Harga Perak Antam Hari Ini 21 Januari 2026 Melonjak Rp 600

Harga perak dunia sempat sentuh USD 95 per ounce. Namun, harga perak ditutup melemah 0,3%.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Januari 2026, 12:14 WIB
Ilustrasi perak batang. (Photo by Scottsdale Mint on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Rabu, (21/1/2026) mengikuti harga emas Antam. Harga perak Antam naik Rp 600.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 600 menjadi Rp 59.350. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak di posisi Rp 58.750.

Di pasar global, harga perak juga sempat menyentuh level tertinggi di USD 95,87. Namun, harga perak ditutup melemah 0,3% menjadi USD 94,38 per ounce. Harga logam putih ini telah melonjak 147% pada 2025. Sepanjang 2026, harga perak sudah melompat lebih dari 32%.

Prediksi Harga Perak

Perak akan melanjutkan kenaikan pada 2026. Aalis memperkirakan rata-rata harga perak menjadi USD 79,57 per ounce pada 2026, naik 98% dari rata-rata harga aktual 2025.

“Defisit struktural, pasokan tambang yang ketat, dan peningkatan permintaan dari elektrifikasi, teknologi berbasis AI menjaga tekanan bullish tetap utuh,” demikian disebutkan dari laporan surbvei analis the London Bullion Market Association (LBMA) dikutip dari Kitco.

Analis memperingatkan harga di pasar sudah terlalu tinggi. Sektor-sektor yang sensitif terhadap harga sudah mulai menurun. Pelonggaran tarif atau hambatan fisik apapun dapat mengurangi premi tepat ketika subsitusi dan daur ulang meningkat.

Analis Komoditas ICBC Standard Bank, Julia Du sangat optimistis dengan perak. Ia prediksi, rata-rata harga perak mencapai USD 125 per ounce pada 2026. Harga perak akan diperdagangkan dalam kisaran USD 62 dan USD 150 per ounce.

“Saya memperkirakan perak akan menunjukkan kinerja bullish pada tahun 2026, didukung oleh pendorong makro yang sama seperti emas: ketegangan geopolitik yang terus-menerus, permintaan safe-haven yang kuat, dan pemangkasan suku bunga Fed yang berkelanjutan,” kata Du.

“Ukuran pasar perak yang lebih kecil dan biaya masuk yang lebih rendah membuatnya lebih volatil, menarik investor yang mencari alternatif selain emas yang mahal. Defisit pasokan struktural – didorong oleh permintaan fotovoltaik dan industri yang kuat – dikombinasikan dengan meningkatnya pembelian perhiasan dan investasi, akan memperkuat fluktuasi harga.”

Harga Emas Dunia

Seorang karyawan memegang beberapa perhiasan emas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pada Rabu 14 Januari 2026. Pada Rabu (14/1/2026), harga emas dan perak terus menguat mencapai level tertinggi. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Sebelumnya, harga emas kembali mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, dan melampau USD 4.700 per ounce. Kenaikan harga emas dunia itu seiring meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong permintaan aset safe-haven. Sedangkan harga perak menembus posisi USD 95 untuk pertama kali.

Mengutip CNBC, Rabu (21/1/2026), harga emas di pasar spot naik 2% menjadi USD 4.757,33 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi di USD 4.765,93. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari naik 3,7% menjadi USD 4.765,80 per ounce.

“Emas telah melonjak lebih dalam ke wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik,” ujar Market Analyst City Index Fawad Razaqzada.

Ia menuturkan, dolar AS yang lebih lemah memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia, memperkuat reli emas pada saat kepercayaan terhadap aset  Amerika Serikat kelihatan goyah.

Indeks utama Wall Street merosot ke level terendah hampir tiga minggu pada Selasa, karena investor dikejutkan oleh ancaman tarif baru dari Presiden Donald Trump terhadap Eropa terkait kendali atas Greenland.

Pernyataan tersebut telah meningkatkan ketegangan menjelang pertemuan Trump dengan para pemimpin bisnis global di Davos, Swiss, pada hari Rabu.

Dolar AS diperkirakan mengalami penurunan harian terbesar dalam lebih dari sebulan, membuat harga emas dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.

 

Prediksi Harga Emas Dunia

Harga emas Antam lebih mahal Rp 13.000 menjadi Rp 2.665.000 per gram. Tampak dalam foto, seorang karyawan memegang beberapa perhiasan emas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pada Rabu 14 Januari 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Emas, yang dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakstabilan ekonomi dan politik, melonjak 64% pada 2025 dan telah bertambah 10% sejak awal tahun. Kenaikan harga logam mulia ini juga didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS, yang mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin mulai pertengahan 2026, sementara fokus meningkat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Trump dapat menunjuk ketua Federal Reserve baru paling cepat minggu depan.

"USD 4.800 dan USD 4.900 adalah titik acuan yang jelas berikutnya (untuk emas), dengan target psikologis jangka panjang yang menonjol adalah USD 5.000," Razaqzada menambahkan.

Harga perak spot turun 0,3% menjadi USD 94,38/oz, setelah mencapai rekor USD 95,87 sebelumnya. Logam putih ini naik sekitar 147% pada 2025 dan telah naik lebih dari 32% sejak awal tahun 2026.

Selain itu, harga platinum spot naik 2,3% menjadi USD 2.429,60/oz, sementara paladium naik 1,1% menjadi USD 1.861,61.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya