Real Madrid Memecat Xabi Alonso Dinilai Sebagai Langkah yang Salah

Real Madrid menuai kritik setelah memecat Xabi Alonso, dengan Manuel Pellegrini menilai keputusan itu terlalu dini dan berisiko.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 13 Januari 2026, 21:57 WIB
Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso (kanan), berbicara kepada gelandang Real Madrid asal Inggris bernomor punggung 05, Jude Bellingham, selama pertandingan pekan ke-6 Phase League UEFA Champions League antara Real Madrid CF dan Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Kamis (11-12-2025) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kembali berada dalam pusaran perbincangan seiring keputusan mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso. Keputusan ini diambil sehari setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol.

Langkah tersebut memicu respons dari Manuel Pellegrini, pelatih Real Betis yang pernah menangani Real Madrid. Ia menilai keputusan klub tidak mencerminkan penilaian menyeluruh terhadap proses kerja pelatih.

Sebagai figur yang pernah berada di posisi serupa, Pellegrini merasa situasi ini bukan hal baru di Real Madrid. Ia melihat pola penilaian yang kerap berlangsung singkat dan minim toleransi waktu.


Pellegrini Ungkap Rasa Simpati pada Alonso

Manajer tim Real Betis, Manuel Pellegrini memberi instruksi kepada pemainnya saat melawan Real Madrid dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2020/2021 pekan ke-33 di Alfredo Di Stefano Stadium, Madrid, Sabtu (24/4/2021). Real Betis bermain imbang 0-0 dengan Real Madrid. (AP/Bernat Armangue)

Pellegrini menyampaikan empatinya terhadap Alonso yang datang dengan latar belakang kuat sebagai pelatih muda. “Saya merasa sangat kasihan kepada Xabi, karena dia adalah pelatih yang datang dengan karier yang brilian,” ujar Pellegrini.

Menurutnya, penilaian terhadap Alonso terlalu cepat dan tidak proporsional. “Menurut saya, menilai pekerjaan seseorang hanya dalam tiga atau empat bulan bukanlah hal yang tepat,” kata pelatih asal Chile tersebut.

Akan tetapi, Pellegrini mengakui tidak memiliki gambaran penuh mengenai kondisi internal klub. Ia menyampaikan bahwa ada kemungkinan faktor lain yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

“Saya juga tidak memiliki semua informasi internal mengenai alasan di balik keputusan yang menurut saya kurang tepat ini,” ujarnya. Pernyataan itu menunjukkan adanya batas penilaian dari pihak luar.

Pemecatan Alonso terjadi setelah performa tim menurun sepanjang Desember dan munculnya isu ketidaknyamanan di ruang ganti. Kondisi tersebut membuat manajemen menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti meski minim pengalaman melatih di level tertinggi.


Real Madrid Masih Bertahan di Tiga Kompetisi

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berjalan bersama para pemainnya saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Rayo Vallecano di Estadio de Vallecas, Spanyol, Minggu (9/11/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Pellegrini menegaskan bahwa Real Madrid sejatinya masih memiliki pijakan kompetitif yang solid. Ia mengingatkan bahwa posisi tim belum sepenuhnya tertutup dari target musim ini.

“Baik atau buruk, Real Madrid masih terlibat di tiga kompetisi, tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen, masih tampil di Liga Champions, dan masih berada di Copa del Rey,” ujar Pellegrini.

Namun, tekanan tinggi kerap membuat kesabaran menjadi barang langka di klub sekelas Real Madrid. Pellegrini menilai manajemen memiliki peran besar dalam menentukan arah jangka menengah tim.

“Semua proses membutuhkan waktu untuk berkembang, kadang turun, kadang naik,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa nasib pelatih sangat bergantung pada kedewasaan manajemen dalam memberikan kesempatan.

Pandangan tersebut berangkat dari pengalaman pribadi Pellegrini saat menangani Real Madrid pada musim 2009/2010. Kala itu, ia tetap kehilangan jabatan meski membawa tim finis di posisi kedua dengan perolehan poin tinggi.

Sumber: Madrid Universal


Klasemen La Liga/Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya