China dan Uni Eropa Sepakat Selesaikan Sengketa Impor Mobil Listrik

China dan Uni Eropa (UE) telah mencapai kesepakatan awal, dalam upaya menyelesaikan perselisihan agang terkait impor mobil listrik buatan Tiongkok ke pasar Benua Biru

oleh Arief AszhariDiterbitkan 14 Januari 2026, 11:08 WIB
Akali Tarif Uni Eropa, BYD Ekspor Langsung Mobil Listrik dari Thailand (Carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - China dan Uni Eropa (UE) telah mencapai kesepakatan awal, dalam upaya menyelesaikan perselisihan agang terkait impor mobil listrik buatan Tiongkok ke pasar Benua Biru. Persetujuan ini, dimumkan pada 12 Januari lalu, sekaligus dianggap sebagai Langkah penting untuk meredakan ketegangan kedua belah pihak.

Disitat dari Nikkei Asia, di bawah kesepakatan terbaru ini, UE menerbitkan sebuah dokumen panduan yang memberikan instruksi kepada produsen mobil listrik China mengenai cara membuat penawaran harga untuk ekspor, termasuk menetapkan harga impor minimum dan rincian lain yang harus dipenuhi.

Langkah ini muncul setelah UE memberlakukan tarif anti-subsidi hingga 35,3 persen pada impor mobil listrik China pada 2024 sebagai hasil dari investigasi terhadap subsidi yang dianggap merugikan industri otomotif Eropa.

Dalam pernyataannya, juru bicara Komisi Eropa Olof Gill mengatakan, "Pasar Eropa terbuka bagi kendaraan listrik dari seluruh dunia, asalkan kendaraan tersebut masuk dengan mengikuti prinsip persaingan yang setara," tegasnya.

Pemerintah China melalui Kementerian Perdagangan menyambut kesepakatan tersebut, menyatakan bahwa langkah ini tidak hanya kondusif untuk pengembangan hubungan dagang dan ekonomi antara China dan UE, tetapi juga untuk menjaga tatanan perdagangan internasional berbasis aturan.

Para analis menilai bahwa mekanisme harga minimum ini bisa memberi produsen mobil listrik China ruang untuk terus mengekspor kendaraannya ke Eropa tanpa dikenakan tarif yang sangat tinggi.

Harga Minimum Mobil Listrik Impor China

Namun, ada pula catatan bahwa jika harga minimum yang disepakati terlalu tinggi, daya tarik mobil listrik China di pasar Eropa bisa berkurang dibandingkan dengan merek Eropa.

Terlepas dari perdebatan ini, mobil listrik asal China terus memperluas pangsa pasarnya di Eropa.

Menurut data industri otomotif, mobil buatan China menyumbang sekitar 6 persen dari total penjualan mobil di UE pada paruh pertama 2025, naik dari 5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya, dan diperkirakan bisa mencapai 10 persen pada 2030.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya