Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk segera membentuk tim kajian terkait dengan banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Hal ini disampaikan Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1).
"Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisis dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di terutama khususnya di Pulau Jawa," kata Prasetyo kepada wartawan.
Advertisement
Pras, sapaan akrab Prasetyo mengatakan tim kajian ini akan mencari terobosan untuk menyelesaikan masalah banjir Jabodetabek dari hulu ke hilir. Nantinya, tim kajian ini akan melibatkan banyak pihak dari berbagai sektor.
"Termasuk melibatkan banyak sektor lain. Salah satunya adalah misalnya PT KAI, karena sesuai dengan laporan Dirut PT KAI ada dalam waktu satu minggu terakhir ini ada 16 titik yang sekarang bertambah menjadi 17, satu titik yang selama ini belum pernah terjadi itu," ujarnya.
"Kemudian juga muncul genangan di jalur rel kereta api yang kemudian itu juga mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat," sambungnya.
Prabowo Monitor dari Luar Negeri
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menambahkan, Prabowo terus memonitor kondisi Tanah Air meski sedang melakukan lawatan ke luar negeri.
"Dalam dua hari ini beliau (presiden) terus memonitor dan berkomunikasi dengan kami, jajaran di Tanah Air untuk yang sebagaimana tadi kami sampaikan itu juga atas petunjuk dan arahan dari Bapak Presiden gitu," jelasnya.
Lebih lanjut, Pras mewakili pemerintah meminta maaf kepada masyarakat terdampak banjir. Dia memastikan pemerintah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam melakukan penanganan bencana tersebut.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, Pemerintah Provinsi DKI, kemudian dengan BNPB, kemudian juga dengan BMKG untuk bagaimana memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah Jabodetabek dengan harapan bisa mengurangi tingginya curah hujan yang memang ini memasuki puncak curah hujan sampai akhir bulan Januari berdasarkan laporan dan data dari BMKG," pungkasnya.