Misi Bangkit Juventus, 3 Perubahan yang Bisa Dilakukan Saat Menjamu Benfica di Liga Champions

Juventus menyiapkan tiga perubahan penting saat melawan Benfica di Liga Champions. Langkah Spalletti jadi respons atas kekalahan dari Cagliari.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 19 Januari 2026, 15:42 WIB
Para pemain Juventus merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Cremonese di Turin, Italia, 12 Januari 2026. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus menghadapi momentum krusial pada persaingan di Liga Champions 2025/2026. Kekalahan mengejutkan dari Cagliari di Serie A menjadi peringatan keras bagi Bianconeri agar tidak mengulang hasil serupa.

Hasil buruk di Sardinia itu datang di saat yang sensitif. Juventus sedang membangun kembali kepercayaan diri di Liga Champions. Juventus kini berada di peringkat ke-17 dengan sembilan poin dari enam laga.

Pada matchday ke-7 fase grup, Juventus akan menjamu Benfica. Duel digelar di Allianz Stadium, Kamis (22/1) dini hari WIB.

Pelatih Luciano Spalletti tentu bersiap melakukan evaluasi cepat usai kalah dari Cagliari. Tiga mungkin harus disiapkan sebagai respons atas hasil mengecewakan akhir pekan lalu dan demi poin penuh lawan Benfica.


Pergantian Kiper: Di Gregorio Kembali Jadi Andalan

Kiper Juventus, Michele Di Gregorio, melakukan penyelamatan atas tembakan pemain Real Madrid, Federico Valverde, dalam laga babak 16 besar Piala Dunia Antarklub di Miami Gardens, Florida, Rabu (2/7/2025). (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Perubahan pertama diprediksi terjadi di bawah mistar gawang. Michele Di Gregorio akan kembali dipercaya sebagai starter.

Mattia Perin tampil kurang meyakinkan saat melawan Cagliari. Namun, keputusan ini bukan semata soal performa individu.

Rotasi kiper telah masuk rencana Spalletti sejak awal musim. Di Gregorio tetap dianggap sebagai kiper utama Juventus.

Laga melawan Benfica membutuhkan stabilitas dan ketenangan. Di Gregorio dinilai lebih siap menghadapi tekanan di level Eropa.


Thuram Kembali, Struktur Lini Tengah Dikoreksi

Gelandang Juventus, Khephren Thuram, berebut bola dengan pemain Torino, Cesare Casadei (kanan), dalam pertandingan Serie A antara Juventus dan Torino di Turin, Italia, Sabtu, 8 November 2025. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Perubahan kedua menyasar lini tengah. Khephren Thuram diperkirakan kembali ke susunan pemain inti.

Gelandang Prancis itu jarang diistirahatkan musim ini. Absennya di laga sebelumnya lebih karena kebutuhan rotasi.

Thuram akan kembali berduet dengan Manuel Locatelli. Kombinasi ini memberi Juventus energi, agresivitas, dan keseimbangan.

Dampaknya, Teun Koopmeiners kemungkinan memulai laga dari bangku cadangan. Keputusan ini bersifat taktis dan situasional.


Conceicao Pulih, Opsi Baru di Lini Serang

Selebrasi Francisco Conceicao di laga Hellas Verona vs Juventus di pekan keempat Serie A 2025/2026 di Marcantonio Bentegodi, Sabtu (20/09/2025) malam WIB. (Paola Garbuioi/LaPresse via AP)

Perubahan ketiga berpotensi terjadi di lini depan. Francisco Conceicao siap kembali ke starting eleven.

Pemain sayap asal Portugal itu telah pulih dari cedera ringan. Ia sempat mendapat menit bermain singkat kontra Cagliari.

Laga melawan Benfica memiliki makna emosional bagi Conceicao. Ia ingin membuktikan kualitasnya melawan klub asal negaranya.

Jika dimainkan sejak awal, Fabio Miretti kemungkinan harus menepi. Spalletti mencari variasi dan daya ledak dari sisi sayap.

Sumber: JuveFC

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya