AC Milan, Koni De Winter, dan Sebuah Kebangkitan yang Signifikan

Performa Koni De Winter di AC Milan menunjukkan kebangkitan signifikan setelah periode adaptasi sulit di awal musim Liga Italia.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 22 Januari 2026, 23:03 WIB
Pemain Napoli, Rasmus Hojlund, berebut bola dengan pemain AC Milan Koni De Winter dalam laga Piala Super Italia di Riyadh, Arab Saudi, Jumat, 19 Desember 2025. (AP Photo/Altaf Qadri)

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan Koni De Winter bersama AC Milan tidak langsung berjalan mulus sejak awal musim. Bek 23 tahun Belgia itu sempat mengalami masa adaptasi yang berat di tengah tuntutan tinggi klub besar Italia.

Minimnya menit bermain membuat kepercayaan diri De Winter ikut teruji dalam beberapa kesempatan awal. Saat mendapat kesempatan tampil, sejumlah kesalahan justru membuat posisinya semakin terpinggirkan.

Tekanan semakin terasa ketika AC Milan menelan kekalahan di ajang Supercoppa Italiana dari Napoli di Riyadh. Hasil itu memunculkan keraguan terhadap kesiapan De Winter menghadapi persaingan ketat di lini belakang.


Adaptasi yang Tidak Mudah di San Siro

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memberi instruksi kepada para pemainnya pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Genoa di Milan, Italia, Kamis, 8 Januari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Situasi tersebut terjadi di bawah arahan Massimiliano Allegri yang sudah mengenal karakter De Winter sejak sebelumnya. Akan tetapi, kedekatan itu belum cukup untuk langsung mengangkat performa sang pemain di lapangan.

Persaingan di sektor bek tengah juga membuat De Winter sulit mendapat ritme bermain. Matteo Gabbia, Strahinja Pavlovic, dan Fikayo Tomori menjadi opsi utama ketika kondisi tim berada dalam komposisi ideal.

Kesempatan baru muncul ketika badai cedera dan sanksi menghantam lini pertahanan. Kondisi itu membuka jalan bagi De Winter untuk tampil lebih reguler dalam beberapa laga terakhir liga.

Frekuensi bermain yang meningkat perlahan membawa perubahan pada permainannya. Keseimbangan dan ketenangan terlihat lebih menonjol dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.


Titik Balik Koni De Winter

AC Milan berbalik unggul pada babak kedua setelah Adrien Rabiot mencetak gol pada menit ke-55. (AFP/Stefano Rellandini)

Performa solid terlihat jelas saat laga tandang melawan Cagliari. De Winter tampil rapi dalam mengawal area pertahanan dan menunjukkan pemahaman posisi yang matang.

Penampilan tersebut mendapat respons positif, bahkan dari penilai yang sebelumnya kritis. Namun, ujian konsistensi masih menanti di pertandingan berikutnya.

Saat menghadapi Lecce pada akhir pekan, De Winter kembali menjalankan perannya dengan disiplin tinggi. Lini belakang AC Milan mampu menjaga clean sheet, terbantu oleh minimnya tekanan dari lawan.

Momen paling menentukan terjadi dalam laga melawan Como asuhan Cesc Fabregas. Bermain di sisi kiri formasi tiga bek, De Winter mampu bertahan dengan baik meski mendapat tekanan intens.

Laga itu menjadi sinyal kuat perubahan mental yang terjadi pada dirinya. Keberanian mengambil keputusan dan ketenangan membaca permainan terlihat semakin matang.

Setelah melewati fase adaptasi yang bergejolak, De Winter kini tampak menemukan tempatnya. Kebangkitan yang signifikan ini memberi alasan bagi AC Milan untuk menunda pencarian bek tengah tambahan.

Kepercayaan klub sejalan dengan peningkatan kontribusi sang pemain di lapangan. Jika tren ini berlanjut, Koni De Winter berpeluang menjadi bagian penting dari rencana jangka menengah AC Milan.

Sumber: Sempre Milan


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya