Liputan6.com, Jakarta - Banjir hingga ketinggian 1,5 meter di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, belum juga surut. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan ratusan warga terdampak di kawasan permukiman tersebut.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi banjir bersama jajaran terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal serta kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Advertisement
“Hari ini kami bersama Kepala BPBD, Pak Kadis Bina Marga, Pak Camat, Alhamdulillah bisa bertemu langsung dengan masyarakat di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang terjadi di wilayah ini. Kita juga masak bersama di dapur umum dalam menyediakan makanan untuk para korban bencana," ujar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Jumat (16/1/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Tangerang turut menggandeng relawan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menyiapkan menu makanan bagi warga terdampak. Sejumlah menu yang dimasak di dapur umum antara lain telur dadar, orek tempe, tahu goreng, nasi putih, serta sayur. Maesyal juga tampak sesekali ikut mengaduk tumisan untuk oreg tempe dan telur dadar di atas wajan panas.
Adapun keberadaan dapur umum serta penyaluran bantuan logistik diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk sementara waktu.
"Selain kita dirikan dapur umum, bantuan paket sembako dan perlengkapan obat-obatan, serta tenaga kesehatan juga diterjunkan untuk mereka yang terdampak banjir, kurang lebih sekitar 202 KK di Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, "ujarnya.
Bantuan Banjir
Sementara, di tempat yang sama, salah satu masyarakat Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, yang merupakan korban terdampak banjir, Hayati mengaku bersyukur bantuan logistik, obat, dan perlengkapan bayi sudah tiba dilokasi sejak Rabu, 14 Januari 2026 malam.
"Alhamdulillah, tadi kita makan bareng masakan yang dimasak Bupati. Saat ini juga bantuan logistik juga sudah tiba, semoga banjir bisa segera surut," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk pembangunan pintu air di aliran Sungai Cidurian. Upaya ini bertujuan mengatasi banjir langganan yang kerap melanda kawasan Perumahan Taman Cikande, Jayanti.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menjelaskan bahwa berdasarkan kajian dan pemantauan, banjir yang sering terjadi di sekitar Desa Cikande disebabkan luapan Sungai Cidurian.
"Untuk pintu air kita koordinasi dengan BWS, tapi nanti yang lebih cepat adalah terkait dengan permohonan pintu air ini," ujar Maesal dikutip dari Antara, Jumat (16/1/2026).
Kendati demikian, untuk solusi utama yang harus dijalankan yakni dengan melakukan pembangunan pintu air di sekitar sungai tersebut.
"Jadi permohonan-permohonan ini akan segera kita tindak lanjuti, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada upaya yang sesuai dengan permohonan warga sempat," katanya.
Pembangunan Tanggul
Selain itu, lanjut Maesal, Pemkab Tangerang juga telah merencanakan akan melakukan pembangunan tanggul di bantaran sungai tersebut sebagaimana ini dilakukan untuk memperkuat pencegahan bencana banjir langganan di wilayah itu.
"Khusus tanggul nanti juga akan kita koordinasikan dengan BWS sebagai pihak berkewenangan dalam pengelolaan aliran sungai," ucapnya.
Maesyal bilang, untuk pembangunan pintu air sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir ini ditargetkan akan mulai pada tahun anggaran 2026.
"Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027 karena anggaran tahun ini kan sudah jalan juga. Tapi nanti akan kita cari solusinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar bisa di tahun 2026," ungkapnya.