Menkes Budi Soroti Jumlah dan Distribusi Dokter yang Tidak Rata

Budi ungkap salah satu tanda kekurangan bisa dilihat dari ketentuan dokter yang bisa praktik di tiga tempat berbeda.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 23 Januari 2026, 16:00 WIB
Menkes Budi ungkap selain jumlah dokter yang masih sedikit, distribusi tenaga medis juga tidak merata. (Dok Kemenkese RI)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin angkat bicara terkait dokter di Indonesia. Budi mengatakan bukan hanya jumlah dokter yang kurang, distribusinya juga tidak merata.

Salah satu tanda kekurangan bisa dilihat dari ketentuan dokter yang bisa praktik di tiga tempat berbeda. "Kalau dokter kenapa dibikin tiga? Karena kurang dokternya," tutur Budi ditemui di Kantor Kemenkes Jakarta pada Kamis, 23 Januari 2026.

Guna meningkatkan jumlah dokter pemerintah memiliki rencana untuk menambah fakultas kedokteran. Tujuannya agar produksi dokter bisa digenjot setiap tahunnya.

"Kita harus memang buka yang lebih banyak supaya orang-orang bisa masuk. Tanpa mengurangi kualitas (dokter yang lulus," lanjutnya.

Budi optimistis produksi dokter di Indonesia bisa menjadi lebih baik. Ia berharap bisa seperti Korea Selatan yang memiliki dokter spesialis banyak meski jumlah penduduknya hanya 1/6 dari Indonesia.

Budi mengatakan mengenai detail tentang kampus baru tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi lebih mengetahui. Namun demikian, pihaknya berharap produksi dokter umum dapat mencapai rasio 1 per seribu penduduk.

"Kan itu kan jadi 280 ribu, itu kan rata-rata lower middle income country ya. Tapi kalau rata-rata dunia kan 1,76 per seribu," katanya.

Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas. Hal ini Prabowo sampaikan dalam forum di Lancaster House, London, Inggris pada Selasa, 20 Januari 2026.

"Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," jelas Prabowo.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya