[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Presiden Tambah Anggaran Penelitian dan Prinsip Riset Kesehatan

Direktur Pascasarjana YARSI Prof Tjandra ungkap lima area dan tiga pendekatan yang dapat digunakan dalam riset kesehatan.

oleh Prof Tjandra Yoga AditamaDiterbitkan 23 Januari 2026, 08:00 WIB
Direktur Pascasarjana YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama

Liputan6.com, Jakarta - Pada 15 Januari 2026 Presiden Probowo Subianto melakukan pertemuan dengan 1.200 Guru Besar dan pimpinan universitas. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden menambah alokasi dana untuk riset dan inovasi seluruh perguruan tinggi itu sampai Rp 4 triliun.

Kesehatan adalah salah satu aspek utama kehidupan maka tentu harapannya adalah juga akan ada penguatan yang bermakna bagi riset kesehatan Indonesia. Terkait itu ada lima area dan tiga pendekatan yang dapat digunakan.

Lima area riset kesehatan meliputi pertama yaitu mengukur besar dan sebaran masalah kesehatan, lalu memahami berbagai kemungkinan penyebab suatu masalah kesehatan dan ketiga meneliti dan menemukan bagaimana solusi atau cara mengintervensi untuk mencegah, mitigasi dan pengobatan masalah kesehatan pada individu dan masyarakat.

Keempat adalah menemukan bentuk implementasi terbaik untuk mengatasi masalah kesehatan, termasuk bagaimana kebijakan dan program kesehatan yang tepat untuk diterapkan. Lalu, kelima adalah riset untuk mengevaluasi dampak implementasi berbagai cara solusi masalah kesehatan di berbagai tingkatan.

 

Tiga Pendekatan untuk Riset Kesehatan Global

Kemudian, perlu setidaknya menggunakan tiga pendekatan untuk riset kesehatan global. Hal ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita di Indonesia.

Pertama adalah mengantipasi pergeseran ilmiah, teknologi dan epidemiologi penyakit dan masalah kesehatan.

Kedua adalah bagaimana menyusun agenda riset, menilai kesenjangan dan menentukan prioritas untuk negara tertentu.

Prinsip pendekatan riset kesehatan ketiga adalah senantiasa menjamin mutu dan keyakinan dari kegiatan ilmiah yang dilakukan.

Lima area riset kesehatan dan tiga pendekatan kegiatan riset kesehatan dapat dipakai sebagai salah satu pendekatan untuk menyambut kebijakan penting Presiden Prabowo Subianto tentang penambahan anggara riset.

 

** Penulis adalah Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia, Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 PERSI dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya