Crystal Palace vs Chelsea: Timpang

Crystal Palace vs Chelsea pekan ke-23 Liga Inggris 2025-2026, rekor pertemuan timpang, performa terkini, dan peluang kedua tim.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 23 Januari 2026, 23:44 WIB
Pemain Chelsea merayakan gol ke gawang Pafos dalam laga matchday ketujuh Liga Champions 2025/2026 di Stamford Bridge, London, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Kin Cheung)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Crystal Palace vs Chelsea pada pekan ke-23 Liga Inggris 2025-2026 menjadi ujian berat bagi tuan rumah. Duel ini akan digelar di Selhurst Park, Minggu, 25 Januari 2026, pukul 21.00 WIB.

Crystal Palace tak pernah menang dalam 16 laga terakhir melawan Chelsea di Liga Inggris. Tiga pertemuan terbaru berakhir imbang setelah sebelumnya menelan 13 kekalahan beruntun.

Rekor ini menegaskan dominasi Chelsea dalam duel London tersebut. Akan tetapi, Palace punya catatan kecil yang bisa dijadikan pegangan usai menahan imbang Chelsea 0-0 pada pertemuan pertama musim ini di Stamford Bridge.


Rekor Pertemuan yang Berat bagi Palace

Gelandang Chelsea asal Belgia, Romeo Lavia (kiri) menjadi pemain termuda yang diturunkan The Blues saat menang 2-1 atas Crystal Palace. Umurnya baru menginjak 19 tahun, 11 bulan dan 21 hari dalam laga tersebut. Dalam laga debutnya bersama Chelsea di Premier League sekaligus di semua ajang tersebut ia bermain selama 32 menit setelah baru dimasukkan pada menit ke-58 menggantikan Ian Maatsen. (AFP/Glyn Kirk)

Chelsea hanya sekali gagal mencetak gol dalam 16 laga tandang ke markas Crystal Palace di Liga Inggris. Satu-satunya momen itu terjadi pada kekalahan 0-1 pada Maret 2014.

Dalam 34 pertemuan liga terakhir, Palace hanya mencatat tiga clean sheet melawan Chelsea. Salah satunya terjadi musim ini di Stamford Bridge, yang menjadi hasil positif langka dalam rivalitas tersebut.

Crystal Palace juga sedang berada dalam tren tanpa kemenangan di liga. Dalam tujuh laga terakhir, mereka dua kali imbang dan lima kali kalah, menjadikan periode ini sebagai salah satu yang terburuk dalam dua musim terakhir.

Performa itu memperlihatkan masalah konsistensi yang belum teratasi. Akan tetapi, mereka masih punya memori positif karena pernah mengalami rentetan tanpa kemenangan lebih panjang pada 2024 dan mampu bangkit setelahnya.


Chelsea Lebih Stabil, Palace Andalkan Mateta

Pemain Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, mencetak gol ke gawang Manchester United pada laga pekan ke-36 Premier League 2023/2024 yang digelar di Selhurst Park, Selasa (7/5/2024). (AP Photo/Ian Walton)

Chelsea datang dengan kepercayaan diri usai menang 2-0 atas Brentford. Hasil itu membuka peluang bagi mereka untuk meraih dua kemenangan beruntun di Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak November.

Dalam konteks derby London, Chelsea juga tampil konsisten. Sejak musim 2022-2023, hanya Arsenal yang meraih poin lebih banyak di derby Liga Inggris dibanding Chelsea.

Di sisi lain, Crystal Palace masih sangat bergantung pada Jean-Philippe Mateta. Enam dari tujuh gol terakhir Palace di Selhurst Park dicetak oleh Mateta, sementara satu lainnya berasal dari gol bunuh diri lawan.

Produktivitas lini depan menjadi persoalan serius bagi Palace. Sejak September, tidak ada pemain lain selain Mateta yang mampu mencetak gol meski 17 pemain berbeda sudah mencoba menembak ke gawang lawan.

Situasi ini membuat beban Palace semakin berat jelang laga Crystal Palace vs Chelsea. Chelsea lebih seimbang secara kolektif, sementara Palace masih bertumpu pada satu sosok di lini depan.

Dengan timpangnya rekor pertemuan, performa terkini, dan kedalaman skuad, Chelsea tetap lebih diunggulkan. Akan tetapi, tekanan rekor tanpa kemenangan justru bisa menjadi motivasi ekstra bagi Palace untuk mengubah sejarah dalam laga Crystal Palace vs Chelsea kali ini.

Sumber: BBC Sport


Klasemen Premier League/Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya