Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 19 Januari 2026

Berikut prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rekomendasi saham pada perdagangan saham Senin, (19/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 19 Januari 2026, 09:10 WIB
Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Senin, (19/1/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Senin, (19/1/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup naik 0,47% disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing Rp 474 miliar pada perdagangan saham Kamis, 15 Januari 2026. Saham-saham yang paling banyak dibeli asing antara lain saham BBRI, PTRO, BMRI, INCO dan JPFA.

“IHSG berpotensi sideways hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 9.000-9.040 dan level resistance 9.100-9.150 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Dalam riset PT Samuel Sekuritas Indonesia menyebutkan, IHSG hari ini akan melemah dipicu sentimen negative pasar Amerika Serikat (AS) dan regional. Pada Senin pagi ini, indeks Kospi melemah 0,23% dan indeks Nikkei terpangkas 0,99%.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), dan PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP).

Trading Idea hari ini: ASII, CUAN, INET, DEWA, BUVA, dan INKP

  • ASII Spec Buy dengan area beli di 7050, cutloss di bawah 7000. Target dekat di 7125-7200.
  • CUAN Spec Buy dengan area beli di 1835-1850, cutloss di bawah 1835. Target dekat di 1890-1910.
  • INET Buy if Break 525, dengan target dekat di 555-590. Cutloss di bawah 490.
  • DEWA Buy if Break 770, dengan target dekat di 795-830. Cutloss di bawah 745.
  • BUVA Buy on Weakness dengan area beli di 1835-1865, cutloss di bawah 1835. Target dekat di 1910-1975.
  • INKP Spec Buy dengan area beli di 9875-9950, cutloss di bawah 9875. Target dekat di 10100-10300.    

Penutupan IHSG pada Kamis 15 Januari 2026

Penurunan IHSG merupakan respons negatif dari pergantian Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih. Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani Indrawati digantikan Purbaya Yudhi Sadewa. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan saham Kamis, (15/1/2026). Jelang libur panjang, IHSG hari ini menguat di tengah sektor saham industri pimpin koreksi dan sektor saham keuangan melesat.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 0,47% ke posisi 9.075,40. IHSG hari ini kembali mencetak rekor tertinggi baru dari perdagangan kemarin yang ditutup 9.032,58.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG masih berada di fase uptrendnya dan secara teknikal dalam jangka pendek sudah mencapai target di 9.100.

"Penguatan IHSG ini juga terjadi di tengah pelemahan market global dan nilai tukar Rupiah terhadap USD,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, dari sektoral dapat dicermati sektor perbankan, khususnya kapitalisasi pasar besar, mendorong pergerakan IHSG disusul oleh sektor consumer cyclical.

 

Kinerja Perdagangan Saham

Nilai transaksi hingga akhir perdagangan pada Selasa (8/4/2025) mencapai Rp 20,41 triliun dengan melibatkan 22,65 miliar saham dalam 1,43 juta kali transaksi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

“Secara teknikal, pergerakan IDX Finance masih berada di fase uptrendnya dan mampu menembus area MA20, pergerakannya pun masih didominasi oleh volume pembelian. Dari sisi sentimen kami perkirakan terdapat adanya katalis dari dividen, kemudian adanya ekpektasi valuasi emiten-emiten perbankan yang dianggap murah dengan kinerja yang masih terjaga dan bertumbuh,” ujar dia.

Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.100,82 dan level terendah 9.0040,99. Sebanyak 339 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 331 saham melemah sehingga bebani IHSG. 133 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 3.373.647 kali dengan volume perdagangan saham 50,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 28,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.880. Kapitalisasi pasar menyentuh Rp 16.511 triliun.

Sektor Saham

Pialang memeriksa kacamata saat tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sektor saham bervariasi pada perdagangan Kamis pekan ini. Sektor saham industri terpangkas 2,31% dan catat penurunan terbesar. Sektor saham transportasi melemah 0,97%, dan sektor saham basic melemah 0,76%.

Selain itu, sektor saham energi merosot 0,21%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,18%, sektor saham properti turun 0,43%.

Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,20%, sektor saham consumer siklikal bertambah 1,15%, sektor saham keuangan menanjak 1,14%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 0,58% dan sektor saham infrastruktur naik 0,13%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya