Tanggal 15 Januari Diperingati Sebagai Hari Apa? Yuk Cari Tahu!

Tanggal 15 Januari terdapat berbagai peringatan bersejarah. Mulai dari Hari Dharma Samudera hingga Penobatan Ratu Elizabeth I.

oleh Debby Alifah MaulidaDiterbitkan 15 Januari 2026, 06:30 WIB
Ilustrasi kalender 2026 (Foto: Reve Art AI)

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 15 Januari terdapat berbagai peringatan bersejarah. Hari ini diperingati sebagai Hari Dharma Samudera

Penetapan hari ini ditujukan untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan, pejuang dan tokoh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang telah berjasa dalam pertempuran di Laut Aru pada 15 Januari 1962.

Hari ini juga diperingati sebagai Hari Wikipedia. Pada hari ini, situs Wikipedia terbentuk. Situs ini. Wikipedia merupakan situs yang menyediakan berbagai informasi lengkap untuk pengguna internet. Situs ini memudahkan masyarakat untuk mencari sumber informasi yang dibutuhkan.

Kemudian, hari ini turut dirayakan sebagai Hari Desa Nasional di Indonesia. Hari Desa Nasional ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2024. Keputusan ini menegaskan pentingnya peran desa dalam pembangunan nasional.

Tak kalah menarik, hari ini telah terjadi peristiwa yang memilukan di tanah air. Pada hari ini telah terjadi tragedi Malari 1974. Tragedi ini merupakan peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial. Kerusuhan tersebut terjadi akibat kedatangan Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka ke Indonesia yang dianggap sebagai simbol modal siang yang perlu dilawan.

Terakhir, hari ini merupakan hari yang bersejarah untuk bangsa Inggris. Tepat 466 tahun yang lalu, Elizabeth I resmi dilantik sebagai Ratu Inggris yang ke-4 dari Dinasti Tudor. Elizabeth I menjadi ratu pada usia ke-25 tahun. Dia merupakan keturunan Henry VIII yang menjadi penguasa Inggris. 

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada 15 Januari dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

Hari Dharma Samudera

Parade dipimpin KRI Brawijaya-320. (Foto: Istimewa)

Dilansir Liputan6.com dari website TNI AL, pada tanggal 15 Januari 1962 tiga motor torpedo boat (MTB) yang tengah melintasi Laut Aru untuk misi infiltrasi mendapatkan pasukan khusus di Papua harus terlibat pertempuran melawan satuan tempur laut Belanda. 

Satuan tempur Belanda tersebut terdiri dari dua kapal perusak, yakni Hr.Ms.Evertsen dan Hr.Ms. Utrecht. Sesuai dengan rencana operasi, dua motor torpedo Indonesia pun putar balik. Kedua motor torpedo boat itu, yakni RI Harimau dan RI Matjan Tumbang.

Sementara RI Matjan Tutul maju untuk menghadang pasukan Belanda. Kapal ini menyongsong kedatangan kapal-kapal Belanda atas perintah Komodor Yos sudarso yang juga berada dalam kapal tersebut.

Keputusan ini diambil oleh Yos Sudarso untuk mengalihkan perhatian kapal-kapal Belanda yang berusaha menyerang dua kapal milik RI lainnya. Sayangnya, tembakan meriam dari kapal Belanda berhasil menembus RI Matjan Tutul. 

Meski dalam situasi yang darurat, Yos Sudarso bersikukuh untuk bertempur melawan serangan kapal Belanda. Dia mengumandangkan seruan “Kobarkan terus semangat pertempuran” yang disampaikan melalui radio.

Usai melakukan pertempuran yang begitu sengit, RI Matjan Tutul pun gugur di tengah lautan. Kapal tersebut tenggelam akibat tembakan yang datang bertubi-tubi. RI Matjan Tutul pun tenggelam bersama dengan Komodor Yos sudarso, ia gugur usai mempertahankan kedaulatan negara.

Untuk memperingati peristiwa pertempuran laut tersebut, hari ini diperingati sebagai Hari Dharma samudera. Pada hari ini, TNI AL berkabung untuk mengenang pengorbanan para patriot mereka yang gugur dalam pertempuran laut demi membela kehormatan dan harga diri bangsa.

Hari Wikipedia

Ilustrasi (Istimewa)

Dilansir Liputan6.com dari National Today, Wikipedia adalah salah satu situs terkenal yang juga disebut sebagai ensiklopedia internet gratis. Di bawah Wikimedia Foundation, situs web ini mendorong perkembangan pembuatan artikel atas informasi yang mereka berikan dalam situs webnya.

Wikipedia dimulai dari Jimmy Wales yang mendirikan perusahaan di bidang situs portal web bernama Bomis, Inc pada tahun 1996. Kemudian, pada tahun 2000 Wales mengenalkan portal web bernama Nupedia. Nupedia merupakan portal ensiklopedia yang memiliki susunan redaksi resmi. 

Nupedia dilengkapi dengan perangkat lunak wiki dan Wikipedia diluncurkan sebagai fitur dari Nupedia.com. Usai melalui beberapa kali diskusi, Wikipedia kembali diluncurkan sebagai situs independen yang tidak bernaung di bawah Nupedia.

Pada tahun pertamanya, Wikipedia berhasil menciptakan 20.000 artikel. Di antara artikel tersebut, terdapat 18 bahasa berbeda seperti Prancis, Jerman, Polandia, Belanda, Ibrani, Cina, dan Esperanto.

Kini Wikipedia menjadi situs yang paling laris. Wikipedia menjadi salah satu situs yang paling sering dikunjungi di dunia. Namun, sejumlah sekolah dan universitas melarang penggunaan Wikipedia sebagai sumber referensi untuk kebutuhan akademik.

Pelarangan tersebut dilakukan karena Wikipedia dianggap tidak memiliki sumber informasi yang kredibel dan akses pengeditannya terbuka untuk siapa saja. Meski begitu, hadirnya Wikipedia telah membantu banyak orang dalam mencari informasi.

Hari Desa Nasional

Ilustrasi (gemini.com)

Dilansir Liputan6.com dari website Desa Senga Selatan Kabupaten Luwu, Hari Desa Nasional bukan saja sebagai momen untuk mengingat kontribusi desa terhadap kemajuan negara, tetapi juga sebagai pengingat akan tantangan yang harus dihadapi oleh sejumlah desa dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakatnya.

Dengan adanya peringatan ini, seluruh pihak baik pemerintah hingga warga dapat memperkuat komitmen untuk membangun desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Peningkatan kualitas hidup di desa merupakan bagian dari pembangunan bangsa. Desa adalah tulang punggung perekonomian dan budaya negara.

Keputusan presiden terkait Hari Desa Nasional ini juga membuka peluang bagi desa untuk berkembang dalam berbagai sektor. Mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa. Hari ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama dalam membangun desa. 

Pemberdayaan masyarakat desa perlu dimajukan. Dengan begitu setiap desa perlahan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pemberdayaan masyarakat juga turut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan sejumlah bidang lainnya.

Desa juga menjadi tempat untuk mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa. Setiap desa di tanah air memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing sehingga hari ini juga menjadi pengingat untuk menjaga kearifan lokal dan keberagaman budaya bangsa.

Peristiwa Malari

Peristiwa Malari (Istimewa)

Berdasarkan catatan Liputan6.com, malapetaka 15 Januari 1974 atau dikenal dengan Malari 1974, merupakan peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi usai kedatangan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka ke Indonesia.

Tanaka naik Pesawat Super DC-8 JAL yang mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, pukul 19.45. Tanpa upacara militer dan sambutan kenegaraan, hanya ada kalungan bunga.

Presiden Soeharto pun menemui Tanaka dan rombongannya di Istana Negara, 15 Januari 1974. Sementara ribuan mahasiswa dan pelajar SMA turun ke jalan menentang kedatangan Tanaka.

Tanaka dianggap sebagai simbol modal asing yang mesti dilawan. Long march dari Kampus Universitas Indonesia Salemba menuju Univeritas Trisakti di Grogol itu mengusung tiga tuntutan yakni pemberantasan korupsi, perubahan kebijakan ekonomi mengenai modal asing, dan pembubaran lembaga Asisten Pribadi Presiden.

Berdasarkan Majalah Tempo: Lari Dari Malari edisi 4 Februari 2008, aksi ini berujung kerusuhan. Menurut Hariman Siregar, ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia (DM UI) sekaligus pimpinan aksi massa, unjuk rasa mahasiswa usai pukul 14.30 WIB.

"Sedangkan kerusuhan terjadi satu jam kemudian," katanya.

Massa yang mengaku dari kalangan buruh pada akhirnya menyerbu Pasar Senen, Blok M, dan kawasan Glodok. Mereka menjarah serta membakar mobil buatan Jepang dan toko-toko.

Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) Jenderal Soemitro sebelumnya sempat menghadang massa di Sarinah, Jakarta Pusat. Dia berniat mengalihkan massa agar tidak mengarah ke Istana Presiden.

"Ayo, ikut saya, kita jalan sama-sama ke Kebayoran!," teriaknya. "Maksud saya, mau membuat tujuan mereka menyimpang, supaya jangan sampai ke arah Monas."

Dalam buku Soemitro dan Peristiwa 15 Januari 1974 (1996), orasi itu berhasil. Massa berangsur bubar dan kecemasan demonstran akan memasuki Monas pun hilang.

 

Penobatan Ratu Elizabeth I

Ratu Elizabeth I (Istimewa)

Berdasarkan catatan Liputan6.com, hari baik itu diramalkan jatuh pada 15 Januari 1559. Adalah astrolog, astronom, sekaligus matematikawan John Dee yang menentukan kapan penobatan Ratu Inggris Elizabeth I harus dilakukan. Demi mimpi mewujudkan kerajaan yang gilang gemilang.

Tepat pukul 12.00 siang, Elizabeth I dimahkotai dalam upacara yang megah, ruangan dihiasi permadani dinding mahal warisan kerajaan, piring yang terbuat dari emas ditata di atas meja untuk wadah hidangan. Owen Oglethorpe, Uskup Carlisle memimpin prosesi yang dilangsungkan di  Westminster Abbey itu.

Elizabeth menjadi ratu pada usia 25 tahun. Ia mewarisi takhta dari saudari tirinya Mary I yang mangkat pada 17 November 1558. Ia adalah keturunan Henry VIII yang ketiga yang menjadi penguasa Inggris.

Tiga hari sebelumnya, dalam rangka menyiapkan penobatannya, Elizabeth pergi ke Tower of London, tempatnya pernah ditahan oleh saudari tirinya Ratu Mary I -- yang merasa ia bisa mengancam tahktanya, sekaligus lokasi di mana ibunya, Anne Boleyn dipenggal atas tuduhan perselingkuhan -- yang konon dibuat-buat oleh ayahnya, Raja Henry VIII agar dapat menikahi Jane Seymour.

Sejak awal kekuasannya, Elizabeth diharapkan segera menikah dan membuahkan anak. Namun, ia melajang hingga akhir hayat. Seperti dikutip dari situs Tudor History, ada beberapa alasan yang membuatnya memilih selibat. Sejumlah teori menyebut, cara ayahnya memperlakukan istri-istrinya membuat Elizabeth trauma untuk menikah.

Versi lain menyebut, ia tak pernah bisa menikah dengan pria yang benar-benar ia cintai. Lelaki itu, Robert Dudley, sudah menikah lebih dulu. Dan meski istrinya, Mary telah meninggal, ia tak mungkin bersatu dengan sang ratu. Pernikahan mereka bakal memicu skandal besar.

Belakangan, muncul teori ketiga yang 'gawat'. Elizabeth I disebut-sebut sejatinya adalah seorang pria. Dugaan itu diangkat dalam sebuah buku berjudul "The King’s Deception" karya penulis Amerika Serikat, Steve Berry.

Dalam buku itu disebut, Elizabeth yang asli meninggal dunia saat kecil, di sebuah kawasan pedesaan tempatnya melarikan diri dari wabah yang merebak di ibukota: Desa Cotswold, Bisley, Gloucestershire. Tepat pada malam sebelum Henry VIII menengok putri kesayangannya itu.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya