Harga Emas dan Harga Perak Hari Ini 14 Januari 2026 Kompak Cetak Rekor Termahal

Intip rangkuman harga emas dan harga perak dunia hari ini 14 Januari 2026.

oleh Septian DenyDiterbitkan 14 Januari 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta). Harga emas melonjak karena data inflasi Amerika Serikat (AS) memperkuat spekulasi tentang pemangkasan suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) tahun ini dan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang terus-menerus mendorong permintaan aset safe-haven. Sementara harga perak telah mencapai rekor tertinggi baru.

Dikutip dari CNBC, Rabu (14/1/2026), harga emas di pasar spot stabil di USD 4.591,49 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi USD 4.634,33 di awal sesi perdagangan. Sedangkan harga emas AS ditutup turun 0,3% ke level USD 4.599,10.

“Alasan di balik sentimen yang sedikit positif secara keseluruhan di pasar adalah data CPI yang menggembirakan (yang) mengindikasikan kemungkinan yang lebih tinggi untuk penurunan suku bunga The Fed di masa mendatang,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Indeks Harga Konsumen inti AS naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan pada bulan Desember, lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar 0,3% dan 2,7% secara berturut-turut.

Donald Trump kembali menegaskan dorongannya untuk memangkas suku bunga secara signifikan setelah data inflasi dirilis.

Bank Sentral AS (Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan tanggal 27-28 Januari, meskipun investor saat ini mengantisipasi dua kali penurunan suku bunga tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan bagi emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Faktor-faktor fundamental seperti ketegangan geopolitik dan pertanyaan tentang independensi The Fed terus mendukung emas sebagai aset safe-haven.

 

Kekhawatiran Atas Independensi The Fed

Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers setelah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), Rabu, 17 September 2025, di Gedung Dewan Federal Reserve di Washington. (Foto AP/Jacquelyn Martin)

Kekhawatiran atas independensi Fed meningkat setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Fed Jerome Powell, yang menuai kritik dari mantan kepala The Fed  dan bankir sentral global.

Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 25% pada negara-negara yang berdagang dengan Iran, yang berisiko membuka kembali luka lama dengan Beijing, mitra utama Teheran. Di tempat lain, Rusia menyerang kota-kota di seluruh Ukraina dengan rudal dan drone semalam.

Commerzbank menaikkan perkiraan harga emas akhir tahun 2026 menjadi USD 4.900.

Sementara itu, CME Group mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menyesuaikan penetapan margin untuk logam mulia guna mengatasi volatilitas pasar.

 

Harga Perak

(Ilustrasi perak-silver by AI)

Sementara itu, harga perak naik 2,1% menjadi USD 86,74 per ons, setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di USD 89,10 sebelumnya pada sesi perdagangan.

“Meskipun indikator teknis menunjukkan koreksi, para pedagang terus memilih opsi bullish (untuk perak)... Investor harus bersiap menghadapi pergerakan balik yang tajam dalam lingkungan volatilitas tinggi ini, bahkan ketika bias bullish secara keseluruhan tetap utuh,” kata Pedagang Logam Mulia InProved Hugo Pascal.

Harga platinum tidak berubah di angka USD 2.343,35 per ons dan harga paladium naik 1,4% menjadi USD 1.868,68 per ons. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya