Liputan6.com, Jakarta - Industri fesyen, yang menjadi salah satu penggerak signifikan ekonomi kreatif di Indonesia, cenderung mengalami lonjakan permintaan jelang Ramadan, khususnya di era discovery e-commerce ketika video singkat dan live streaming mempermudah konsumen menemukan produk.
Sakura Baru merupakan salah satu brand fesyen lokal yang tidak mau ketinggalan momentum tersebut. Sakura Baru, merek lokal yang fokus menjual mukena berkualitas premium dengan harga terjangkau, mengaku bahwa omzet terbesar mereka kini berasal dari TikTok Shop by Tokopedia.
Advertisement
"Sekitar 85% omzet penjualan daring kami saat ini berasal dari TikTok Shop. Ekosistem TikTok Shop mempermudah kami #JualanNyaman sekaligus menguntungkan. Apalagi dengan kehadiran affiliate content creator yang bisa ikut mempromosikan produk kami dengan konten yang menarik dan inspiratif," kata Pendiri Sakura Baru, Firman, Jumat (23/1/2026).
Sakura Baru kini bekerja sama dengan ribuan affiliate content creator yang mayoritas ibu rumah tangga.
Sejak didirikan pada 2008 di Tasikmalaya, Sakura Baru memulai perjalanan bisnis melalui penjualan luring mukena travel berbahan parasut yang praktis, lalu berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan mukena dengan kualitas yang lebih baik.
Pertumbuhan Sakura Baru makin akseleratif sejak bergabung dengan TikTok Shop by Tokopedia pada 2023, yang mendorong ekspansi bisnis dan peningkatan jumlah karyawan dari belasan orang menjadi lebih dari 300 orang. Ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan industri fesyen muslim di Indonesia yang bernilai sekitar USD 20 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 18,2%.
"Konsumen bisa menonton video di TikTok untuk melihat detail produk, lalu langsung bertransaksi lewat TikTok Shop by Tokopedia. Pola ini sangat relevan dengan kebiasaan belanja menjelang Ramadan yang serba cepat dan praktis," ungkap Firman.
TikTok Perkuat Keamanan Digital untuk Lindungi 160 Juta Pengguna Indonesia dari Penipuan dan Judol
Sebelumnya, TikTok, platform yang menjadi rumah inspirasi dan kreativitas bagi lebih dari 160 juta penggunanya di Indonesia, terus memperkokoh komitmennya terhadap keamanan digital.
Sepanjang tahun 2025, serangkaian inisiatif telah diluncurkan, mencakup penguatan kebijakan, pembaruan fitur keamanan, perluasan edukasi publik, hingga kolaborasi lintas pemangku kepentingan, dengan tujuan utama menciptakan pengalaman digital yang lebih aman, positif, dan bertanggung jawab, terutama bagi para remaja.
Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menegaskan bahwa keamanan pengguna adalah prioritas utama.
"Keamanan digital tidak hanya sekadar menghapus konten berbahaya, tetapi juga memastikan seluruh pengguna, termasuk remaja, dapat berkreasi, terhubung, dan berekspresi dalam ruang digital yang aman dan positif," ujar Hilmi dalam keterangannya, Rabu (16/12/2025).
"Kami terus memperkuat perlindungan melalui penegakan kebijakan, sistem moderasi berlapis, edukasi literasi digital, serta perluasan kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk merespons tantangan di ruang digital yang terus berkembang,” sambungnya.
Disambut Baik Komdigi
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi RI, Mediodecci Lustarini, menyambut baik upaya tersebut.
"Kami mengapresiasi upaya TikTok dalam menghadirkan edukasi, perlindungan, dan transparansi kepada publik,” kata Mediodecci.
Ia menilai, hal itu sejalan dengan prioritas Komdigi untuk memperkuat literasi digital, menekan konten berisiko, serta memastikan PSE beroperasi secara bertanggung jawab.
“Kolaborasi lintas pihak sangat penting untuk menjaga ruang digital tetap aman dan positif,” tuturnya.