 bulan tergantung jenis sayuran). Karena akar tanaman akan tumbuh menyatu dan menembus serat-serat spons, media ini biasanya tidak bisa digunakan kembali untuk penanaman berikutnya agar tidak merusak akar bibit baru.
4. Mengapa bibit di dalam spons sering tumbuh tinggi tapi batangnya lemas?
Kondisi ini biasanya terjadi karena kurangnya cahaya matahari setelah benih pecah (sprout). Meskipun penyemaian dilakukan di tempat teduh, segera pindahkan nampan ke area yang terkena sinar matahari pagi setelah muncul tunas agar batang tanaman tumbuh kuat dan kokoh.
5. Bagaimana cara mencegah timbulnya lumut pada permukaan spons?
Lumut tumbuh karena adanya kombinasi antara air, nutrisi, dan cahaya matahari yang berlebihan. Untuk meminimalkan lumut, pastikan tidak memberikan larutan nutrisi terlalu dini dan cukup berikan air biasa saat awal semai. Selain itu, usahakan agar bagian atas spons tidak selalu tergenang air secara berlebihan.