Liputan6.com, Jakarta - Qualcomm sudah mengumumkan kehadiran chipset terbaru mereka, Snapdragon 8 Elite Gen 5, dalam acara khusus akhir tahun 2025. Sejak debutnya, chip ini langsung menjadi andalan berbagai ponsel kelas atas yang siap beredar di pasar global mulai 2026 ini.
Salah satu lini ponsel yang akan menggunakan chipset baru Qualcomm ini adalah Samsung. Kabarnya, Galaxy S26 series akan kembali menggunakan chipset flagship terbaru itu, namun dengan varian khusus bertajuk Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Advertisement
Seperti varian Snapdragon dengan label "for Galaxy" sebelumnya, chipset di lini Galaxy S26 akan membawa perbedaan teknis dibandingkan varian reguler.
Dilansir SamMobile, Senin (19/1/2026), Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy memiliki kecepatan clock CPU lebih tinggi. Dua inti CPU utama mampu berjalan hingga 4,74GHz, sementara enam inti CPU performa tinggi beroperasi di kecepatan 3,63GHz.
Sebagai perbandingan, Snapdragon 8 Elite Gen 5 versi reguler memiliki kecepatan clock puncak CPU hingga 4.16GHz. Selisih ini membuat varian "for Galaxy" menawarkan clock lebih tinggi sekitar 13MHz.
Perbedaan ini berpotensi menghadirkan peningkatan performa, terutama pada skor kinerja inti tunggal. Di sisi grafis, kedua varian chipset ini diperkirakan tidak memiliki perbedaan signifikan.
GPU Andreno 840 versi reguler dan "for Galaxy" disebut berjalan pada kecepatan clock sama. Artinya, lonjakan performa grafis tidak akan terlalu terasa dibandingkan peningkatan di sektor CPU.
Strategi chipset Samsung untuk seri Galaxy S26 tidak sepenuhnya seragam di semua pasar. Di luar Kanada, China, dan Amerika Serikat, Galaxy S26+ disebut berpeluang menggunakan Exynos 2600 sebagai otaknya.
Sementara itu, Galaxy S26 Ultra diperkirakan akan ditenagai chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 For Galaxy di seluruh pasar global.
Samsung Siapkan Chipset 2nm Pertama di Dunia untuk Galaxy S26 Series
Sebelumnya, Samsung Electronics resmi memperkenalkan Exynos 2600, chipset flagship terbarunya diproyeksikan menjadi dapur pacu sebagian lini Galaxy S26. Chip ini mencatat sejarah sebagai chipset smartphone pertama di dunia yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer (nm) Gate-All-Around (GAA).
Dikutip dari Android Authority, Selasa (24/12/2025), perusahaan menegaskan proses 2nm membawa peningkatan signifikan pada kinerja, efisiensi daya, serta pengelolaan suhu.
Fokus ini terasa penting, mengingat performa termal Exynos generasi sebelumnya kerap menjadi bahan perbandingan dengan chipset dari Qualcomm, MediaTek, hingga Apple.
Desain CPU Berubah, Fokus pada Performa dan Efisiensi
Di sisi lain, exynos 2600 mengusung CPU 10-core berbasis arsitektur Arm v9.3. Berbeda dari generasi sebelumnya, Samsung kini menghilangkan core berdaya rendah konvensional dan mengandalkan kombinasi core utama serta core menengah berperforma tinggi.
Konfigurasinya terdiri dari:
1 core utama C1-Ultra dengan kecepatan hingga 3,8 GHz3 core performa tinggi C1-Pro berkecepatan 3,25 GHz6 core C1-Pro yang dioptimalkan untuk efisiensi di 2,75 GHzSamsung mengklaim arsitektur baru ini mampu meningkatkan performa CPU hingga 39 persen dibandingkan Exynos 2500. Dukungan instruksi ARM SME2 juga disebut mampu meningkatkan pemrosesan machine learning di perangkat sekaligus memangkas latensi pada fitur berbasis kecerdasan buatan.
GPU Lebih Bertenaga untuk Gim dan Visual
Di sektor grafis, Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960. Samsung mengklaim kemampuan komputasi GPU ini meningkat hingga dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya, dengan performa ray tracing yang diklaim lebih baik hingga 50 persen.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu turut memperkenalkan teknologi Exynos Neural Super Sampling (ENSS). Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melakukan upscaling dan frame generation, sehingga menghadirkan pengalaman bermain game yang lebih mulus tanpa mengorbankan efisiensi daya.