Pria di Pennsylvania Curi Puluhan Jenazah dari Pemakaman Bersejarah

Bagaimana awalnya kasus pencurian tersebut terungkap?

oleh Faqih Nur ImanDiterbitkan 13 Januari 2026, 21:30 WIB
Ilustrasi meninggal, kematian, makam, kuburan. (Photo by davide ragusa on Unsplash)

Liputan6.com, Washington D.C - Otoritas keamanan Pennsylvania, Amerika Serikat, menangkap seorang pria bernama Jonathan Christian Gerlach (34) atas kasus pencurian puluhan tulang dan sisa jasad manusia dari pemakaman bersejarah. Polisi mengungkap, sebagian jasad hasil curian tersebut bahkan ditemukan digantung di langit-langit rumah tersangka.

Gerlach kini menghadapi sekitar 500 dakwaan pidana terkait aksi pencurian jasad yang berlangsung sejak November di Pemakaman Mount Moriah, Yeadon, Pennsylvania.

Kasus ini terungkap setelah polisi memergoki kendaraan milik Gerlach berada di area pemakaman pada 6 Januari. Saat dilakukan pengawasan, petugas melihat tersangka keluar dari area makam sambil membawa linggis dan karung goni.

Ketika ditangkap, polisi menemukan tulang-belulang dan tengkorak manusia di dalam kendaraan Gerlach, sebagaimana dilaporkan New York Post, Selasa (13/1/2026).

Kepada penyidik, warga Ephrata tersebut mengaku telah mencuri sekitar 30 set sisa jasad manusia dari Pemakaman Mount Moriah. Ia menjelaskan, aksinya dilakukan dengan menuruni mausoleum menggunakan tali, mencongkel brankas bawah tanah, lalu mengambil jasad yang sebagian berusia lebih dari 100 tahun.

Temuan Mengerikan di Rumah TersangkaSetelah mengantongi surat perintah, polisi menggeledah rumah dan unit penyimpanan milik Gerlach. Dari penggeledahan tersebut, petugas menemukan lebih dari 100 set sisa jasad manusia, baik dalam kondisi utuh maupun terpisah.

Jaksa Wilayah Delaware County, Tanner Rouse, menggambarkan situasi di lokasi penggeledahan sebagai pengalaman yang sangat mencekam.

“Para detektif seolah masuk ke dalam sebuah film horor yang menjadi kenyataan,” ujar Rouse. Ia menambahkan, sejumlah jasad yang ditemukan diperkirakan berusia hingga 200 tahun, sementara sebagian lainnya tergolong lebih baru.

“Bahkan ada satu jasad yang masih memiliki alat pacu jantung yang terpasang,” katanya.

Kepala Kepolisian Yeadon Borough, Henry Giammarco, mengungkapkan dampak emosional dari penemuan tersebut. Ia menyebut kasus ini sebagai salah satu peristiwa paling mengerikan sepanjang kariernya.

“Dalam 30 tahun saya bertugas, ini mungkin salah satu hal paling mengerikan yang pernah saya tangani,” kata Giammarco. Ia menambahkan, penemuan jasad bayi di lokasi turut meninggalkan luka mendalam.

“Orang-orang dimakamkan untuk beristirahat dengan tenang. Ketika itu dilanggar, dampaknya sangat menyayat hati,” ujarnya.

Jejak Digital dan Motif Penjualan

Ilustrasi makam (Photo by Brett Sayles on Pexels)

Penyidik menemukan aktivitas daring yang mengaitkan Gerlach dengan grup jual beli tulang manusia. Dalam sebuah grup bertajuk “Grup penjualan tulang dan tengkorak manusia”, seorang pembeli menyampaikan terima kasih kepada Gerlach karena telah mengirimkan paket yang disebut sebagai “kemungkinan remaja” serta “babon dan seekor monyet”.

Unggahan media sosial lain memperlihatkan Gerlach berpose bersama tengkorak dengan keterangan, “mengendarai Harley, dan melempar tengkorak”.

Kini, Gerlach ditahan di Fasilitas Pemasyarakatan George W. Hill dengan jaminan uang tunai sebesar USD 1 juta dollar (sekitar Rp18,6 miliar). Pihak berwenang masih melakukan investigasi lanjutan untuk mengidentifikasi sisa jasad lainnya serta memastikan apakah ada organ tubuh yang telah terjual serta motivasi dibalik pencurian tersebut.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya