Liputan6.com, NTT Operasi pencarian terhadap siswa SMPK Fransiskus Ruteng yang tenggelam di air terjun Tiwi Pai Wotong, Kabupaten Manggarai, NTT terus dilakukan.
Hingga hari kelima proses pencarian, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan korban.
Advertisement
"Hasilnya masih nihil," ujar Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).
Ia mengatakan pada pencarian hari kelima, Tim SAR melakukan pencarian di sekitar lokasi dengan melakukan penyisiran di atas air serta penyelaman.
Tak hanya di lokasi kejadian, Tim SAR juga melakukan penyisiran di pinggir sungai sesuai rencana operasi.
"Penyelaman dilakukan dengan memperhatikan arus dan debit air. Sedangkan penyisiran di aliran sungai dilakukan hingga 3 kilometer dari titik hilangnya korban," ungkap Fathur.
Tim SAR yang dikerahkan berjumlah 58 orang terdiri dari Pos SAR Manggarai Barat, Ditpolairud Polda NTT, Polsek Reo, Koramil 1613 Reo, BPBD Manggarai dan warga setempat.
"Cuaca hujan dengan angin kencang dan debit air tinggi menjadi faktor penghambat proses pencarian korban," kata dia.
Korban Melompat
Armada W. Jeferson, siswa SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai Wontong, Desa Toe, Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Minggu 11 Januari 2026.
Kejadian itu berawal pada Minggu, 11 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 WITA, korban bersama teman-temannya berangkat untuk berwisata ke Air Terjun Tiwu.
Namun sekitar pukul 09.30 WITA, korban melompat ke dalam kolam air terjun hingga akhirnya tenggelam.
Awalnya, proses pencarian dilakukan oleh pihak personel Polsek Reok, Satpol Air, Koramil dan dibantu warga.
Proses pencarian, dilakukan dengan menyisir area Tiwu Pai dan sekitarnya dengan keterbatasan peralatan dan kondisi lokasi yang sulit.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan pasca mendapat informasi, Tim SAR langsung mengerahkan personel dari Pos SAR Manggarai Barat menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.