Usai Rekrut Sri Mulyani, Bill Gates Malah Mulai Tutup Gates Foundation dan Kurangi Pegawai

Pendiri Microsoft, Bill Gates, resmi memulai langkah awal penutupan Bill & Melinda Gates Foundation.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 16 Januari 2026, 17:20 WIB
Pendiri perusahaan raksasa Microsoft, Bill Gates (AFP PHOTO/JOSHUA LOTT)

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Microsoft, Bill Gates, resmi memulai langkah awal penutupan Bill & Melinda Gates Foundation. Keputusan ini menjadi fase transisi besar bagi salah satu organisasi filantropi terbesar di dunia, setelah yayasan tersebut menetapkan rencana penutupan penuh pada 2045.

Langkah awal ini dilakukan dengan mengombinasikan peningkatan belanja program berskala besar dan pengetatan biaya operasional. Pimpinan yayasan menegaskan bahwa periode menjelang penutupan akan difokuskan pada pencapaian dampak maksimal, bukan pengurangan aktivitas secara drastis.

Dikutip dari laman Moneycontrol.com, Jumat (16/1-2026), sepanjang sisa masa operasinya, Gates Foundation diperkirakan akan menghabiskan hampir USD 200 miliar untuk berbagai program global, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

Adapun yayasan Bill Gates telah menyetujui anggaran sebesar USD 9 miliar untuk 2026, yang merupakan belanja tahunan tertinggi sepanjang sejarahnya. Peningkatan alokasi ini mencerminkan upaya untuk menjawab tekanan yang kian besar di bidang kesehatan global, pengentasan kemiskinan, dan pendidikan, terutama di tengah anggaran bantuan internasional yang sedang tertekan di sejumlah negara.

Seiring dengan peningkatan belanja program, yayasan juga mengumumkan rencana untuk mengurangi jumlah tenaga kerjanya hingga 500 posisi dalam lima tahun ke depan. 

Pengurangan ini akan dilakukan secara bertahap dan sebagian bertujuan menjaga biaya operasional agar tetap berada dalam batas tetap sebesar USD 1,25 miliar per tahun, atau sekitar 14 persen dari total anggaran.

Saat ini mempekerjakan lebih dari 2.300 orang, yayasan berencana mencapai target tersebut melalui kombinasi pengurangan alami (attrition) dan penghapusan peran tertentu secara selektif, bukan melalui pemutusan hubungan kerja massal. Manajemen menyatakan bahwa tingkat staf dan biaya akan ditinjau setiap tahun selama masa transisi.

Di sisi isu pengurangan pegawai, justru Gates Foundation merekrut mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board).

 

 

 

Fokus Program Selama Masa Transisi

Pendiri perusahaan raksasa Microsoft, Bill Gates (Kevork Djansezian/Getty Images for Masters Grand Slam Indoor/AFP)

Meski penutupan telah direncanakan, Gates Foundation akan tetap mendanai inisiatif-inisiatif utama. Di antaranya kesehatan ibu dan anak, pengembangan vaksin, pencegahan penyakit menular, serta program pendidikan. 

Pendanaan tambahan juga diarahkan untuk pemanfaatan alat kecerdasan buatan dalam proyek sektor publik dan kesehatan.

Organisasi ini memperluas fokus operasionalnya di wilayah seperti Afrika dan India, dengan lebih banyak kepemimpinan program dan pelaksanaan kegiatan dipindahkan lebih dekat ke daerah yang paling terdampak penyakit seperti HIV dan tuberkulosis.

Prospek Jangka Panjang

Pendiri perusahaan raksasa Microsoft, Bill Gates (AFP PHOTO/SAUL LOEB)

Pimpinan yayasan menegaskan bahwa organisasi ini masih memiliki hampir dua dekade untuk beroperasi dan bertekad menghasilkan dampak paling signifikan selama periode tersebut.

Strategi penutupan ini mencerminkan keseimbangan antara percepatan belanja saat ini dan penetapan tanggal akhir yang jelas pada 2045. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya