7 Langkah Mudah Bikin Pot Tanaman dari Styrofoam Bekas, Simak Tipsnya agar Awet

Simak panduan lengkap cara membuat pot tanaman dari styrofoam bekas yang mudah, fungsional, dan ramah lingkungan.

oleh Arini NuranisaDiterbitkan 22 Januari 2026, 19:40 WIB
Pot tanaman dari styrofoam bekas. [Foto: AI]

Liputan6.com, Jakarta - Pemanfaatan styrofoam bekas sebagai pot tanaman menjadi solusi cerdas untuk mengurangi timbunan limbah yang sulit terurai di lingkungan. Styrofoam dikenal sebagai bahan yang membutuhkan waktu ratusan ribu hingga satu juta tahun untuk terurai, bahkan kemudian hanya menjadi mikroplastik yang tetap mencemari alam.

Dengan mengubahnya menjadi pot tanaman, kita tidak hanya berkontribusi pada upaya daur ulang, tetapi juga mendukung konsep berkebun yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Inisiatif kreatif ini menawarkan berbagai keuntungan, mulai dari penghematan biaya hingga kemudahan dalam perawatan tanaman. Artikel Liputan6.com ini akan mengulas 7 langkah mudah membuat pot tanaman dari styrofoam bekas, serta tips penting agar pot styrofoam lebih awet, Kamis (22/1/2026).

Alat dan Bahan

Sterofoam Bekas Bisa Jadi Apa? [Foto: AI]
  • Styrofoam bekas (box buah/ikan atau wadah makanan tebal)
  • Cutter atau pisau tajam
  • Paku / obeng kecil (untuk lubang)
  • Spidol (penanda)
  • Tanah + kompos
  • Tanaman (hias atau sayur)
  • Cat acrylic (opsional, untuk mempercantik)

Langkah-langkah Membuat Pot Tanaman dari Styrofoam Bekas

Pot tanaman dari styrofoam bekas. [Foto: AI]

1. Bersihkan styrofoam secara menyeluruh

Styrofoam bekas, terutama dari wadah makanan atau box ikan, harus dicuci hingga benar-benar bersih dari sisa minyak, saus, atau bau. Kotoran yang tertinggal bisa memicu jamur dan bakteri yang merusak tanaman. Setelah dicuci, keringkan styrofoam agar tidak lembap saat digunakan.

2. Tentukan bentuk dan ukuran pot

Sesuaikan ukuran pot dengan jenis tanaman yang akan ditanam. Untuk bibit sayur atau tanaman hias kecil, pot berukuran sedang sudah cukup. Tandai bagian yang akan dipotong menggunakan spidol agar hasil pot lebih rapi dan proporsional.

3. Potong styrofoam dengan hati-hati

Gunakan cutter atau pisau tajam dan potong mengikuti garis yang sudah ditandai. Lakukan perlahan agar potongan tidak pecah atau retak. Pastikan permukaan atas pot cukup rata agar media tanam tidak mudah tumpah.

4. Buat lubang drainase di bagian bawah

Lubang drainase sangat penting agar air siraman tidak menggenang di dalam pot. Buat 3–6 lubang kecil di bagian bawah menggunakan paku atau obeng yang dipanaskan. Drainase yang baik membantu mencegah akar tanaman membusuk.

5. Tambahkan lapisan dasar pot

Sebelum mengisi tanah, tambahkan lapisan kerikil kecil, pecahan genteng, atau potongan styrofoam di dasar pot. Lapisan ini berfungsi memperlancar aliran air dan menjaga struktur tanah tetap gembur.

6. Isi media tanam dan tanam tanaman

Masukkan campuran tanah dan kompos secukupnya, lalu tanam bibit atau tanaman hias. Padatkan tanah secara perlahan agar tanaman berdiri kokoh, tetapi jangan ditekan terlalu keras supaya akar tetap bisa bernapas.

7. Percantik tampilan pot (opsional)

Agar lebih menarik, bagian luar pot styrofoam bisa dicat menggunakan cat acrylic atau dibungkus kain, kertas kraft, atau stiker. Selain memperindah, lapisan ini juga membantu melindungi styrofoam dari panas matahari langsung.

Tips Penting agar Pot Styrofoam Lebih Awet

Pot tanaman dari styrofoam bekas. [Foto: AI]

Gunakan untuk tanaman ringan

Pot styrofoam paling cocok untuk tanaman hias kecil, tanaman gantung, atau sayuran seperti cabai, selada, dan kangkung. Hindari tanaman berukuran besar atau berkayu karena bobotnya bisa membuat pot mudah rusak.

Hindari paparan panas berlebih

Styrofoam mudah rapuh jika terlalu sering terkena sinar matahari langsung. Letakkan pot di area teduh atau semi-outdoor agar lebih tahan lama.

Pastikan drainase selalu lancar

Periksa lubang drainase secara berkala. Jika tersumbat tanah, segera bersihkan agar air tidak menggenang dan merusak akar tanaman.

Lapisi bagian dalam pot bila perlu

Untuk penggunaan jangka panjang, bagian dalam pot bisa dilapisi plastik tebal atau polybag. Cara ini membantu mengurangi kontak langsung tanah lembap dengan styrofoam sehingga pot lebih awet.

Jangan gunakan styrofoam bekas bahan kimia

Pastikan styrofoam yang digunakan berasal dari kemasan makanan atau barang aman, bukan bekas bahan kimia berbahaya.

Kelebihan Pot Tanaman dari Styrofoam Bekas

Pot tanaman dari styrofoam bekas. [Foto: AI]

Ramah lingkungan

Menggunakan styrofoam bekas sebagai pot membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir atau mencemari lingkungan.

Ringan dan mudah dipindahkan

Dibanding pot tanah liat atau semen, pot styrofoam jauh lebih ringan sehingga mudah dipindahkan sesuai kebutuhan cahaya atau dekorasi.

Biaya sangat murah

Pot ini bisa dibuat dari barang bekas tanpa perlu membeli pot baru, cocok untuk berkebun dengan modal minim.

Mudah dibentuk dan dimodifikasi

Styrofoam mudah dipotong dan dibentuk, sehingga bisa disesuaikan dengan ukuran tanaman atau konsep dekorasi rumah.

Cocok untuk urban farming

Pot styrofoam sangat ideal untuk berkebun di lahan sempit seperti teras, balkon, atau rooftop rumah.

FAQ

Apakah pot dari styrofoam aman untuk tanaman?

Ya, aman selama styrofoam bersih dan tidak berasal dari kemasan bahan kimia berbahaya. Styrofoam hanya berfungsi sebagai wadah, bukan media tanam, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jika drainase dibuat dengan baik.

Tanaman apa saja yang cocok ditanam di pot styrofoam?

Pot styrofoam cocok untuk tanaman ringan seperti tanaman hias kecil, sayuran daun (selada, bayam, kangkung), cabai, tomat, dan bibit tanaman. Tanaman besar atau berkayu sebaiknya dihindari.

Apakah pot styrofoam tahan lama digunakan?

Pot styrofoam bisa bertahan cukup lama jika tidak sering terkena panas matahari langsung dan memiliki lapisan pelindung. Dengan perawatan yang tepat, pot ini bisa digunakan berulang kali selama berbulan-bulan.

Kenapa pot styrofoam harus diberi lubang di bagian bawah?

Lubang drainase penting agar air siraman tidak menggenang. Air yang mengendap bisa menyebabkan akar membusuk dan tanaman mati, sehingga drainase adalah kunci keberhasilan penggunaan pot styrofoam.

Apakah pot styrofoam bisa digunakan untuk jangka panjang?

Bisa, terutama jika bagian dalam pot dilapisi plastik atau polybag. Cara ini mengurangi kontak langsung tanah lembap dengan styrofoam dan membuat pot lebih awet untuk penggunaan jangka menengah hingga panjang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya