Dorong Kemandirian Ibu Rumah Tangga, Sandiaga Uno Gelar Pelatihan Tata Boga di Sukabumi

Founder YIS Sandiaga Uno dorong kemandirian para ibu rumah tangga dengan menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.

oleh Tim NewsDiterbitkan 19 Januari 2026, 18:35 WIB
Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang bagi ibu rumah tangga di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Dorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.

Pelatihan yang digelar di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (15/1/2026) itu diikuti sebanyak 50 ibu rumah tangga.

Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno berharap pelatihan ini membuka peluang usaha rumahan produk makanan viral, berupa talam singkong dan muffin pisang.

Selain mengajarkan keterampilan membuat makanan viral, para ibu juga terampil menggunakan Artificial Inteligence (AI) untuk membantu pemasaran produk.

"Terpenting adalah terbangun jejaring antar usaha kecil, mereka bisa saling support untuk mendorong penjualan berkelanjutan," ujar Sandiaga Uno melalui keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).

Dia menyebut, sejak tahun 2011, YIS terus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya pemberdayaan perempuan. Salah satunya, kata Sandiaga Uno, pelatihan baking ini yang dipilih karena cukup efektif dan efisien, mengingat bahan baku yang bisa mudah ditemukan.

"Nantinya, program ini tidak hanya berhenti sampai di pelatihan baking saja, akan tetapi ada pendampingan lanjutan yang bisa diikuti para Ibu," terang dia.

"Dan akan ada pemilihan peserta terbaik untuk mendapatkan bantuan modal usaha. Dari talam singkong dan muffin pisang, ibu-ibu auto (langsung) bikin cuan," jelas Sandiaga.

 

Dorong Kemajuan Desa

Sementara itu, Perwakilan Rumah Zakat, Asep Suhendar menyampaikan pelatihan yang digelar sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendorong kemajuan desa melalui tiga pilar utama, yaitu pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan aspek kesehatan masyarakat.

"Melalui program ekonomi, kami berharap dapat membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, serta mendorong kemandirian masyarakat," ucap Asep.

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Kertaangsana, Dinding. Mewakili perangkat Desa Kertaangsana, dirinya berterima kasih kepada YIS dan Rumah Zakat yang telah memilih Desa Kertaangsana sebagai lokasi untuk program pemberdayaan ekonomi Ibu-ibu.

Dirinya berharap program ini membawa manfaat bagi ibu-ibu untuk memiliki keterampilan dalam membuat suatu usaha rumahan.

"Akhirnya bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri," kata Dinding.

Diketahui, pada sesi Kick-Off Program, peserta diajarkan hardskill membuat Talam Singkong dan Muffin Pisang. Kedua menu ini dipilih karena memiliki bahan yang murah, mudah ditemukan, dan bisa dimodifikasi sesuai keinginan penjual.

 

Fasilitasi Diskusi

Selain itu, peserta juga diajarkan menggunakan Generative AI untuk membuat konten dan ditantang untuk langsung Open Pre-Order hari itu juga.

Dari tantangan tersebut, para ibu-ibu peserta mendapatkan pesanan total 91 pesanan Talam Singkong, dan 108 pesanan Muffin Pisang dengan harga jual Rp 5.000 untuk kedua produk.

Para Ibu-ibu mendapatkan pendapatan sekitar Rp 1.005.000 dari pesanan di hari tersebut. Setelah sesi offline, dilanjutkan dengan 3 minggu pendampingan intensif.

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi antara peserta dan para trainer, serta memberikan dukungan langsung dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama program.

Peserta akan dibimbing dalam berlatih membuat konten promosi, mengoptimalkan strategi digital marketing, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari.

Melalui sesi ini, peserta dapat mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendapatkan masukan dan saran konstruktif yang dapat langsung diimplementasikan dalam tantangan bisnis yang mereka jalani.

Infografis Ragam Tanggapan Pasar Tanah Abang dan Produk UMKM Tergerus Lapak Online. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya