Saham ANTM Terbang saat Harga Emas Cetak Rekor Lagi

Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga saham ANTM melonjak di atas kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin, (26/1/2026) seiring lonjakan harga emas.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Januari 2026, 13:10 WIB
Berikut pergerakan harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Senin, (26/1/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melesat signifikan pada perdagangan saham sesi pertama, Senin (26/1/2026). Kenaikan harga saham ANTM terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau dan harga emas sentuh rekor tertinggi.

Mengutip data RTI, harga saham ANTM ditutup naik 12,82% pada sesi pertama ke posisi Rp 4.840 per saham. Harga saham ANTM dibuka naik 110 poin ke posisi Rp 4.400 per saham. Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 4.970 dan level terendah Rp 4.400 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 102.124 kali. Total volume perdagangan saham 3.879.715 saham. Nilai transaksi harian Rp 1,8 triliun.

Sementara itu, IHSG pada sesi pertama, naik 0,24% ke posisi 8.972,11. Indeks saham LQ45 menguat 0,69% ke posisi 879,60. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. IHSG berada di level tertinggi 9.058,04 dan level terendah 8.957,68.

Adapun saham ANTM masuk dalam rekomendasi sejumlah analis. Bahkan harga saham ANTM sudah berada di atas target harga.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memilih saham ANTM dengan spekulasi buy di area beli 4.270-4.290. Cut loss di bawah 4.200. Target dekat di 4.320-4.500.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono merekomendasikan untuk buy on weakness saham ANTM. Sebelumnya saham ANTM naik 1,66% ke 4.290 namun masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. Kami memperkirakan, posisi ANTM saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii].

  • Buy on Weakness: 4.200-4.280
  • Target Price: 4.440, 4.580
  • Stoploss: below 4.200

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Harga Emas Dunia Sentuh USD 5.000

Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, harga emas dunia memperpanjang rekor kenaikan seiring investor mencari safe haven di logam mulia. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko fiskal global.

Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot dan kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk Februari naik 1,2%. Harga emas dunia diperdagangkan masing-masing USD 5.042 dan USD 5.036.

Lonjakan harga logam mulia ini terjadi karena titik-titik konflik baru-baru ini dari Greenland dan Venezuela hingga Timur Tengah menggarisbawahi risiko geopolitik yang lebih tinggi, memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian.

“Kenaikan harga emas dan perak baru-baru ini terjadi karena masalah geoekonomi terkait Greenland,” tulis HSBC dalam sebuah catatan pekan lalu.

Perak juga menguat pada hari Senin, dengan harga spot melonjak 3% menjadi USD 106,1 per ounce, juga diuntungkan oleh permintaan industri.

Analis di Union Bancaire Privée (UBP) mengatakan pada Jumat kalau harga telah naik karena permintaan yang berkelanjutan dari pembeli institusional dan ritel.

“Kami memperkirakan emas akan menikmati tahun yang kuat lagi, mencerminkan permintaan investasi bank sentral dan ritel yang berkelanjutan, dengan target harga akhir tahun sebesar USD 5.200 per ons,” kata UBP.

 

Permintaan Emas

Seorang karyawan memegang beberapa perhiasan emas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pada Rabu 14 Januari 2026. Pada Rabu (14/1/2026), harga emas dan perak terus menguat mencapai level tertinggi. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Goldman Sachs melihat basis permintaan emas telah meluas di luar saluran tradisional. Kepemilikan ETF Barat telah meningkat sekitar 500 ton sejak awal 2025, sementara instrumen baru yang digunakan untuk melindungi risiko kebijakan makro, termasuk pembelian fisik oleh keluarga kaya, telah menjadi sumber permintaan yang semakin penting.

Bank investasi tersebut baru-baru ini menaikkan perkiraan harga emas Desember 2026 menjadi USD 5.400 per ounce, naik dari USD 4.900 sebelumnya, dengan alasan bahwa lindung nilai terhadap risiko makro dan kebijakan global telah menjadi "lengket," yang secara efektif menaikkan titik awal harga emas tahun ini.

Pembelian oleh bank sentral juga tetap kuat. Goldman memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral sekarang rata-rata sekitar 60 ton per bulan, jauh di atas rata-rata sebelum 2022 sebesar 17 ton, dengan bank sentral negara berkembang terus mengalihkan cadangan mereka ke emas.

Yang terpenting, bank tersebut berasumsi lindung nilai terhadap risiko kebijakan makro global, termasuk kekhawatiran seputar keberlanjutan fiskal, akan tetap berlaku hingga tahun 2026, tidak seperti lindung nilai terkait pemilu yang dengan cepat berakhir setelah pemilu AS pada akhir 2024.

“Kami berasumsi bahwa lindung nilai terhadap risiko kebijakan makro global tetap stabil karena risiko yang dirasakan ini (misalnya, keberlanjutan fiskal) mungkin tidak sepenuhnya terselesaikan pada tahun 2026,” kata Goldman pekan lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya