Liputan6.com, Jakarta - Beternak di rumah kini semakin diminati masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan. Selain sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, ternak lele dan ayam juga dinilai mampu menjadi sumber penghasilan tambahan dengan modal yang relatif terjangkau.
Perkembangan teknologi budidaya membuat ternak lele dan ayam bisa dilakukan di lahan terbatas, bahkan di pekarangan rumah. Mulai dari kolam terpal, ember, hingga kandang sederhana, semuanya memungkinkan untuk diterapkan secara mandiri.
Advertisement
Namun sebelum memulai, pertanyaan yang paling sering muncul adalah berapa modal ternak lele dan ayam di rumah serta apa saja yang perlu dipersiapkan agar usaha berjalan optimal dan tidak merugikan. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (23/1/2026).
1. Perkiraan Modal Ternak Lele di Rumah
Berdasarkan informasi dari BBPP Kupang dan laman IPB Digitani, ternak lele tergolong fleksibel karena dapat disesuaikan dengan skala modal. Untuk skala rumah tangga, ternak lele dapat dimulai dari 500–1.000 ekor.
Estimasi modal ternak lele 1.000 ekor:
- Bibit lele ukuran 5–7 cm:Rp1.000/ekor × 1.000 = Rp1.000.000
- Kolam terpal bulat diameter 2 meter: Rp350.000
- Pakan selama ±4 bulan pemeliharaan:±7 karung pakan @Rp420.000 = Rp2.940.000
- Pakan awal tambahan (±6 kg): Rp102.000
- Perlengkapan tambahan (selang, ember, aerator opsional): ±Rp200.000
Total estimasi modal ternak lele:±Rp4.500.000
Dari perhitungan BBPP Kupang, 1.000 ekor lele dapat menghasilkan sekitar 200 kg lele konsumsi. Dengan harga jual rata-rata Rp40.000/kg, potensi omzet mencapai Rp8.000.000, sehingga masih memberikan keuntungan yang cukup menarik. Ini menjawab bahwa berapa modal ternak lele dan ayam di rumah sangat bergantung pada skala dan metode budidaya.
Selain kolam terpal, metode Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) dari IPB Digitani bahkan memungkinkan modal lebih kecil, mulai dari Rp200.000–Rp500.000 per ember untuk skala hobi atau konsumsi keluarga.
2. Perkiraan Modal Ternak Ayam di Rumah
Ternak ayam di rumah umumnya dilakukan dalam skala kecil, baik ayam pedaging (broiler) maupun ayam kampung. Mengacu pada laman Chickin Indonesia dan literatur peternakan, modal ternak ayam sangat bergantung pada jumlah populasi.
Estimasi modal ternak ayam broiler skala rumah (100 ekor):
- Bibit DOC ayam broiler:Rp5.000 × 100 = Rp500.000
- Kandang sederhana (bambu/kayu): Rp1.500.000
- Peralatan kandang (tempat pakan, minum, lampu): Rp500.000
- Pakan ±2,5 kg/ekor × Rp6.000: Rp1.500.000
- Obat dan vaksin: Rp200.000
- Biaya listrik dan air: Rp150.000
Total estimasi modal ternak ayam:±Rp4.350.000
Ayam broiler bisa dipanen dalam waktu 35–40 hari. Dengan berat rata-rata 1,8–2 kg per ekor, hasil panen berpotensi memberikan keuntungan jika dikelola dengan baik. Maka, saat membahas berapa modal ternak lele dan ayam di rumah, keduanya relatif seimbang untuk skala kecil.
Apa Saja yang Perlu Disiapkan Saat Akan Ternak Lele dan Ayam di Rumah?
1. Lahan dan Kandang/Kolam
Menurut Fakultas Peternakan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, ternak di rumah harus memperhatikan ketersediaan ruang yang memadai. Kandang ayam harus terlindung dari hujan dan panas langsung, sedangkan kolam lele perlu diletakkan di area teduh dengan sirkulasi udara baik.
2. Ventilasi dan Sirkulasi Udara
Dr. Dimas Pratidina Puriastuti, S.Pt., MM. menegaskan bahwa sirkulasi udara sangat penting untuk mencegah penumpukan gas amonia, terutama pada ternak ayam. Udara lembap dapat memicu penyakit dan menurunkan produktivitas ternak.
3. Sumber Air Bersih
Air bersih dibutuhkan untuk minum ayam, membersihkan kandang, serta menjaga kualitas air kolam lele. Air yang tercemar dapat meningkatkan risiko penyakit pada ternak.
4. Pakan dan Nutrisi
Pakan menjadi komponen biaya terbesar dalam beternak. Pastikan pakan tersedia secara rutin dan sesuai umur ternak. Untuk lele, pakan berprotein 31–33% direkomendasikan, sedangkan ayam memerlukan pakan starter, grower, dan finisher sesuai fase pertumbuhan.
5. Pengetahuan Dasar Peternakan
Merujuk pada buku dan jurnal peternakan, pemahaman dasar tentang manajemen pakan, kebersihan kandang, serta tanda-tanda penyakit sangat penting. Pengamatan harian membantu menekan angka kematian ternak.
6. Perhitungan Biaya Operasional
Selain modal awal, biaya listrik, air, dan perawatan harian harus diperhitungkan. Hal ini sering diabaikan, padahal berpengaruh pada keberlanjutan usaha ternak di rumah.
7. Kepatuhan terhadap Aturan Lingkungan
Cek aturan RT/RW atau perumahan terkait pemeliharaan hewan. Pengelolaan limbah yang baik akan mencegah konflik dengan lingkungan sekitar.
FAQ Seputar Ternak Lele dan Ayam
1. Apakah ternak lele di rumah bisa tanpa kolam besar?
Bisa. Metode Budikdamber memungkinkan ternak lele menggunakan ember dengan modal kecil.
2. Berapa lama panen lele dan ayam?
Lele umumnya panen 2–4 bulan, sedangkan ayam broiler 35–40 hari.
3. Apakah ternak ayam di rumah menimbulkan bau?
Bisa diminimalkan dengan ventilasi baik dan pembersihan kandang rutin.
4. Mana yang lebih cepat untung, lele atau ayam?
Ayam broiler lebih cepat panen, tetapi lele lebih fleksibel dari sisi perawatan.
5. Apakah ternak di rumah cocok untuk pemula?
Sangat cocok jika dimulai dari skala kecil dan disertai komitmen perawatan harian.