Cara Mengolah Kulit Rambutan Jadi Pupuk, Resep Praktis untuk Nutrisi Tanaman

Pelajari cara mengolah kulit rambutan jadi pupuk organik dengan resep praktis untuk meningkatkan nutrisi tanaman dan mengurangi limbah rumah tangga

oleh MirantiDiterbitkan 26 Januari 2026, 14:20 WIB
Ilustrasi buah rambutan 2/freepik.com

Liputan6.com, Jakarta - Musim rambutan seringkali menyisakan tumpukan kulit buah yang berakhir di tempat sampah. Namun, tahukah Anda bahwa limbah yang sering dianggap tidak berguna ini menyimpan potensi luar biasa sebagai pupuk organik? Pemanfaatan kulit rambutan dapat menjadi solusi cerdas untuk mengurangi sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

Inovasi dalam pengelolaan limbah pertanian terus berkembang, dan kulit rambutan kini dilirik sebagai bahan baku pupuk yang efektif. Kandungan nutrisi esensial di dalamnya sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, menjadikannya alternatif ramah lingkungan pengganti pupuk kimia. Dengan demikian, kita tidak hanya berkontribusi pada kelestarian lingkungan tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomis.

Artikel ini akan mengulas berbagai cara mengolah kulit rambutan jadi pupuk organik, mulai dari pembuatan bokashi hingga pupuk cair. Berikut penjelasannya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (26/1):

Manfaat Kulit Rambutan sebagai Pupuk

Ilustrasi buah rambutan/freepik.com

Kulit rambutan memiliki beberapa manfaat ketika diolah menjadi pupuk organik:

·       Meningkatkan Unsur Hara Tanah Pupuk bokashi dari kulit rambutan mengandung mikroorganisme yang berperan sebagai dekomposer efektif bagi bahan organik di dalam tanah, sehingga meningkatkan jumlah unsur hara. Penelitian menunjukkan bahwa bokashi kulit rambutan mengandung unsur hara seperti Nitrogen (N) 0,32%, Fosfor (P) 551,11 ppm, Kalium (K) 7,14 CMol/Kg, dan pH 7,45 H2O.

·       Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Pemberian bokashi kulit rambutan terbukti berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, seperti bayam cabut, yang ditandai dengan peningkatan tinggi tanaman dan berat segar tanaman.

·       Mempercepat Proses Fermentasi Pupuk bokashi dikenal memiliki banyak mikroorganisme yang membantu mempercepat proses fermentasi bahan organik.

Cara Membuat Kompos Padat Kulit Rambutan

Ilustrasi rambutan. (dok. Goplace/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Kulit rambutan dapat diolah menjadi dua jenis pupuk utama: bokashi dan pupuk organik cair (POC).  Berikut bahan dan cara membuat pupuk kompos/bokashi:

Bahan:

·       Kulit rambutan bekas (dengan jumlah sesuai kebutuhan)

·       Serbuk gergaji atau jerami (sebagai bahan karbon tambahan)

·       EM4 atau ragi tape (sebagai inokulan mikroba)

·       Air bersih

·       Gula merah atau molase (sebagai sumber makanan mikroba)

Alat:

·       Tempat kompos (bak kompos, ember besar, atau lubang tanah)

·       Pisau atau gunting untuk memotong kulit rambutan

·       Sarung tangan dan masker (untuk menjaga kebersihan)

·       Penutup kompos (plastik atau daun pisang)

Langkah-langkah Pengolahan:

A. Pengumpulan dan Pemilahan Kulit Rambutan

Kumpulkan kulit rambutan yang sudah bersih dari sisa daging buah. Pisahkan kulit yang sudah busuk atau terkontaminasi kotoran. Kulit yang bagus akan menghasilkan kompos yang lebih baik dan tidak menimbulkan bau.

B. Pencacahan Kulit Rambutan

Potong kulit rambutan menjadi potongan kecil menggunakan pisau atau gunting. Ukuran kecil akan mempercepat proses penguraian oleh mikroba.

C. Pencampuran dengan Bahan Lain

Agar kompos lebih seimbang, campurkan kulit rambutan dengan bahan karbon seperti serbuk gergaji atau jerami. Perbandingan yang ideal adalah 3 bagian bahan hijau (kulit rambutan) : 1 bagian bahan coklat (serbuk gergaji/jerami).

D. Penambahan Mikroba Pengurai

Untuk mempercepat proses pengomposan, tambahkan EM4 atau ragi tape yang sudah dilarutkan dalam air. Larutan ini akan membantu mikroba bekerja lebih cepat dalam menguraikan kulit rambutan.

E. Pengaturan Kelembapan

Kelembapan kompos harus dijaga sekitar 40–60%. Pastikan media kompos terasa lembap seperti spons, tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Jika terlalu kering, tambahkan air sedikit demi sedikit. Jika terlalu basah, tambahkan bahan kering seperti jerami.

F. Penutupan dan Pengomposan

Tutup tumpukan kompos dengan plastik atau daun pisang untuk menjaga suhu dan kelembapan. Biarkan proses pengomposan berjalan selama 4–8 minggu. Selama proses, aduk tumpukan kompos setiap 1–2 minggu agar udara masuk dan penguraian berjalan merata.

G. Pemantauan Proses

Perhatikan perubahan suhu, bau, dan tekstur kompos. Kompos yang baik akan berbau tanah segar dan berubah menjadi warna gelap. Jika bau menyengat muncul, berarti kompos terlalu basah atau kurang aerasi.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Kulit Rambutan

Ilustrasi buah rambutan. (Photo by Anil Xavier on Unsplash)

Selain kompos padat, kulit rambutan juga bisa diolah menjadi pupuk organik cair yang mudah diserap tanaman.

Bahan:

·       Kulit rambutan (dicacah kecil)

·       air cucian beras

·       gula merah/molase

·       EM4

Langkah-langkah Pengolahan:

  • Masukkan kulit rambutan ke dalam ember atau drum berisi air bersih (perbandingan 1:3)
  • Tambahkan gula merah atau molase sebagai makanan mikroba.
  • Tambahkan EM4 atau ragi tape.
  • Aduk rata dan tutup rapat selama 7–14 hari.Setelah fermentasi selesai, saring cairan dan simpan dalam botol tertutup.

Cara pemakaian: Larutkan pupuk cair dengan perbandingan 1:10 (1 bagian pupuk cair : 10 bagian air). Semprotkan pada tanaman setiap 1–2 minggu.

Tips Agar Pupuk Kulit Rambutan Berkualitas

Ilustrasi mimpi, buah rambutan. (Photo by Andrew Coop on Unsplash)

Agar pupuk organik dari kulit rambutan benar-benar optimal, perhatikan tips berikut:

  • Jangan mencampurkan kulit rambutan dengan bahan beracun atau plastikPastikan bahan tidak berjamur
  • Jaga kelembapan dan aerasi selama proses kompos
  • Gunakan inokulan mikroba untuk mempercepat penguraian
  • Hindari menambahkan terlalu banyak air agar tidak berbau busukCara Pemakaian pada Tanaman

Pupuk kompos kulit rambutan bisa digunakan untuk berbagai tanaman, seperti sayuran, bunga, dan tanaman buah. Cara pemakaiannya:

·       Sebagai pupuk dasar: campurkan kompos ke tanah sebelum menanam

·       Sebagai pupuk susulan: taburkan kompos di sekitar pangkal tanaman dan tutup dengan tanah tipis

·       Sebagai pupuk cair: semprotkan pada daun atau siram ke akar sesuai dosis

 

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kulit Rambutan Jadi Pupuk

Apa manfaat utama mengolah kulit rambutan menjadi pupuk organik?

Mengurangi limbah rumah tangga dan meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

Apa saja bahan utama untuk membuat kompos/bokashi dari kulit rambutan?

Kulit rambutan, serbuk gergaji atau jerami, EM4 atau ragi tape, gula merah/molase, dan air bersih.

Berapa perbandingan ideal antara bahan hijau dan bahan coklat dalam pembuatan kompos?

Perbandingan ideal adalah 3 bagian bahan hijau (kulit rambutan) : 1 bagian bahan coklat (serbuk gergaji/jerami).

Berapa lama proses pengomposan kulit rambutan biasanya berlangsung?

Pengomposan berlangsung selama 4–8 minggu, dengan pengadukan setiap 1–2 minggu.

Bagaimana cara pemakaian pupuk organik cair dari kulit rambutan pada tanaman?

Larutkan pupuk cair dengan perbandingan 1:10 (1 bagian pupuk cair : 10 bagian air), lalu semprotkan pada tanaman setiap 1–2 minggu.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya