Masalah Lama Real Madrid Kembali Menghantui jelang Tandang ke Villarreal

Real Madrid kembali menghadapi masalah lama di lini belakang jelang laga Villarreal vs Real Madrid pada pekan 21 Liga Spanyol 2025-2026.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 23 Januari 2026, 19:02 WIB
Arda Guler dari Real Madrid (kanan) merayakan bersama Franco Mastantuono dan Trent Alexander-Arnold setelah mencetak gol yang kemudian dianulir dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Mallorca di Madrid, Sabtu, 30 Agustus 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kembali dihadapkan pada rasa tidak nyaman yang terasa familiar. Menjelang lawatan ke markas Villarreal, masalah di lini pertahanan kembali muncul pada momen yang krusial.

Tekanan jadwal dan intensitas kompetisi mulai memperlihatkan dampaknya. Seperti musim-musim sebelumnya, cedera di sektor belakang bukan lagi insiden sesaat, tapi pola yang berulang.

Situasi ini datang di waktu yang tidak ideal karena kalender kompetisi mulai memadat. Tantangan tersebut menjadi ujian serius bagi kesiapan tim menjelang pekan ke-21 Liga Spanyol 2025-2026.

Laga Villarreal vs Real Madrid dijadwalkan berlangsung Minggu, 25 Januari 2026, pukul 03.00 WIB. Pertandingan ini berpotensi menentukan ritme tim dalam fase penting paruh kedua musim.


Krisis Bek di Saat Genting

Duel Dean Huijsen dan Djibril Sow dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Sevilla, Minggu (21/12/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Masalah utama terletak pada absennya sejumlah pemain kunci di lini belakang. Klub memastikan Trent Alexander-Arnold, Eder Militao, dan Antonio Rudiger tidak tersedia untuk laga ini.

Raul Asencio masih berada dalam status meragukan karena kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut membuat opsi pertahanan semakin terbatas hanya beberapa hari sebelum kick-off.

Dean Huijsen kini menjadi satu-satunya bek tengah natural yang benar-benar fit. David Alaba masih masuk daftar pemain, tetapi kebugarannya belum memberi jaminan penuh.

Kondisi ini memaksa staf pelatih berpikir kreatif di bawah tekanan. Kedalaman skuad yang diharapkan menjadi kekuatan justru tergerus pada fase genting.


Opsi Darurat dan Risiko Taktis

Pelatih kepala Real Madrid Alvaro Arbeloa mengamati jalannya pertandingan pada laga babak 16 besar Copa del Rey antara Albacete dan Real Madrid, di Albacete, Spanyol, Kamis, 15 Januari 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Masalah semakin rumit karena tidak adanya pelapis dari lini tengah. Aurelien Tchouameni harus absen setelah menerima kartu kuning kelima pada laga liga sebelumnya.

Absennya Tchouameni menghilangkan solusi darurat yang sering diandalkan dalam kondisi krisis. Kebutuhan akan fleksibilitas justru semakin mendesak di tengah keterbatasan pilihan.

Menurut laporan Mundo Deportivo, Alvaro Arbeloa tengah menimbang keputusan sulit. Salah satu opsinya adalah memanggil Joan Martinez dari tim muda untuk menutup celah di lini belakang.

Pilihan lain adalah mengulang eksperimen taktik yang sempat muncul di awal musim. Alvaro Carreras bisa kembali dicoba mengisi peran bek tengah meski itu bukan posisi naturalnya.

Langkah-langkah tersebut menyimpan risiko tersendiri dalam laga kompetitif. Namun, keterbatasan sumber daya membuat kompromi tak terhindarkan.

Secara jadwal, masih ada ruang untuk pemulihan dalam beberapa pekan ke depan. Akan tetapi, gangguan berulang di sektor pertahanan berpotensi menghambat performa maksimal Real Madrid.

Musim ini sudah dipenuhi tekanan, ekspektasi, dan perubahan situasi yang cepat. Menyelesaikan persoalan lama ini bisa menjadi kunci agar Real Madrid tetap berada di jalur persaingan papan atas.

Sumber: Madrid Universal


Klasemen La Liga/Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya