Cegah Stunting, Mahasiswa Jatim Ajak Para Ibu Bikin Nugget dari Ikan Kembung

Mahasiswa Unair ajak ibu rumah tangga di Karangrejo, Madiun manfaatkan ikan kembung sebagai pangan pencegah stunting.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 14 Januari 2026, 19:00 WIB
Cegah Stunting, Mahasiswa Jatim Ajak Para Ibu Bikin Nugget dari Ikan Kembung. Foto: topntp26/Freepik.

Liputan6.com, Jakarta - Ikan kembung mengandung protein tinggi dan jumlahnya melimpah di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di daerah Karangrejo, Madiun, Jawa Timur.

Melihat potensi sumber pangan lokal ini, Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (Unair) memiliki ide untuk memanfaatkan daging ikan kembung sebagai pangan bergizi pencegah stunting.

Seperti diketahui, pencegahan stunting dapat dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Untuk itu, para mahasiswa melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu di Karangrejo sekaligus mengajak mereka untuk berinovasi membuat olahan makanan dari ikan kembung.

Menu yang dibuat adalah nugget berbahan dasar ikan kembung. Demo memasak nugget terselenggara di Panti Asuhan Asih, Madiun pada Sabtu (10/1/2026). Dalam pembuatan nugget ini, mahasiswa BBK memanfaatkan potensi makanan lokal sekaligus menghindari bahan-bahan buatan yang terkandung dalam nugget di pasaran.

“Kami memilih nugget karena banyak disukai oleh anak-anak kecil. Biasanya, nugget yang ada di pasaran terdapat bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan. Maka kami membuat inovasi nugget dari ikan kembung dengan bahan-bahan aman sehingga bisa menambahkan nilai gizi,” kata Rachma Nabila Putri, perwakilan BBK 7 Karangrejo, Minggu (11/1/2026) mengutip laman Unair.

 

Dukung Tumbuh Kembang Anak

Cegah Stunting, Mahasiswa Jatim Ajak Para Ibu Bikin Nugget dari Ikan Kembung. Foto: Unair.

Rachma menambahkan, ikan kembung dipilih lantaran jumlahnya yang melimpah di daerah Karangrejo. Selain itu, ikan kembung juga mengandung protein tinggi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Acara ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Rachma mengaku ibu-ibu peserta menerima sosialisasi dengan antusias dari awal sampai akhir.

“Harapannya sosialisasi ini bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang. Serta dapat mengimplementasikan inovasi yang dibuat dengan mengkreasikan makanan yang sehat dan bergizi sebagai upaya mencegah stunting,” harapnya.

 

Kandungan Protein Ikan Kembung

Cegah Stunting, Mahasiswa Jatim Ajak Para Ibu Bikin Nugget dari Ikan Kembung. Foto: Unair.

Ikan kembung memiliki beragam manfaat bagi kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin.

Ikan kembung sering dianggap sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan salmon, tetapi dengan kandungan gizi yang tak kalah unggul.

Berbagai nutrisi esensial yang terkandung dalam ikan kembung dapat membantu mencegah komplikasi kehamilan.

Dilansir laman Kementerian Kesehatan RI, ikan kembung memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari jenis ikan laut lainnya, mencapai 103 gram per kkal. Selain itu, ikan kembung juga kaya akan Omega-3, zat besi, dan vitamin yang sangat baik untuk pencegahan penyakit dan mendukung kecerdasan otak.

 

Mengenal Ikan Kembung

Ikan kembung, dengan nama ilmiah Rastrelliger, adalah salah satu jenis ikan laut yang sangat populer dan mudah ditemukan di Indonesia. Ikan ini memiliki nilai ekonomis tinggi dan dikenal karena kandungan nutrisinya yang melimpah. Dagingnya yang lembut dan harganya yang terjangkau menjadikannya pilihan favorit masyarakat.

Dalam laporan Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat disebutkan, ikan kembung memiliki kandungan protein hewani tinggi serta asam lemak omega-3 yang penting untuk perkembangan otak. Bahkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) menyatakan, ikan kembung memiliki protein dan omega-3 yang lebih tinggi dari ikan salmon, dengan kadar protein 21,4 gram dan omega-3 2,6 gram per 100 gram.

Secara umum, ikan kembung mengandung berbagai zat gizi penting, seperti kalori, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, serta vitamin B dan D. Kandungan omega-3 dan omega-6 yang tinggi menjadikan ikan ini sangat baik untuk pencegahan penyakit dan mendukung kecerdasan otak, khususnya bagi perkembangan janin dalam kandungan.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya