Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yakni Batubara Development Pte Ltd melepas 3,5 juta saham SINI secara bertahap.Tujuan pelepasan saham SINI untuk menambah jumlah saham yang beredar di publik.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (18/1/2026), Batubara Development Pte Ltd melepas 3,5 juta saham SINI pada 9-14 Januari 2026 dengan kisaran harga Rp 13.200-Rp 15.800.
Advertisement
Pertama, Batubara Development Pte Ltd melepas 1 juta saham SINI dengan harga Rp 13.200 per saham pada 9 Januari 2026. Kemudian, aksi penjualan saham SINI sebanyak 1,5 juta dilakukan pada 13 Januari 2026 dengan harga Rp 14.500 per saham. Lalu Batubara Development melepas 1 juta saham SINI dengan harga Rp 15.800 pada 14 Januari 2026.
Dengan demikian, nilai transaksi penjualan saham SINI mencapai Rp 50,7 miliar.
“Tujuan transaksi menambah jumlah saham yang beredar di masyarakat dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.
Setelah transaksi penjualan saham SINI, Batubara Development Pte Ltd memiliki 74,53 juta saham SINI atau setara 15,49%. Sebelumnya Batubara Development Pte Ltd memiliki 78,03 juta saham SINI atau setara 16,22%.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 15 Januari 2026, harga saham SINI naik 9,915 ke posisi Rp 17.475 per saham. Saham SINI dibuka ke posisi Rp 17.475 dari posisi sebelumnya Rp 15.900. Saham SINI berada di level tertinggi dan terendah 17.475. Total frekuensi perdagangan 111 kali dengan volume perdagangan 4.088 saham. Nilai transaksi Rp 7,2 miliar.
Kinerja IHSG Sepekan
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham 12-15 Januari 2026. Bahkan, IHSG menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan ini. Analis menuturkan, kenaikan IHSG sepekan didorong salah satunya lonjakan harga emas.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/1/2026), IHSG melonjak 1,55% dan ditutup ke posisi 9.075,40. IHSG melanjutkan kenaikan dari pekan lalu yang menguat 2,15% ke posisi 8.936,75.
Sementara itu, kapitalisasi pasar juga melambung 1,29% menjadi Rp 16.512 triliun dari pekan lalu Rp 16.301 triliun. Pada pekan ini, IHSG dan kapitalisasi pasar juga kembali catat rekor tertinggi.
“Hari Kamis, 15 Januari 2026, IHSG dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) masing-masing pada level 9.075,40 dan Rp 16.512 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.
Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan IHSG naik 1,55% dan masih didominasi oleh volume pembelian, meski cenderung menurun. Pihaknya memprediksi, IHSG dipengaruhi oleh beberapa sentimen. Pertama, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sekitar 0,21% selama sepekan.
Sentimen IHSG Lainnya
Kedua, menguatnya harga komoditas emas dan logam mineral lain, sehingga hal tersebut berpengaruh positif terhadap emiten-emiten yang berhubungan di IHSG.
“Ketiga, dari global masih pada sentimen geopolitik Amerika Serikat-Venezuela dan Amerika Serikat-Iran,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Sementara itu, peningkatkan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 3,87% menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp 31,46 triliun pada pekan lalu.
Namun, perubahan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini sebesar 2,68% menjadi 60,13 miliar saham dari 61,79 miliar saham pada pekan lalu.
Rata-rata frekuensi transaksi harian melemah 3,24% menjadi 3,86 juta kali transaksi dari 3,99 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Adapun investor asing mencatatkan nilai bersih Rp 947,45 miliar pada Kamis, 15 Januari 2026. Sepanjang 2026, investor asing beli saham Rp 7,3 triliun.