Vinicius Junior Tersenyum: 2 Pemain yang Paling Diuntungkan Usai Xabi Alonso Pergi dari Real Madrid

Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid membuka peluang baru. Vinicius Junior dan satu nama lain berpotensi diuntungkan di era kepelatihan Álvaro Arbeloa.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 13 Januari 2026, 15:56 WIB
Vinicius Junior ditarik keluar Xabi Alonso di laga Real Madrid vs Real Betis di pekan ke-18 Liga Spanyol 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Minggu (04/01/2026). (AP Photo/Pablo Garcia)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid kembali membuat keputusan besar di tengah musim. Pada Senin lalu, manajemen Los Blancos resmi berpisah dengan Xabi Alonso, langkah yang langsung memicu dinamika baru di ruang ganti, termasuk realsi dengan Vinicius Junior.

Keputusan itu datang sehari setelah kekalahan menyakitkan 3-2 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Hasil tersebut memperpanjang daftar kegagalan Real Madrid saat menghadapi rival besar di era Alonso.

Tekanan hasil, ekspektasi tinggi, serta relasi yang tidak selalu harmonis dengan pemain menjadi faktor yang mempercepat akhir proyek sang pelatih. Kekalahan pada laga-laga besar juga berdampak pada karier Alonso.

Álvaro Arbeloa ditunjuk sebagai pelatih pengganti dengan tugas berat. Ia harus menstabilkan performa tim sekaligus merajut ulang kepercayaan di ruang ganti yang dipenuhi bintang besar.

Di tengah transisi ini, ada beberapa pemain yang justru melihat peluang. Dua nama mencuat sebagai sosok yang paling berpotensi diuntungkan oleh kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid.


Vinicius Junior, Konflik yang Berakhir

Penyerang Real Madrid asal Brasil #07, Vinicius Junior, berjalan melewati pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, saat ia digantikan dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Jika ada satu pemain yang paling disorot, maka Vinicius Junior berada di urutan teratas. Hubungan penyerang Brasil itu dengan Xabi Alonso sepanjang musim berjalan jauh dari kata ideal.

Masalah dimulai sejak awal musim, ketika Vinicius dicadangkan pada laga kedua La Liga. Situasi memburuk saat Alonso kembali mengesampingkannya pada pertandingan pembuka Liga Champions, keputusan yang memicu ketegangan terbuka.

Bahkan setelah kembali menjadi starter, Vinicius kerap menjadi korban pergantian pemain. Puncaknya terjadi di El Clásico bulan Oktober, ketika ia ditarik keluar dan langsung menuju terowongan stadion. Dengan kendali kini berpindah ke Arbeloa, Vinicius berpeluang memulai lembaran baru tanpa beban konflik lama.


Trent Alexander-Arnold dan Kesempatan Kedua

Selebrasi Trent Alexander-Arnold bersama Arda Guler di laga Real Madrid vs Pachuca di Piala Dunia Antarklub 2025, Senin (23/06/2025). (AP Photo/Nell Redmond)

Nama lain yang berpotensi menikmati era baru adalah Trent Alexander-Arnold. Sepanjang musim, bek kanan Inggris itu lebih sering menghuni bangku cadangan dibandingkan berada di lapangan.

Alonso terlihat tidak sepenuhnya mempercayainya, terutama karena pertimbangan keseimbangan defensif. Dani Carvajal kerap menjadi pilihan utama, membuat Alexander-Arnold kesulitan menemukan ritme.

Pergantian pelatih membuka peluang berbeda. Arbeloa dikenal sebagai sosok yang memahami peran bek sayap modern. Dengan pendekatan baru, Alexander-Arnold memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitas ofensif dan visi bermainnya, sesuatu yang nyaris tidak ia dapatkan di era Alonso.

Sumber: Sports Ilustrared

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya