Mengenal Dujjonku, Camilan Terinspirasi Cokelat Dubai yang Viral di Korea Selatan

Bentuknya mirip mochi Daifuku, tapi isi Dujjonku mengingatkan pada cokelat Dubai yang sempat viral pada 2024. Kimbab Family yang tinggal di Korea Selatan pun ikut memburunya.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 15 Januari 2026, 07:00 WIB
Dujjonku, camilan viral yang terinspirasi dari cokelat Dubai. (dok. Tangkapan layar Youtube Kimbab Family)

 

Liputan6.com, Jakarta - Dunia perkulineran Korea Selatan kembali diramaikan dengan camilan viral. Dujjonku, singkatan dari kue kenyal Dubai, yang terinspirasi dari cokelat Dubai, kini marak dijual di negeri ginseng, termasuk di kawasan Myeongdong yang populer di Seoul. Kimbab Family bahkan sengaja berburu camilan manis itu yang sekilas bentuknya mengingatkan pada mochi Daifuku.

"Beberapa hari lalu, Suji selalu bilang katanya ada Dubai Jondekuki di Korea lagi viral banget katanya. Dimakan sama idol. Pengen nyobain. Nah, hari ini ada waktu, jadi kita cari di daerah sini," kata Mama Gina dalam unggahan di Youtube Kimbab Family, dikutip Kamis (15/1/2026).

Suji, si anak sulung langsung mencobanya. Ia menunjukkan bagaimana kenyalnya camilan tersebut dengan digoyangkan. Saat digigit, bubuk cokelat pekat langsung menempel di bibirnya. Di dalamnya berisi serutan berwarna hijau yang merupakan olahan pistachio. 

"Ini luarnya kaya mochi, tapi begitu digigit kaya krek gitu," urai Mama Gina tentang tekstur Dujjonku tersebut.

Mengutip Korea Times, saking viralnya, banyak tempat yang menawarkan Dujjonku, dari toko swalayan hingga hotel-hotel mewah. Salah satunya di Pierre Gagnaire a Seoul, restoran Prancis di Lotte Hotel Seoul, petit four yang terinspirasi dujjonku ditawarkan sebagai makanan penutup untuk semua menu hidangan hingga Februari, menurut industri perhotelan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Hidangan itu mengganti kataifi - kue tipis Timur Tengah yang sulit didapatkan di tengah tren ini - dengan Paillete Feuilletine, serpihan crepe renyah yang menawarkan tekstur serupa. Pistachio ditambahkan, sebelum makanan penutup dibungkus dengan lapisan marshmallow tipis dan diakhiri dengan bubuk kakao.

"Bagi restoran hotel, yang biasanya lambat dalam mencerminkan tren, peluncuran produk secepat ini menunjukkan betapa kuatnya demam dujjonku," kata seorang pejabat industri perhotelan.

Diviralkan Para Idol

Dujjonku, kue kenyal Dubai, yang terinspirasi dari cokelat Dubai. (dok. Tangkapan layar Youtube Kimbab Family)

 

Dujjonku adalah reinterpretasi Korea dari tren cokelat Dubai yang populer pada tahun 2024. Makanan ini memadukan kerenyahan dengan rasa manis dan gurih, dan meskipun disebut kue kering, teksturnya yang kenyal lebih mirip kue beras.

Kesuksesannya dipercepat oleh unggahan media sosial selebriti, yang memunculkan "peta dujjonku" daring yang melacak kafe yang menjual makanan penutup ini dan stok yang tersisa. Karena persediaan cepat habis setelah dibuka, kunjungan pagi hari dengan cepat menjadi hal yang biasa.

Jaringan toko serba ada dengan cepat memanfaatkan tren ini, dan meraih kesuksesan yang signifikan dengan produk merek pribadi berbasis dujjonku. CU, yang memperkenalkan produk-produk seperti Kataifi Chocolate Chewy Rice Cake, Dubai Chocolate Brownie, dan Kataifi Chewy Macaron pada akhir Oktober tahun lalu, berhasil menjual lebih dari 1,8 juta buah selama tiga bulan.

Penjualan kumulatif produk bertema Dubai melampaui 8,3 juta unit. Perusahaan ini juga meluncurkan Dubai Style Towel Cake mulai Rabu, 14 Januari 2026. 

Brand Kuliner Ramai-ramai Jual Dujjonku

Suji menunjukkan isi Dujjonku yang disantapnya. (dok. Tangkapan layar Youtube Kimbab Family)

Pertama kali dirilis Desember 2025, batch awal produk sebanyak 40.000 unit terjual habis dengan cepat, diikuti oleh penjualan habis 21.000 unit melalui pre-order bulan ini. CU kini mempersiapkan untuk memperkenalkan dua produk bertema Dubai baru dalam waktu dekat.

Brand kuliner GS25 juga mengikuti tren ini, merilis serangkaian makanan penutup cokelat Dubai sejak Oktober 2025, termasuk cokelat batangan dan bola cokelat. Produk-produk tersebut telah terjual lebih dari 1 juta unit, dengan tingkat penjualan mencapai 97 persen, yang dengan cepat menjadi produk yang ludes terjual.

Penjualan rata-rata bulanan produk-produk tersebut kini lebih dari 4,3 kali lebih tinggi dibandingkan bulan pertama. Seiring semakin banyak konsumen mencoba membuat dujjonku di rumah, penjualan marshmallow—bahan utama—juga melonjak hampir lima puluh kali lipat.

Awal bulan ini, 7-Eleven juga mengikuti tren dengan memperkenalkan Kadayif Ball. Hanya dalam 11 hari, penjualan kategori makanan penutup melonjak 250 persen. Menyusul kesuksesan itu, 7-Eleven berencana untuk merilis makanan penutup baru menggunakan kataifi.

 

Apa yang Membuat Dujjonku Viral?

Ilustrasi Cokelat Dubai. Credit: yalchinsonat1/Depositphotos.com

Emart24 juga merilis dua makanan penutup yang terinspirasi dari Dubai bulan lalu, Chocolate Kataifi Mochi dan Chocolate Castella Kataifi Mochi. Seperti brand lain, kedua produk tersebut mencatat peningkatan penjualan minggu kedua sebesar 81 persen dibandingkan minggu pertama.

Momentum ini membantu mendorong penjualan kumulatif bulanan melewati 180.000 unit, menempatkan kedua item tersebut di peringkat pertama dan kedua dalam kategori makanan penutup. Lonjakan permintaan juga tercermin secara online, dengan tingkat pencarian produk terkait berada di peringkat pertama dan kedua di aplikasi seluler Emart24, menunjukkan konversi yang kuat dari minat konsumen ke pembelian.

"Daya tariknya melampaui sekadar rasa," kata seorang pejabat industri ritel. "Visualnya membuatnya sangat mudah dibagikan di Instagram dan media sosial lainnya. Dalam lingkungan bisnis yang penuh tantangan, dujjonku kemungkinan akan tetap menjadi penggerak pendapatan yang andal untuk beberapa waktu."

Infografis tampilan kekinian camilan tradisional. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya