Liverpool Gagal Menang Lagi, Arne Slot Buka Suara soal Siulan Suporter

Arne Slot menanggapi reaksi suporter Liverpool usai hasil imbang 1-1 melawan Burnley di Anfield. Pelatih asal Belanda itu menyebut frustrasi fans sebagai hal ya

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 18 Januari 2026, 17:38 WIB
Pelatih Liverpool, Arne Slot, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Burnley di Liverpool, Inggris, Sabtu, 17 Januari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Arne Slot menyoroti reaksi suporter Liverpool setelah hasil imbang melawan Burnley di Anfield. Pelatih asal Belanda itu menilai ekspresi dari tribun merupakan luapan emosi yang wajar.

Liverpool gagal mengamankan tiga poin usai ditahan Burnley dengan skor 1-1 pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (17/1/2026) malam WIB. Florian Wirtz sempat membawa The Reds unggul sebelum Marcus Edwards menyamakan kedudukan di babak kedua.

Hasil tersebut memperpanjang catatan kurang meyakinkan Liverpool saat menjamu tim promosi musim ini. Tekanan pun meningkat karena posisi mereka di papan atas klasemen mulai terancam.

Meski mendominasi jalannya laga, Liverpool kembali harus menerima kenyataan pahit di kandang sendiri. Situasi inilah yang kemudian memicu reaksi keras dari suporter di Anfield.


Slot Memahami Kekecewaan Suporter

Gelandang Liverpool, Florian Wirtz, mencetak gol tunggal Liverpool ketika bermain imbang 1-1 kontra Burnley pada laga pekan ke-22 Premier League di Stadion Anfield, Sabtu (17/01/2026) malam WIB. (AP Photo/Jon Super)

Arne Slot menegaskan bahwa respons negatif dari tribun bukanlah bentuk penolakan terhadap tim. Ia menilai reaksi tersebut muncul karena ekspektasi tinggi yang melekat pada Liverpool.

Menurut Slot, hasil imbang di kandang melawan Burnley memang sulit diterima bagi klub sebesar Liverpool. Terlebih, timnya tampil agresif sepanjang pertandingan.

“Saya tidak melihat itu sebagai siulan, melainkan sebagai bentuk frustrasi,” ujar Arne Slot. “Jika kami bermain di Anfield melawan Burnley dan tidak merasa kecewa dengan hasil imbang, maka ada sesuatu yang salah,” katanya.

“Saya sepenuhnya memahami frustrasi tersebut,” ungkap Slot. “Saya merasakannya, para pemain juga merasakannya, sama seperti para suporter,” tuturnya.


Dominasi Liverpool Belum Berbuah Kemenangan

Gelandang Liverpool asal Jerman bernomor punggung 07, Florian Wirtz (kiri), tendangannya berhasil ditepis saat pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Burnley di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 17 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Liverpool tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 73 persen sepanjang laga. Tim tuan rumah juga menciptakan banyak peluang berbahaya ke gawang Burnley.

Statistik mencatat Liverpool melepaskan 32 tembakan dengan 11 di antaranya tepat sasaran. Namun efektivitas penyelesaian akhir kembali menjadi masalah.

“Ini bukan pertama kalinya kami mengalami situasi seperti ini,” ujar Slot. “Kadang kami mencetak gol di menit akhir lalu kebobolan, atau justru gagal mengunci kemenangan,” ucapnya.

“Kami sering menjadi tim yang lebih banyak menciptakan peluang, tetapi tidak selalu mendapatkan hasil yang pantas,” kata Slot.


Upaya Menjaga Keseimbangan Permainan

Penalti dari gelandang Liverpool asal Hongaria bernomor punggung 08, Dominik Szoboszlai, membentur mistar gawang selama pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Burnley di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 17 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Slot menjelaskan bahwa Liverpool sempat berusaha menyesuaikan pendekatan permainan dalam beberapa laga terakhir. Fokus menjaga pertahanan berdampak pada berkurangnya intensitas serangan.

Namun, saat melawan Burnley, Liverpool kembali tampil lebih berani mengambil risiko. Pendekatan itu membuat mereka lebih dominan tanpa kehilangan kontrol permainan.

“Saya senang melihat kami menguasai bola lebih banyak dan menciptakan banyak peluang,” ujar Slot. “Biasanya itu membuka peluang serangan balik lawan, tetapi hari ini kami mampu mengendalikannya,” katanya.


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya