Banjir Sumatra Nyaris Dua Bulan Berlalu, 143 Orang Masih Dinyatakan Hilang

Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir Sumatra.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 21 Januari 2026, 11:05 WIB
Berdasar informasi dari data bencana hidrometeologi siklon tropis senyar yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis (4/12) malam, setidaknya terdapat 2.698 rumah warga di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan parah. Tampak foto udara yang diambil menggunakan drone ini menunjukkan wilayah yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Pulau Sumatra, Kamis 4 Desember 2025. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Liputan6.com, Jakarta - Banjir Sumatra nyaris dua bulan berlalu. Mengacu data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 21 Januari 2026, angka korban meninggal dunia dari tiga provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.200 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan jumlah tersebut bertambah setelah masuk laporan ada satu korban meninggal dunia di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

“Selain korban meninggal, hingga saat ini tercatat sebanyak 143 orang masih dinyatakan hilang,” kata dia. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (21/1/2026).

Seratusan Ribu Warga Masih Mengungsi

Satu gajah sumatera ditemukan mati di antara timbunan kayu dan lumpur pasca banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Tampak dalam foto, orang-orang berjalan di dekat bangkai gajah Sumatra yang terkubur lumpur di daerah terdampak banjir di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada 30 November 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Semantara jumlah penduduk terdampak yang masih bertahan di lokasi pengungsian mencapai 113.903 jiwa. Mereka tersebar di berbagai wilayah terdampak bencana sejak banjir dan longsor melanda akhir November tahun lalu.

Menurut Abdul, dinamika jumlah pengungsi terus berubah seiring dengan proses pembersihan wilayah terdampak, pemulihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian sementara yang mulai berjalan di sejumlah daerah.

Kebut Pemulihan Daerah Terdampak Bencana

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait terus mengoptimalkan penanganan darurat untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan.

“Upaya tanggap darurat dan pemulihan awal dilakukan secara terpadu agar transisi menuju tahap rehabilitasi dapat berjalan lebih cepat dan terukur,” ujarnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya