Crane Ambruk Kembali Terjadi di Thailand, 2 Orang Tewas

Sehari sebelumnya, insiden crane ambruk di Thailand menewaskan lebih dari 30 orang.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 15 Januari 2026, 12:04 WIB
Sebuah crane di lokasi proyek pembangunan jalan tol di pinggiran Bangkok ambruk dan menewaskan dua orang pada Kamis (15/1/2026). (Dok. Facebook/Fire & Rescue Thailand)

Liputan6.com, Bangkok - Sebuah crane di lokasi proyek pembangunan jalan tol di pinggiran Bangkok, Thailand, ambruk pada Kamis pagi (15/1/2026), menewaskan dua orang. Informasi tersebut disampaikan oleh kepala kepolisian setempat kepada kantor berita AFP.

Crane tersebut runtuh pada Kamis pagi di proyek pembangunan Rama II Expressway yang berada di Provinsi Samut Sakhon, wilayah di luar Bangkok. Kepala Kepolisian setempat, Kolonel Polisi Sitthiporn Kasi, menjelaskan bahwa crane digunakan dalam pembangunan jalan layang dan jatuh menimpa badan jalan di bawahnya.

Selain dua korban meninggal dunia, seorang pejabat kepolisian lain dari kantor polisi setempat mengatakan kepada Reuters bahwa sedikitnya lima orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.

Media lokal melaporkan bahwa peristiwa itu terjadi di depan Paris Inn Garden Hotel. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kepulan debu tebal dan puing-puing berserakan di lokasi setelah crane berukuran besar itu ambruk dan menghantam struktur beton layang yang sedang dibangun.

Rama II Expressway diketahui menjadi lokasi sejumlah proyek infrastruktur besar, termasuk pembangunan jalan tol. Jalur tersebut telah beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan fatal dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mendapat julukan "Death Road" atau "Jalan Maut".

Insiden pada Kamis ini terjadi sehari setelah kecelakaan serupa di Provinsi Nakhon Ratchasima, wilayah timur laut Bangkok. Pada Rabu (14/1) pagi, sebuah crane khusus pemasangan jalur rel layang dalam proyek kereta cepat yang didukung China ambruk dan jatuh menimpa kereta penumpang yang melintas. 

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 32 orang dilaporkan meninggal dunia. Dari total 195 penumpang di dalam kereta, 66 orang lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, pihak berwenang menyatakan bahwa penyelidikan terkait penyebab kecelakaan masih terus berlangsung.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya