Liputan6.com, Jakarta - PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) menargetkan pertumbuhan pendapatan kontribusi yang solid pada 2026 seiring strategi mempertahankan bisnis eksisting dan memperluas kanal ritel individu. Perseroan juga menegaskan komitmen menjaga kehati-hatian portofolio investasi dengan fokus utama pada instrumen syariah.
Direktur Utama JMAS menyampaikan, target produksi atau pendapatan kontribusi pada 2026 diproyeksikan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Dengan capaian kontribusi pada 2025, perseroan optimistis target tersebut dapat tercapai.
Advertisement
“Kalau produksi di tahun 2026 kita targetnya naik 20% dari realisasi tahun 2025 Jadi kalau 2025, 295 dikalikan ke 20% lah, kira-kira sekitar Rp 360 miliar,” ujarnya dalam Pubex Insidentil, Selasa (20/1/2026).
Dari sisi strategi bisnis, JMAS akan tetap mengandalkan portofolio yang telah berjalan sambil melakukan ekspansi secara selektif pada segmen yang dinilai memberikan hasil positif. Perseroan juga belum berencana membuka produk asuransi kesehatan baru di luar yang sudah ada, serta fokus mengembangkan produk ritel individu.
“Strateginya adalah kita tetap akan expand atau mempertahankan bisnis yang lama Kemudian melakukan perluasan dan kita akan mempertahankan untuk produksi-produksi Yang memang memberikan result underrating yang positif,” jelasnya.
Selain mendorong pertumbuhan kontribusi, JMAS juga mencatat peningkatan pada sisi investasi hingga akhir 2025. Perseroan menegaskan bahwa penempatan dana masih didominasi oleh instrumen berbasis syariah. Direktur Utama JMAS mengatakan, fokus utama investasi masih berada pada sukuk atau obligasi syariah.
“Oke, untuk yang investasi Kita lebih banyak masih di sukuk atau obligasi syariah,” ujarnya.
Diversifikasi Terbatas
Meski demikian, perseroan juga melakukan diversifikasi terbatas ke instrumen lain. “Kemudian di deposito, sebagian di saham Jadi dominannya masih di sukuk, untuk investasi masih dominan di sukuk,” tambahnya.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited per 31 Desember 2025, JMAS membukukan pendapatan kontribusi sebesar Rp 295,72 miliar, meningkat dibandingkan Rp 253,71 miliar pada 2024. Dari sisi underwriting, perseroan mencatat surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp 1,75 miliar, berbalik dari defisit Rp 13,48 miliar pada tahun sebelumnya.
Pada laporan posisi keuangan, total aset JMAS tercatat Rp 391,01 miliar, naik dari Rp 306,18 miliar pada 2024. Nilai investasi perseroan mencapai Rp 161,60 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp 98,17 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, JMAS juga membukukan laba bersih sebesar Rp 4,04 miliar sepanjang 2025, lebih tinggi dibandingkan laba Rp 2,83 miliar pada 2024.