Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto global kembali melemah dalam 24 jam terakhir. Sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar tercatat mengalami koreksi harga cukup dalam, seiring meningkatnya aksi ambil untung dan sentimen kehati-hatian investor. Hal itu terjadi di bitcoin (BTC) dan Ethereum.
Tekanan terjadi hampir merata, dari Bitcoin hingga altcoin utama, meskipun stabilitas stablecoin tetap terjaga.
Advertisement
Mengutip Coinmarketcap.com, Rabu (21/1/2026) harga Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir tercatat berada di level USD 88.394,28, melemah 4,66%. Koreksi ini terjadi setelah BTC gagal mempertahankan momentum reli sebelumnya, memicu aksi ambil untung jangka pendek di kalangan investor institusional maupun ritel.
Sementara itu, Ethereum (ETH) mengalami tekanan lebih dalam. ETH turun 8,11% ke posisi USD 2.934,56. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya tekanan jual pada aset berisiko, khususnya altcoin, di tengah ketidakpastian arah pasar kripto secara keseluruhan.
Di sisi lain, Tether (USDT) relatif stabil. Dalam 24 jam terakhir, USDT berada di kisaran USD 0,9987 dengan penurunan tipis 0,07%. Koreksi juga dialami BNB, yang turun 5,32% ke level USD 875,20.
Adapun XRP tercatat melemah 4,82% ke harga USD 1,89. Pergerakan XRP menunjukkan bahwa sentimen negatif masih membayangi, meskipun minat spekulatif terhadap aset ini belum sepenuhnya hilang.
Stablecoin Bertahan, Altcoin Besar Ikut Melemah
Harga USD Coin (USDC) dalam 24 jam terakhir berada di USD 0,9998, turun sangat tipis 0,01%. Berbeda dengan stablecoin, Solana (SOL) justru mencatatkan koreksi cukup dalam. SOL turun 5,69% ke level USD 125,96.
Tekanan juga dialami TRON (TRX) yang melemah 4,70% ke harga USD 0,2964. Selanjutnya, Dogecoin (DOGE) turun 4,39% dalam 24 jam terakhir ke posisi USD 0,1234. Aset kripto berbasis meme ini masih bergerak fluktuatif, sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan pergerakan jangka pendek.
Sementara itu, Cardano (ADA) tercatat melemah 5,01% ke level USD 0,3512. Koreksi ADA menunjukkan investor masih bersikap wait and see terhadap perkembangan proyek dan adopsi jaringan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Tekanan Dalam di XMR, BCH hingga HYPE
Harga Bitcoin Cash (BCH) dalam 24 jam terakhir berada di USD 574,17, turun 1,66%. Dibandingkan aset lain, penurunan BCH relatif lebih terbatas, menandakan tekanan jual yang tidak terlalu agresif.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada Monero (XMR). XMR anjlok 19,72% ke level USD 501,20, menjadi salah satu aset dengan koreksi terdalam dalam daftar 15 kripto teratas.
Selanjutnya, Chainlink (LINK) turun 5,67% ke harga USD 12,14. Sementara itu, LEO Token (LEO) melemah 2,82% ke level USD 8,72. Adapun Hyperliquid (HYPE) tercatat turun 10,89% ke posisi USD 21,11.
Perusahaan Pemberi Pinjaman Kripto Ini Terhambat Masuk Pasar AS Usai Kena Sanksi
Sebelumnya, Otoritas keuangan California menjatuhkan sanksi kepada perusahaan pemberi pinjaman kripto Nexo atas pelanggaran aturan pinjaman. Padahal, Nexo tengah berencana untuk kembali hadir di pasar Amerika Serikat.
Komisioner Regulator keuangan California, Department of Financial Protection and Innovation (DFPI), KC Mohseni mengatakan, Nexo telah menyalurkan pinjaman konsumen dan komersial berbasis kripto kepada 5.456 warga California tanpa mengantongi lisensi yang diwajibkan oleh hukum negara bagian.
Selain itu, pihaknya menemukan perusahaan gagal melakukan penilaian mendasar terhadap kemampuan debitur untuk membayar kembali pinjaman, termasuk tidak meninjau kewajiban utang yang sudah ada maupun riwayat kredit peminjam.
"Pemberi pinjaman wajib mematuhi hukum dan menghindari praktik pinjaman berisiko yang dapat membahayakan konsumen, dan pinjaman berbasis kripto tidak terkecuali,” ujar Mohseni, dalam pernyataan resminya, dikutip dari Yahoo Finance Minggu (18/1/2026).
Denda kepada Nexo
Maka dari itu, lanjut Mohseni, pihaknya menjatuhkan denda sebesar USD 500.000 atau Rp 8,45 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 16.910) kepada Nexo. Selain denda administratif, pihaknya juga memerintahkan Nexo untuk memindahkan seluruh dana nasabah California ke afiliasi AS yang telah memiliki lisensi dalam waktu 150 hari.
Sanksi dari California ini dinilai signifikan karena negara bagian tersebut menjadi barometer penerimaan regulasi keuangan di tingkat nasional. Dengan jumlah penduduk dan produk domestik bruto terbesar di AS, California kerap menjadi gerbang utama bagi perusahaan jasa keuangan yang ingin memperluas bisnisnya secara nasional.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan regulasi yang dihadapi Nexo di Amerika Serikat, yang sebelumnya berujung pada keputusan perusahaan untuk keluar dari pasar AS pada 2022.
Selesaikan Gugatan
Pada Januari 2023, Nexo sepakat membayar USD 45 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan Securities and Exchange Commission (SEC) serta sejumlah otoritas negara bagian terkait produk Earn Interest Product. Regulator menilai produk tersebut ditawarkan tanpa pendaftaran yang semestinya. Dalam kesepakatan itu, Nexo tidak mengakui maupun membantah kesalahan, namun setuju untuk menghentikan seluruh produk pinjaman berbunga di Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut secara efektif mengakhiri bisnis pinjaman kripto Nexo di AS pada saat itu. Menanggapi kasus terbaru ini, Chief Technology Officer Komodo Platform, Kadan Stadelmann, mengatakan kegagalan Nexo dalam melakukan uji kemampuan bayar terhadap ribuan peminjam memunculkan tanda bahaya serius.
"Fakta bahwa Nexo mengabaikan pemeriksaan dasar kemampuan bayar menunjukkan adanya potensi kelemahan sistemik dalam kepatuhan,” ujarnya, seperti dikutip media Decrypt.