Niclas Fullkrug dan Opsi Formasi 4-3-3, AC Milan Siap Tinggalkan 3-5-2?

Kehadiran Niclas Fullkrug memberi AC Milan penyerang nomor 9. Allegri kini punya opsi mengubah sistem dari 3-5-2 ke 4-3-3 atau skema tiga penyerang.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 20 Januari 2026, 19:42 WIB
Pemain AC Milan Niclas Fullkrug merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Lecce di Milan, Italia, Minggu, 18 Januari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Kedatangan Niclas Fullkrug berpotensi untuk mengubah peta taktik AC Milan. Rossoneri kini memiliki penyerang nomor 9 murni di dalam skuad pada diri pemain asal Jerman tersebut.

Selama paruh pertama musim, Milan lebih sering bermain tanpa target man klasik. Skema 3-5-2 menjadi pilihan utama Massimiliano Allegri.

Namun, dinamika mulai bergeser sejak Januari. Allegri memberi sinyal kuat akan membuka opsi sistem lain. Apalagi, pada beberapa laga, permainan Milan mulai ditebak lawan.

Fullkrug hadir sebagai variabel penting. Dengan profil target man, Milan kini punya dasar kuat untuk memainkan tiga penyerang. Rafael Leao dan Christian Pulisic juga terbiasa bermain sebagai winger.


Isyarat Allegri dan Pergeseran Sistem

Massimiliano Allegri memberikan instruksi pada skuad AC Milan di laga lawan Napoli di semifinal Supercoppa Italiana di Stadion Universitas King Saud, Riyadh, Arab Saudi, Jumat (19/12/2025). (AP Photo/Altaf Qadri)

Dalam beberapa pekan terakhir, Allegri tampak lebih fleksibel. Ia mulai meninggalkan pendekatan konservatif yang kaku.

La Gazzetta dello Sport mengingatkan bahwa Allegri bukan pelatih satu sistem. Ia pernah sukses dengan dua striker, empat penyerang, bahkan tiga penyerang.

Musim panas lalu, 4-3-3 sempat dipertimbangkan. Namun, Milan akhirnya memilih 3-5-2 demi stabilitas awal musim.

Situasi berubah pada Januari. Saat melawan Genoa dan Fiorentina, Allegri menggunakan tiga penyerang untuk mengejar ketertinggalan.


Fullkrug dan Opsi Tiga Penyerang

Penyerang AC Milan, Niclas Fullkrug, memegang ponsel untuk merekam suasana stadion setelah dianugerahi trofi “Player of the Game” seusai pertandingan Liga Italia Serie A antara AC Milan dan Lecce di Stadion San Siro, Milan, Italia utara, pada 18 Januari 2026. (Stefano RELLANDINI / AFP)

Masuknya Fullkrug memberi Milan dimensi baru. Ia kuat dalam duel udara dan efektif saat membelakangi gawang.

Saat melawan Genoa, Allegri menarik Saelemaekers dan memasukkan Fullkrug. Gol Leao di menit ke-92 menjadi pembenaran pendekatan tersebut.

Di laga kontra Fiorentina, pendekatan berbeda dipakai. Allegri memasukkan Nkunku, tanpa penyerang nomor 9 murni, tetapi tetap agresif.

Perbedaannya jelas. Dengan Fullkrug, Milan cocok bermain dengan umpan silang. Tanpa dia, permainan lebih cair dan berbasis kombinasi.

Sumber: SempreMilan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya