Dua Kereta Cepat Bertabrakan di Spanyol, Sedikitnya 21 Orang Tewas

Lebih dari 70 orang dilaporkan terluka akibat kecelakaan kereta ini.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 19 Januari 2026, 07:41 WIB
Para penumpang menunggu di aula Stasiun Kereta Madrid, Spanyol, pada Minggu 18/1/2026), setelah pengumuman penghentian layanan akibat kecelakaan yang melibatkan dua kereta yang anjlok di Cordoba. (Dok. Carlos Lujan/Europa Press melalui AP)

Liputan6.com, Madrid - Kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi terjadi pada Minggu (18/1/2026) malam di wilayah selatan Spanyol. Sebuah kereta cepat anjlok dari rel, berpindah ke jalur berlawanan, lalu menabrak kereta cepat lain yang datang dari arah berlawanan.

Insiden ini, menurut keterangan para pejabat setempat, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan penumpang lainnya.

Kereta yang mengalami kecelakaan merupakan kereta malam yang melayani rute Malaga–Madrid. Kereta tersebut keluar dari rel di dekat Kota Cordoba dan kemudian menghantam kereta lain yang sedang melaju dari Madrid menuju Huelva, kota lain di wilayah selatan Spanyol. Operator jaringan kereta api nasional Spanyol, Adif, menyampaikan bahwa dua kereta tersebut membawa sekitar 500 penumpang. Demikian seperti dikutip dari laporan Associated Press.

Menteri Kesehatan Regional Andalusia Antonio Sanz mengatakan bahwa pihak berwenang melaporkan kepadanya jumlah korban meninggal dunia telah melebihi 20 orang dan masih ada kekhawatiran jumlah tersebut akan terus bertambah. Hingga saat ini, operasi penyelamatan masih berlangsung di lokasi kejadian.

Sanz juga menyebutkan bahwa sebanyak 73 penumpang yang mengalami luka-luka telah dievakuasi dan dibawa ke enam rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menambahkan bahwa setidaknya satu gerbong penumpang terguling dan jatuh ke lereng sedalam sekitar empat meter.

Kepala Pemadam Kebakaran Cordoba Francisco Carmona dalam wawancara dengan radio nasional Spanyol RNE menuturkan bahwa salah satu kereta mengalami kerusakan parah. Menurutnya, sedikitnya empat gerbong terlepas dari rel akibat benturan keras tersebut.

"Situasi di lokasi kecelakaan sangat serius," ujar Antonio Sanz. "Kami menghadapi malam yang sangat sulit."

 

Dampak terhadap Layanan Kereta

Sementara itu, Kepala Perlindungan Sipil Regional Maria Belen Moya Rojas, kepada stasiun televisi Canal Sur menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi di wilayah yang sulit dijangkau, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan penyelamatan.

"Warga setempat turut membantu upaya darurat dengan membawa selimut dan air minum ke lokasi kejadian untuk menolong para korban," kata Moya Rojas.

Kereta berkecepatan tinggi merupakan moda transportasi yang sangat populer di Spanyol dan beroperasi di jaringan nasional yang luas. Menyusul kecelakaan ini, unit bantuan darurat militer Spanyol dikerahkan bersama tim penyelamat lainnya. Palang Merah Spanyol juga memberikan dukungan kepada petugas kesehatan di lapangan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan belasungkawa melalui unggahan di platform X. Ia menulis bahwa dirinya mengikuti berita mengerikan dari Cordoba dan menyatakan simpati kepada para korban dalam bahasa Spanyol.

Adif mengumumkan bahwa seluruh layanan kereta api antara Madrid dan kota-kota di wilayah Andalusia tidak akan beroperasi pada hari Senin (19/1) sebagai dampak dari kecelakaan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya