Liputan6.com, Jakarta - Sistem ternak terpadu menjadi solusi efisien dalam memanfaatkan lahan terbatas. Pemilihan jenis ikan untuk diternak bersama ayam berperan penting dalam menunjang produktivitas.
Integrasi ayam dan ikan memungkinkan pemanfaatan limbah organik secara optimal. Dengan memilih jenis ikan untuk diternak bersama ayam yang mudah beradaptasi, biaya pakan dapat ditekan.
Advertisement
Selain efisien, metode ini juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan sederhana. Oleh karena itu, pemahaman tentang jenis ikan untuk diternak bersama ayam sangat diperlukan, terutama untuk pemula.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang jenis ikan untuk diternak bersama ayam, Selasa (20/1/2026).
Jenis Ikan untuk Diternak Bersama Ayam
Sistem ternak terpadu ayam dan ikan semakin diminati karena mampu memanfaatkan limbah kandang secara optimal. Kotoran ayam dapat berfungsi sebagai pupuk alami kolam, bahkan menjadi sumber pakan tambahan bagi ikan tertentu. Berikut ini sembilan jenis ikan yang dinilai cocok untuk diternak bersama ayam dengan manajemen yang tepat.
1. Ikan Lele (Clarias sp.)
Ikan lele dikenal sangat adaptif dan rakus sehingga mampu memanfaatkan kotoran ayam sebagai sumber nutrisi tambahan. Lele juga memiliki toleransi tinggi terhadap kadar oksigen rendah dan kualitas air yang fluktuatif. Jika didukung sistem sirkulasi atau penggantian air yang baik, lele tidak mudah stres. Selain menekan biaya pakan, lele membantu mengurangi limbah kandang ayam yang berpotensi mencemari lingkungan.
2. Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Ikan nila merupakan ikan air tawar populer yang mudah dipelihara dan memiliki daya tahan cukup tinggi. Dalam sistem terpadu, kotoran ayam berperan sebagai pupuk kolam yang merangsang pertumbuhan plankton sebagai pakan alami nila. Pertumbuhannya relatif cepat, sehingga ikan nila umumnya dapat dipanen dalam waktu sekitar 2–6 bulan, tergantung kepadatan dan kualitas air.
3. Ikan Gurame (Osphronemus goramy)
Gurame termasuk ikan bernilai ekonomis tinggi dan digemari pasar. Penempatan kolam di bawah kandang ayam memungkinkan kotoran ayam dan sisa pakan jatuh langsung ke kolam sebagai pupuk organik. Hal ini membantu menekan biaya pakan tambahan, meski tetap diperlukan pakan utama agar pertumbuhan gurame tetap optimal dan seragam.
4. Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Ikan mas banyak dibudidayakan karena pasarnya luas dan teknik pemeliharaannya relatif mudah. Dalam sistem ternak terpadu, kotoran ayam dimanfaatkan sebagai pupuk kolam yang mendukung pertumbuhan fitoplankton dan zooplankton. Pakan alami tersebut sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ikan mas, terutama pada fase awal pemeliharaan.
5. Ikan Patin (Pangasius sp.)
Ikan patin dikenal memiliki pertumbuhan cepat dan daya tahan tinggi terhadap kondisi air yang kurang ideal. Patin cocok dipelihara di kolam yang terintegrasi dengan kandang ayam, terutama di daerah rawa atau dataran rendah. Limbah peternakan ayam, seperti sisa telur atau pakan, dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan dengan pengelolaan yang higienis.
6. Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)
Mujair memiliki sifat toleran terhadap perubahan lingkungan dan mampu tumbuh dengan cepat. Kotoran ayam berfungsi sebagai pupuk kolam yang meningkatkan kesuburan air, sehingga pakan alami tersedia lebih melimpah. Selain itu, mujair juga dapat memanfaatkan sisa sayuran atau limbah dapur sebagai pakan pendukung.
7. Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum)
Ikan bawal air tawar bersifat omnivora dan memiliki daging lembut yang digemari konsumen. Dalam sistem ternak bersama ayam, bawal dapat memanfaatkan sisa pakan ayam yang jatuh ke kolam. Kotoran ayam juga membantu menyuburkan kolam, sehingga bawal memperoleh tambahan nutrisi alami untuk menunjang pertumbuhannya.
8. Ikan Gabus (Channa striata)
Meskipun termasuk ikan predator, gabus tetap bisa diintegrasikan dengan kandang ayam jika manajemennya tepat. Kotoran ayam membantu membentuk ekosistem kolam yang mendukung ketersediaan pakan alami. Ikan gabus memiliki nilai jual tinggi dan dapat mencapai ukuran panen dalam waktu sekitar 5–6 bulan dengan perawatan yang baik.
9. Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus)
Ikan tawes merupakan ikan lokal Indonesia yang mudah beradaptasi dan bersifat omnivora. Pemupukan kolam menggunakan kotoran ayam merangsang pertumbuhan plankton yang menjadi pakan alami tawes. Jenis ikan ini cocok untuk peternak pemula karena perawatannya sederhana dan relatif tahan terhadap perubahan kualitas air.
Sistem Budidaya Terintegrasi Longyam: Efisiensi dan Keuntungan Ganda
Sistem Longyam atau balong ayam merupakan metode budidaya terpadu yang menggabungkan peternakan ayam dan perikanan dalam satu area produksi. Kandang ayam dibuat berbentuk panggung dan ditempatkan tepat di atas kolam ikan, sehingga tercipta hubungan saling menguntungkan antara kedua usaha.
Keunggulan Sistem Longyam antara lain:
1. Pemanfaatan Limbah Secara Optimal
Kotoran ayam yang jatuh langsung ke kolam berfungsi sebagai pupuk alami yang merangsang pertumbuhan plankton. Selain itu, limbah tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi jenis ikan tertentu.
2. Penghematan Biaya Pakan Ikan
Dengan tersedianya pakan alami dari limbah ayam, kebutuhan pakan ikan pabrikan dapat dikurangi secara signifikan. Dalam pengelolaan yang tepat, penghematan biaya pakan bahkan bisa mencapai lebih dari 50%.
3. Efisiensi Penggunaan Lahan
Sistem ini sangat cocok diterapkan pada lahan terbatas karena memadukan dua jenis usaha dalam satu lokasi. Hal ini menjadikannya ideal untuk skala rumahan atau usaha keluarga.
4. Potensi Panen Ganda
Peternak dapat memperoleh dua sumber hasil sekaligus, yaitu telur atau daging ayam serta ikan segar. Kondisi ini membantu menjaga arus pendapatan tetap stabil.
5. Model Usaha Lebih Berkelanjutan
Dengan memanfaatkan sumber daya secara maksimal dan mengurangi limbah, Longyam menjadi sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan meski harga pasar berfluktuasi.
Q & A Seputar Topik
Apa itu ide peternakan kecil campuran ayam dan ikan?
Ide peternakan kecil campuran ayam dan ikan adalah sistem agribisnis terpadu yang mengintegrasikan budidaya ayam dan ikan dalam satu lokasi, di mana kotoran ayam dapat dimanfaatkan sebagai pakan atau pupuk untuk ikan, sehingga menekan biaya operasional dan mengoptimalkan lahan.
Bagaimana sistem terpadu ayam dan ikan dapat menekan biaya pakan?
Sistem ini menekan biaya pakan karena kotoran dan sisa pakan ayam yang jatuh ke kolam dapat langsung dimanfaatkan oleh ikan sebagai pakan tambahan atau pupuk alami, mengurangi kebutuhan pakan pabrikan hingga 50% lebih rendah.
Jenis ikan apa yang cocok untuk sistem peternakan terpadu dengan ayam?
Jenis ikan air tawar seperti lele, nila, gurame, atau patin sangat cocok karena dikenal rakus, memiliki daya tahan tinggi terhadap limbah organik, dan mampu mencerna kotoran ayam dengan baik.
Apakah sistem akuaponik terpadu menguntungkan?
Ya, sistem akuaponik terpadu sangat menguntungkan karena menghasilkan tiga sumber pendapatan sekaligus: telur/daging ayam, ikan segar, dan sayuran organik, dengan efisiensi sirkulasi tertutup yang meminimalkan penggunaan air dan pupuk kimia.